Jogja Kembali Bersepeda II: Pesta Onthelis Nusantara dan Dunia Para Pria

Opoto-di-JKB2-001

Magangan, kompleks keraton Jogja yang dilalui rute JKB II

Setelah sekian lama demam sepeda onthel mewabah di Indonesia, masihkah kini terdengar gaungnya? Beberapa teman mencoba menganalisa: kita lihat dulu motif kecintaannya seperti apa. Ada yang suka mengendarai sebagai sarana transportasi jarak dekat, ada yang suka merawat dan mengendarai sebagai sarana bergaul di tengah komunitas, ada juga yang suka mengoleksi tetapi teramat sayang untuk dikendarai karena dapat menurunkan nilai investasinya, dan masih banyak lagi motif seseorang mencintai sepeda onthel.

Opoto-di-JKB2-002peserta JKB II memenuhi halaman Jogja National Museum

Kami, komunitas Opoto (Onthel Potorono) menyaksikan berbagai motif kecintaan orang akan sepeda onthel saat Minggu, 18 November lalu ikut memeriahkan acara Jogja Kembali Bersepeda-2 yang diselenggarakan oleh sahabat-sahabat yang tergabung dalam komunitas Podjok Jogja. Beruntung bagi kami karena Jogja National Museum (JNM) yang menjadi tempat penyelenggaraan acara hanya 10 km dari kampung kami, sebuah jarak yang masih dalam jangkauan aktivitas bersepeda kami.

Opoto-di-JKB2-003menunggu Pak Walikota…

Sebagai peserta yang tak harus tersibukkan oleh segala urusan penyelenggaraan acara sebagaimana teman-teman Podjok atau juga memikirkan persiapan dan perjalanan jauh seperti para onthelis dari berbagai penjuru nusantara, kami memiliki cukup ‘jarak’ untuk memperhatikan semua itu.

Opoto-di-JKB2-004selalu ada yang dilakukan onthelis untuk mengatasi kejenuhan

Berangkat pukul 06.00, kami sampai di JNM masih terlalu pagi. Apa lagi acara sempat mundur beberapa menit dari jadwal semula karena menunggu kehadiran Wali kota yang akan membuka pameran dan memberangkatkan peserta. Meskipun begitu, di halaman JNM telah dipenuhi peserta sehingga agar lebih praktis, kami dipersilahkan menunggu di jalan saja dan menyambung iring-iringan peserta kirab sepeda kapan pun kami suka. Maka kami pun membaur dengan masyarakat setempat untuk menyaksikan secara lebih jelas prosesi acara dari luar arena.

Opoto-di-JKB2-005opoters membaur menyaksikan kesibukan panitia dan kesiapan peserta

Setelah sempat menunggu beberapa saat, kejenuhan peserta pun mencair ketika dari kejauhan terlihat wali kota bersepeda bersama rombongan penjemput dan pengantar. Tanpa berpanjang lebar, Pak Wali memberikan kata sambutan, membuka pameran onthel, dan memberangkatkan peserta kirab onthel setelah sebelumnya bersama-sama  menyanyikan lagu kebangsaan.

Opoto-di-JKB2-006Walikota datang dan meresmikan pameran onthel

Opoto-di-JKB2-007kontribusi nyata para onthelista

Opoto-di-JKB2-008sambutan singkat dan pengguntingan pita

Rombongan Opoto yang hanya bertujuh justru membuat kami leluasa bergerak dari depan ke belakang, di antara komunitas-komunitas besar dengan puluhan bahkan ratusan orang anggota. Hikmahnya, kami bisa berkenalan dengan onthelis-onthelis dari berbagai komunitas, salah satunya adalah Mas Wayan dari Bali yang ternyata sudah tidak asing dengan blog angkringan Opoto.

