Tag Archives: sepeda onthel

Gunung Api Purba Nglanggeran: Kisah Mendaki Investasi

gn-purba-nglanggeran-01 senyum Opoters di Gunung Purba Nglanggeran

Hidup itu mengalir, mengantarkan kita pada peristiwa demi peristiwa, peluang demi peluang. Dan semua yang pernah kita jalani tidaklah sia-sia. Hanya saja, ketika mengalami saat-saat sulit, kita sering lupa, sampai kadang harus mengeluh berkepanjangan. Hal ini sempat menjadikan perenungan ketika kami, komunitas Opoto (Onthel Potorono) menempuh perjalanan ngonthel ke Nglanggeran, sebuah kawasan Gunung Purba di Gunung Kidul yang belum pernah kami kunjungi. Gunung? Benar. Naik sepeda onthel? Betul. Apakah itu rute yang menarik untuk bersepeda onthel? Tentu saja tidak.

Baca lebih lanjut

Jogja Kembali Bersepeda II: Pesta Onthelis Nusantara dan Dunia Para Pria

Opoto-di-JKB2-001

Magangan, kompleks keraton Jogja yang dilalui rute JKB II

Setelah sekian lama demam sepeda onthel mewabah di Indonesia, masihkah kini terdengar gaungnya? Beberapa teman mencoba menganalisa: kita lihat dulu motif kecintaannya seperti apa. Ada yang suka mengendarai sebagai sarana transportasi jarak dekat, ada yang suka merawat dan mengendarai sebagai sarana bergaul di tengah komunitas, ada juga yang suka mengoleksi tetapi teramat sayang untuk dikendarai karena dapat menurunkan nilai investasinya, dan masih banyak lagi motif seseorang mencintai sepeda onthel. Baca lebih lanjut

Pendopo nDalem: Angkringan di Istana Pangeran

gerbang pendopo ndalem

Dalam banyak tayangan acara di televisi, para bangsawan dalam tata kemasyarakatan lama sering dilecehkan secara berlebihan sebagai seorang dengan pandangan dan perilaku feodal yang kolot dan tidak lagi sesuai perkembangan zaman. Padahal, bahkan di zaman modern ini, perilaku feodal juga banyak dipraktikkan di kalangan politisi, pejabat, akademisi, budayawan, bahkan rohaniawan, dan sebagainya. Para oknum yang menganggap dirinya ‘lebih tinggi’ dari sesama, bahkan atas dasar ukuran yang direkanya sendiri itu bisa kita temukan di mana saja.

Mestinya kita tak lupa, betapa dalam perjuangan menegakkan revolusi kemerdekaan yang mencita-citakan kedaulatan di tangan rakyat, seorang raja Yogyakarta justru tampil di depan untuk melindungi dan mengasuh bayi bernama “Indonesia”. Beliau adalah Sri Sultan Hamengku Buwono IX yang dikenal lekat dengan prinsip mulia: tahta untuk rakyat! Baca lebih lanjut

Candi Sojiwan: Perwujudan Cinta yang Mengatasi Perbedaan

Opoto di candi Sojiwan

Cinta berkali-kali terbukti mampu mengatasi perbedaan. Bukan hanya cinta dan perbedaan pada suami-istri, tetapi juga cinta dan penghargaan atas perbedaan latar belakang, selera, serta pemikiran dalam satu komunitas. Lebih luas lagi, cinta pada Sang Pencipta akan mampu memelihara perdamaian semesta.

