Tag Archives: yogyakarta

Menghirup Nafas Zaman di Warungboto

warung-boto-001Situs Warungboto

 

Idealnya, kebutuhan lahir maupun batin hendaknya mendapatkan pemenuhan secara seimbang agar manusia dapat hidup dengan sehat dan bahagia. Akan tetapi, saat populasi manusia semakin banyak, sementara lahan yang tersisa untuk hunian menjadi semakin sempit, hidup kadang hanya jadi medan pertaruhan untuk bisa memiliki sepetak tanah hunian bagi sekeluarga.  Itu pun diraih kalau perlu dengan mengabaikan banyak aspek batiniah. Kehidupan lalu lebih banyak tersita melulu untuk memenuhi aspek fisik semata. Baca lebih lanjut

Iklan

Gunung Api Purba Nglanggeran: Kisah Mendaki Investasi

gn-purba-nglanggeran-01 senyum Opoters di Gunung Purba Nglanggeran

Hidup itu mengalir, mengantarkan kita pada peristiwa demi peristiwa, peluang demi peluang. Dan semua yang pernah kita jalani tidaklah sia-sia. Hanya saja, ketika mengalami saat-saat sulit, kita sering lupa, sampai kadang harus mengeluh berkepanjangan. Hal ini sempat menjadikan perenungan ketika kami, komunitas Opoto (Onthel Potorono) menempuh perjalanan ngonthel ke Nglanggeran, sebuah kawasan Gunung Purba di Gunung Kidul yang belum pernah kami kunjungi. Gunung? Benar. Naik sepeda onthel? Betul. Apakah itu rute yang menarik untuk bersepeda onthel? Tentu saja tidak.

Baca lebih lanjut

Sega Nggeneng, Sepeda Onthel, dan Anomali Teori

dapur Mbah Martodiryo: kepulan asapnya dirindukan banyak orang

Teori marketing modern selalu mengajarkan kunci sukses bisnis: lokasi, lokasi, lokasi! Tapi para leluhur kita dahulu  pun tak putus mewanti-wanti: jangan pernah melupakan apa yang menjadi asal-muasal kesuksesanmu. Maka, para penganut bisnis modern pun sibuk berburu lokasi strategis, sementara pengusaha tradisional tetap merawat asset lama mereka.

Kami tidak sedang mempertentangkan antara teori bisnis rasional dengan kearifan tradisional, tetapi hanya mau memberikan sebuah pengantar bagi sebuah pengalaman unik ketika kami, komunitas Opoto (Onthel Potorono) sengaja ngonthel ke kawasan Karanggeneng pada Minggu pagi, 29 April 2012 lalu. Baca lebih lanjut

Fenomena Kalibayem: Ketika Alam Meminta Haknya

Opoto di “telaga tiban” Kalibayem

Di mana bumi dipijak, di situ adat dijunjung. Dahulu, kita begitu mudah memahami dan menyetujui pepatah ini. Saat itu kita memiliki cukup kepekaan untuk menempatkan diri di tengah masyarakat. Disadari atau tidak, di zaman yang semakin mengedepankan hak daripada kewajiban ini, kepekaan mulai luntur. Perlahan kita mulai kurang menghargai keberadaan pihak lain sebagai subjek.

Kita mungkin masih suka berjabatan tangan, tetapi tidak lagi sambil memandang muka. Bahkan, kita jadi sering gegabah melegitimasi pendapat kita sendiri dengan dalih demi kebaikan dan kepentingan orang lain. Padahal, apa yang baik menurut kita belum tentu baik bagi orang lain. Maka hari ini kita menjadi terbiasa menyaksikan maksud-maksud baik saling berlaga di depan kita. Baca lebih lanjut

Ngonthel di Hari Istimewa Jogja

komunitas manasuka di hari istimewa

Rasanya semua orang menyukai sesuatu yang istimewa. Terhadap sesuatu yang dirasa istimewa, orang pun biasanya bersikap mengistimewakan. Lihat saja perilaku para onthelis. Jika di antara koleksi sepedanya ada yang sekiranya istimewa, biasanya lalu diistimewakan. Bagi kami, komunitas Opoto (Onthel Potorono), hari Minggu adalah hari istimewa karena ada acara khusus yang selalu kami nantikan: ngonthel. Apa lagi pagi itu, 5 Desember 2010, kami berniat menghadiri acara istimewa: Kenduri Jogja! Baca lebih lanjut

Gazelle X-Frame ‘Seri-10’: Keindahan yang Tak Biasa

Manusia tak hanya punya akal, tetapi juga perasaan. Maka, alasan seseorang untuk menyukai, mencintai, menolak, bahkan antipati tak selalu sepenuhnya rasional, kadang bahkan emosional. Itupun, tak ada yang bisa menjamin akan berlaku selamanya. Sebuah pengalaman kecil yang membawa pemahaman baru kadang mampu mempengaruhi selera dan kesan yang telah ada sebelumnya, kalau perlu secara ekstrem. Begitu pula selera kita dalam hal sepeda onthel.

Gazelle cross frame di dusun Potorono: dari sawah turun ke hati…

Secara umum, banyak onthelis begitu suka pada merek Gazelle karena alasan yang berbeda-beda. Ada yang karena kenyamanannya saat dikendarai, ada yang memandangnya lebih menguntungkan dari segi investasi, ada yang semata-mata suka pada gambar kijang yang menjadi logonya. Di sisi lain, banyak juga yang tergila-gila pada sepeda model cross frame –apa pun mereknya– lebih karena alasan kelangkaan, antik, gagah, atau karena relatif mudah dikendarai daripada sepeda pria. Meskipun begitu, apakah lantas ada jaminan bagi kedua kelompok onthelis tadi untuk otomatis menyukai sepeda Gazelle cross frame? Belum tentu, karena masih banyak penyimpangan yang mungkin ditemukan pada penampilan sepeda-sepeda tua tersebut. Sebaliknya, tidak tertutup kemungkinan beberapa orang yang semula kurang suka sepeda cross frame karena terkesan ribet, justru bisa saja langsung jatuh cinta! Baca lebih lanjut

Mbah Pudjo Sadel: Saya Menjual Orang!

Apa yang paling menentukan kenyamanan saat mengendarai sebuah sepeda onthel? Jawaban atas pertanyaan ini barangkali masih bisa beragam. Mbah Pudjo Hartono (76 tahun) yang tinggal di dusun Gading, Donokerto, Turi, Sleman, Jogja, memilih salah satu dari beberapa jawaban yang ada: sadel!

sadel: salah satu kunci kenyamanan ngonthel

Berdasarkan pilihan jawaban itu pula Mbah Pudjo menjalankan profesinya. Lebih dari 60 tahun ia menekuni kegemarannya sejak kecil, yaitu memperbaiki sadel-sadel yang rusak. Dengan jam terbang selama itu, ia bahkan hapal jenis-jenis sadel dari berbagai merek sepeda onthel yang beredar di Indonesia. Meskipun begitu, setiap akan menjawab pertanyaan seputar sadel ia masih merendah dengan mengatakan bahwa ia akan menjawab dan melayani permintaan “sakgadug kulo” (semampu saya). Baca lebih lanjut