Opoto-di-JKB2-009bergembira menyusuri jalanan kota Jogja

Jam terbang tinggi komunitas Podjok tentu saja dapat diandalkan. Di setiap persimpangan jalan, terlihat panitia, tak terkecuali para personel senior Podjok,  selalu hadir untuk memandu arah rute. Di kawasan Timoho, beberapa remaja puteri dengan senyum riang berderet membagikan air minum yang segera disambut dengan antusias oleh para peserta yang mulai kehausan.  Sayangnya, sepanjang tepi jalan di kawasan Timoho jadi penuh dengan gelas-gelas kemasan air mineral yang dibuang begitu saja. Beberapa onthelis yang peduli melempar kemasan tersebut ke tempat sampah di sudut halte bus trans Jogja. Agaknya, jika bersepeda dimaksudkan sebagai salah satu sarana kampanye lingkungan, maka kesadaran akan pentingnya kebersihan dan pelestarian lingkungan semestinya sudah menjadi prasyarat wajib bagi kita para onthelis.

Opoto-di-JKB2-010menyapa peserta, menghalau dahaga…

Perjalanan cukup jauh akhirnya berakhir kembali di JNM dengan lancar, meskipun diwarnai beberapa kejadian kecil seperti sepeda yang rusak, peserta yang mengalami kram, sebagaimana umumnya terjadi dalam event bersepeda seperti ini.

Opoto-di-JKB2-011aneka gaya onthelis-onthelista dan onthelis yunior

Siang itu, selain berkeliling ke arena klithikan, kami sempat mengunjungi ruang pameran onthel. Di sana kami bertemu Pak Ngatijo, Pak Royo, dan teman-teman Podjok.  Pameran onthel semacam ini selalu membuat kami takjub. Entah dari mana asalnya, yang jelas kami belum pernah menjumpai sepeda-sepeda unik seperti itu berkeliaran di kampung kami. Kami jadi ingat nasehat Pak Sahid Nugroho, salah satu tokoh Podjok bahwa sepeda-sepeda yang benar-benar antik dan otentik sebaiknya memang hanya dikeluarkan pada moment-moment istimewa saja.

Opoto-di-JKB2-012Bengkel sepuh Pak Ngatijo Kalibayem & Pak Suroyo Kotagede di pameran…

Setelah berangkat pagi-pagi dan bersepeda menempuh perjalanan sedemikian jauh, momentum paling penting tentu saja makan. Di bawah keteduhan pohon beringin, kami melepas lelah sambil menikmati konsumsi dari panitia. Sayup-sayup terdengar musik dangdut di area belakang. Tiba-tiba Pak Anto, salah seorang Opoters, nyeletuk: “ Onthel itu dunia laki-laki…”

Opoto-di-JKB2-013persaudaraan, dedikasi, dan kegembiraan…

Kami pun lalu berdiskusi mengenai dunia sepeda onthel, dunia hobby yang berbasiskan kerinduan akan kejayaan masa lalu. Bukankah kebutuhan menghadirkan masa lalu memang cenderung lebih banyak ada pada  para pria sehingga rasanya harus dimaklumi kalau setting acara sepeda onthel biasanya lebih ber-‘aroma’ pria. Beruntunglah selalu ada onthelista yang berkenan hadir sehingga mempermanis suasana. Bukan sebagai objek semata, melainkan juga subjek, karena dalam banyak hal para pria kadang juga butuh diarahkan dan ‘diurus’ oleh wanita.

Opoto-di-JKB2-014area klithikan, aneka barang buruan, dan aneka makanan…

Hari beranjak makin siang ketika kami bersepakat untuk bergegas pulang, meninggalkan arena pesta yang dihadiri sekian banyak onthelis. Mungkin tidak sangat banyak, tetapi setidaknya jauh lebih banyak dari yang diperkirakan oleh panitia. Terbukti, jatah sertifikat yang disiapkan panitia ludes terpakai saat onthelis dari berbagai daerah masih antri mendaftar. Hal ini semestinya membesarkan hati kita semua bahwa semangat onthelis untuk saling mengunjungi, minat menggowes sepeda onthel tua bersama-sama masih sangat besar.

Opoto-di-JKB2-015

Opoters: lahap dan setia selalu 🙂

Khusus bagi sahabat-sahabat Podjok, pesta onthel kali ini juga menunjukkan bahwa meskipun dinamika perjalanan menuntut untuk terus memperbarui warna serta suasana, komunitas Podjok dan onthelis Jogja serta nusantara pada umumnya ternyata masih ada!