Minggu pagi 15 Juli 2012, ketika kami, komunitas Opoto (Onthel Potorono) ngonthel ke utara, perwujudan cinta yang mengatasi perbedaan itu kembali kami temukan di kompleks candi Sojiwan. Ngonthel pada pekan terakhir sebelum Ramadhan menjadikan perjalanan pagi itu terasa sedikit sentimentil. Justru karena kami sengaja meluangkan waktu untuk perjalanan kali ini, maka meskipun hanya berlima, perjalanan kami begitu santai dan tanpa beban. Dengan banyaknya alternatif jalan yang bisa kami lalui, rute perjalanan Potorono-Prambanan yang sudah kami tempuh entah sudah berapa puluh kali itu nyatanya masih mampu memberikan pengalaman perjalanan yang selalu berbeda. Baca lebih lanjut

Bendungan Grembyangan dan Harmoni Lingkungan

berhenti setiap melihat tempat nan asri…

Minggu pagi yang cerah, saatnya kami berangkat ngonthel penuh gairah. Jika saja tidak melihat fisik kami sebagai manusia dewasa, barangkali agak sulit membedakan antara keceriaan kami saat ngonthel dengan kegembiraan kanak-kanak yang bersepeda menikmati hari libur mereka. Sama-sama spontan, sama-sama riang. Fantasi dan keinginan kami pun barangkali sama banyaknya dengan mereka. Bedanya dari kanak-kanak adalah, kami harus lebih bisa menerima kenyataan bahwa tidak semua yang kami inginkan dapat kami lakukan atau kami dapatkan. Bukankah orang Jawa mengenal jurus ‘mulur-mungkret’. Kami akan mengulur cita-cita dan keinginan sepanjang memungkinkan, tetapi dengan realistis akan segera menariknya ketika membentur kenyataan yang tidak dapat ditolak. Begitulah yang kami lakukan sampai kami mendapatkan posisi paling ideal. Baca lebih lanjut

Kebersamaan Ngonthel Semanis Gula Batu

Sebuah perubahan biasanya akan membuat risau para pemuja kemapanan. Padahal, wajah lain dari perubahan adalah sebuah peluang yang memaksa kita mempersiapkan nafas baru guna menghadapi tantangan kehidupan mendatang. Zaman yang telah berubah tak cukup disiasati dengan cara yang itu-itu saja. Hikmah untuk tak menyerah menghadapi perubahan itu kami temukan dalam kesempatan rutin Minggu pagi, 20 Maret 2011 lalu, saat komunitas Opoto (Onthel Potorono) ngonthel ke Sewon, Bantul.

kebersamaan semanis gula batu…

Sebenarnya, beberapa bulan terakhir ini acara ngonthel kami pun tak lagi seperti dulu. Saat ini, waktu dan tempat start serta target tujuan relatif harus lebih fleksibel demi menyiasati gerimis, bahkan hujan yang terus hadir sepanjang tahun. Kadang kami berangkat lebih siang menunggu langit terang, atau lebih pagi sebelum hujan turun lagi. Beberapa teman kadang tidak ikut berangkat dari pos Opoto, tetapi menunggu di sepanjang rute yang akan kami lalui. Sedangkan rutenya sendiri tak jarang kami putuskan sambil berjalan karena harus berkompromi melihat kawasan mana yang sekiranya tidak tertutup mendung tebal. Intinya satu: kami akan terus ngonthel!    Baca lebih lanjut

Simplex Cycloide Tromol: Berat di Awal, Melaju Kemudian.

Di antara sekian banyak sepeda onthel yang beredar di Indonesia, sebagian adalah produksi Belanda. Di antara pabrikan sepeda Belanda, salah satunya adalah Simplex. Di antara sekian model sepeda Simplex, salah satu yang menjadi favorit adalah Simplex Cycloide. Dan, di antara sekian Simplex Cycloide, varian rem tromol banyak diburu orang. Begitulah, selera individu yang sedemikian kompleks telah banyak memberi warna dalam dunia peronthelan.

Simplex Cycloide rem tromol

Setiap orang seperti memiliki alasan sendiri-sendiri untuk menyukai atau tidak menyukai produk, model, atau varian tertentu. Beberapa produk terkenal dari pabrikan besar kadang membuat seseorang penasaran untuk memilikinya, tetapi selanjutnya selera pribadi tadilah yang akan menjadi penentu utama.

Baca lebih lanjut