Tag Archives: wisata candi

Candi Sojiwan: Perwujudan Cinta yang Mengatasi Perbedaan

Opoto di candi Sojiwan

Cinta berkali-kali terbukti mampu mengatasi perbedaan. Bukan hanya cinta dan perbedaan pada suami-istri, tetapi juga cinta dan penghargaan atas perbedaan latar belakang, selera, serta pemikiran dalam satu komunitas. Lebih luas lagi, cinta pada Sang Pencipta akan mampu memelihara perdamaian semesta.

Minggu pagi 15 Juli 2012, ketika kami, komunitas Opoto (Onthel Potorono) ngonthel ke utara, perwujudan cinta yang mengatasi perbedaan itu kembali kami temukan di kompleks candi Sojiwan. Ngonthel pada pekan terakhir sebelum Ramadhan menjadikan perjalanan pagi itu terasa sedikit sentimentil. Justru karena kami sengaja meluangkan waktu untuk perjalanan kali ini, maka meskipun hanya berlima, perjalanan kami begitu santai dan tanpa beban. Dengan banyaknya alternatif jalan yang bisa kami lalui, rute perjalanan Potorono-Prambanan yang sudah kami tempuh entah sudah berapa puluh kali itu nyatanya masih mampu memberikan pengalaman perjalanan yang selalu berbeda. Baca lebih lanjut

Iklan

Candi Banyunibo dan Candi Barong: Keindahan Belum Berakhir

Awal atau akhir? Mana yang lebih penting untuk menilai reputasi seseorang, bahkan suatu bangsa? Dari lingkungan seperti apa ia berasal, atau dari apa yang akhirnya mampu dilakukannya bagi kemaslahatan umat?

Sebuah temuan menarik barangkali akan sedikit mengejutkan kita, bahkan juga bangsa-bangsa di luar sana, khususnya jika harus menilai reputasi sebuah bangsa bernama Indonesia. Alkisah, seorang profesor asal Brazil bernama Arysio N. dos Santos dalam bukunya yang menggemparkan: “Atlantis -The Lost Continents Finally Found” membuktikan teorinya bahwa benua Atlantis yang dihuni oleh suatu bangsa berperadaban sangat tinggi dengan alamnya yang kaya-raya dan elok-permai laksana surga –sebagaimana disebutkan oleh Plato 2500 tahun lalu– itu lokasinya ternyata adalah di Indonesia!

banyunibo-barong-1

Candi Banyunibo dan Candi Barong, karya leluhur di masa lalu

Diceritakan oleh Plato bahwa Atlantis merupakan negara makmur yang bermandikan matahari sepanjang waktu. Penduduknya menguasai pelayaran dan perdagangan, memahami ilmu metalurgi, memiliki jaringan irigasi, maju dalam berkesenian (tari, teater, musik) dan olah raga. Dalam kisah yang selama ini lebih dipahami sebagai mitos itu, konon benua yang hilang sejak lebih kurang 11.600 tahun lalu itu disebabkan karena penduduknya menjadi begitu ambisius sehingga membuat “para dewa murka”.

Baca lebih lanjut