59 responses to “Jogja Kembali Bersepeda II: Pesta Onthelis Nusantara dan Dunia Para Pria

  1. terasa ada yang kurang.. apa ya…

  2. Wakakakak…. kurang kuliah 1 SKS lagi mas Aat……heheheh,
    Kapan bisa join ngontel lagi nih? ….. apa nembang malam….?
    Thanks Pak noer uploadnya menambah seru dunia peronthelan……
    Salam OPOTO……

    • Minggu ini kuliahnya kelar. Tapi kita pas kerja bakti, to? Apa perlu diajukan Sabtu?

      • I'wey Onthelist

        Kerja bakti dimana Pak Noer? gini nih kalo jadi warga ga nyimak saat rapat RT….. wakakakak, iya nih dah 3 minggu libur ngontel…. ceritanya nemenin Mas Aat…. heheheh

  3. Sabtu minggu besok tak bisa. kerja…. (keluh)

  4. pagi om noer dan teman” opoto semua, akhirnya nyampe juga keinginan berkenalan dgn komunitas opoto dan dapat bonus nampang di blog nya opoto. matur suksma

    • Pagi juga. Naaa… ini dia onthelis penyebar virus di Bali. Kira-kira motif kecintaannya terhadap sepeda onthel apa yaaa?🙂

    • Mas Wayan, kalo fotonya gratis, tapi kalau udah di up load baru bayar…..wakakakak, ya kan pak noer…..heheheh

  5. siap menyimak, Mas Aat, katanya banyak absen, ngejar setoran atau ngejar Mas-Mas?

  6. Kl sy lebih condong kepada kenikmatan mengendarai spd onthel. Dimana ada sensasi yg berbeda ketika mengendarai spd onthel dan adanya berbagai komentar dari orang” dijalan yg sering sy lewati ketika pulang pergi ke kantor dgn mengandarai spd onthel. Spd onthel membuat sy bisa merasakan jatuh cinta lagi.

    • Wah asik tuh kalo tiap hari naik onthel, bisa tiap hari jatuh cinta ya bli? jadi awet muda….. hehehehe

      • wongeres OPOTO

        Putaran dan kayuhan sepeda onthel memang seolah-olah justru menghambat perputaran usia. Buktinya saya awet tua. Tapi semoga nggak awet jatuh cinta ya. Hahaha… Soalnya bahkan di sepanjang jalanan desa pun banyak stimulus yang merangsang bel sepeda para Opoters berdering dan berdenting. Hayo, ngaku! 🙂

  7. yup mas, adanya cuma sepeda onthel, jadi dinikmati saja mas he…..he…he…

  8. kali ini konsumsinya nasi kotak…bukan soto😀

  9. Mas Bro Wongeres mesti ke Event BLO (Bandung Lautan Onthel) 2013, pasti ulasannya super keren karena kotanya juga keren bangeti…

  10. Gimana kabarnya jogja teman” opoto ??? Met taon baru 2013 ya. Salam dari bali.

    • Kabar baik aja, Mas Wayan. Kami merencanakan perjalanan yang lebih jauh dari Potorono, tapi masih terkendala hujan😦

    • I'wey Onthelist

      Mas wayan,saya Irwan OPOTO. sy lagi dibali…. panjenengan tinggal dimana? sy lg nginap di bali Rani Hotel, Jl Kartika Plaza. pingin liat koleksinya…..heheheh salam dari OPOTO

  11. Saya sangat terkesan dgn gaya ngonthel ala opoto yg mirip study tour…alhamdulillah blog ini menginspirasi saya sehingga sudah 2 bln ini rutin brangkat-pulang kantor naik onthel, awalnya memang sedikit aneh tp lama2 mulai jd lifestyle yg cukup asyik…saya tunggu cerita2 dari opoto berikutnya…mtrnuwun

    • Terima kasih atas apresiasi yang diberikan. Senang sekali kalau apa yang kami lakukan ini menginspirasi banyak pihak untuk mencintai sepeda, kesehatan diri sendiri, lingkungan/sosial, dan hidup yang indah ini🙂

      Opoto masih terus bersepeda di hari Minggu, tapi saat ini kami sedang merencanakan untuk melakukan sesuatu yang mampu memberikan arti lebih luas lagi. Mohon doa restu…

      • Apa kabar para opoters, lama tdk ada tulisan mengenai tour de potorono padahal sdh mulai puasa lho. Kita menunggu “sesuatu dlm arti yg lebih luas” dari potorono. Nuwun

      • wongeres OPOTO

        Kabar baik saja, Mas Dokter. Iya nih, liputannya saja yang telat. Ngepitnya tetep jalan kok. Coba nanti saya upload lagi cerita ngonthel Opoto. Salam buat onthelis Gombong. Matur nuwun atas perhatian yang diberikan.

