Tag Archives: angkringan Jogja

Pendopo nDalem: Angkringan di Istana Pangeran

gerbang pendopo ndalem

Dalam banyak tayangan acara di televisi, para bangsawan dalam tata kemasyarakatan lama sering dilecehkan secara berlebihan sebagai seorang dengan pandangan dan perilaku feodal yang kolot dan tidak lagi sesuai perkembangan zaman. Padahal, bahkan di zaman modern ini, perilaku feodal juga banyak dipraktikkan di kalangan politisi, pejabat, akademisi, budayawan, bahkan rohaniawan, dan sebagainya. Para oknum yang menganggap dirinya ‘lebih tinggi’ dari sesama, bahkan atas dasar ukuran yang direkanya sendiri itu bisa kita temukan di mana saja.

Mestinya kita tak lupa, betapa dalam perjuangan menegakkan revolusi kemerdekaan yang mencita-citakan kedaulatan di tangan rakyat, seorang raja Yogyakarta justru tampil di depan untuk melindungi dan mengasuh bayi bernama “Indonesia”. Beliau adalah Sri Sultan Hamengku Buwono IX yang dikenal lekat dengan prinsip mulia: tahta untuk rakyat! Baca lebih lanjut

Nganggo Suwe: Ngalap Berkah Perbedaan di Warung Angkringan

Perbedaan itu berkah. Sekilas, kalimat ini hanyalah sebuah retorika yang biasa dipakai untuk melerai orang-orang atau kelompok yang sedang bertikai. Akan tetapi, bagi kami komunitas Opoto (Onthel Potorono), hal ini nyata adanya. Segala sesuatu pastilah memiliki kelebihan dan kekurangan bergantung pada konteks kebutuhannya. Sepeda onthel kami yang tidak secepat kendaraan bermotor, misalnya, pada konteks tertentu justru memiliki banyak kelebihan. Kami jadi lebih detail mengamati lingkungan yang kami lalui.

nganggo-suwe1

berpose di plengkung gading, sebuah cagar budaya yang patut dijaga

Banyak perbedaan yang terbukti justru memberi berkah kepada kami. Hari Sabtu, 10 Juli lalu, kami juga mencoba sesuatu yang berbeda. Kami ngonthel pada hari Sabtu, dan waktunya pun malam hari. Tentu saja komentar orang kali ini pun berbeda pula: “Kurang kerjaan!” Haha…

Baca lebih lanjut