      • Sama” pak nur. Kami tunggu ulasan berikutnya. Nanti klo mau main ke gombong kita tunggu kabarnya. No hp sy 08122715957

      • wongeres OPOTO

        Undangan yang menarik.
        Terlalu sayang untuk dilewatkan🙂

  12. Pak Wongers pripun kabare ? Pak kulo nyuwun no hp penjenengan malih nggih,ingkang wingi niko ical j,nyuwun tulung supados sms no hp kulo: 0852 7770 5575 ( Teguh,Aceh ) nuwun Pak,,,,,

  13. semoga jadwal ngontel opoto bisa di upload he he

  14. nunggu tulisan baru lagi

    • apa kabar mas “…” blm ada kisah baru ya. Kami deg degan menantinya lho..

      • wongeres OPOTO

        Hahaha… Kadang orang butuh ‘privasi’ untuk sembunyi dari kehidupan kita di dunia lain yang hingar-bingar lho, Pak Rendra😀

        Banyak kisah, tapi tidak sempat dilaporkan. Lha mbok ayo, sekali-sekali ikut jadi tokoh dalam kisah-kisah tsb. Sudah lama banget lho… Kami nantikan rawuhipun ing Potorono…

  15. Mungkin saya bisa share sedikit “akibat” dari membaca-baca tulisan di blog Opoto ini..
    Setelah beberapa bulan kecebur dalam dunia onthel, sekarang saya udah punya peliharaan 4 ekor onthel “murah meriah”..
    Efek selanjutnya rumah saya yg kecil (dan belum lunas) bnr-bnr terasa sempit untuk menampung onthel-onthel tsb. Tp terlepas dari itu, alhamdulillah isteri cukup mendukung hobi saya terkait peronthelan, Padahal waktu beli onthel pertama saya bilangnya “cuma mo punya satu aja”, setelah punya satu bilang lagi “kok cuma satu, kayaknya masi kurang”, setelah punya dua ternyata nambah lagi sambil bilang “kayaknya tiga udah cukup ya”, setelah punya tiga “wah ini ada onthel murah dan unik, sayang klo gak dibeli” dst.. hehehe😀

    • Hahaha… Padahal para Opoters ini malah cuma pada punya satu saja sepeda onthel (dan beberapa lagi lainnya!). Agaknya di sini berlaku prinsip: kalau boleh lebih dari satu, kenapa cuma dua?😀
      Btw, salut atas kepedulian menyelamatkan onthel agar bisa difungsikan kembali…

  16. ha ha ha ha……..virus onthel penyakit yg luar biasa njih Pak De

  17. Kalau sudah kesenangan berjalan apalagi yang disenengi itu merupakan dambaan hati yang paling dalam hakhirnya lupa makan dan lupa tidur disitulah rasa senang yang sangat indah tidak dapat diutarakan hanya bisa dirasakan dengan gayungan kaki yang lemah gemulai, Maaf ya? Kalau sudah dimiliki harus bisa menyelimuti agar nyamuk tidak bisa nempel di kerangkanya, Apalagi kalau punya GAZELLE Ya Ampun …….Senangnya.
    Komang Arya BALI HP.08123807806.

    • wongeres OPOTO

      Haduuh, dari bahasanya… terasa daleeem banget kecintaannya pada onthel. Hehe. Ayolah onthelis Indonesia, jangan berhenti mengayuh! Bravo, Bli!!

  18. Mau naik Gaz Plex kok awang-awangen

  19. Noeroel Evantoro

    Pengen punya onthel , pulang ke Madura tanya sana-sini wow harganya gak bisa diajak kompromi.

  20. Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir bathin buat sedulur opoters semua. Salam dari Bali

  21. lama gak nulis atrtikel lagi kang suwun

  22. Wah tampaknya yang punya blog lagi suiibuk, kangen tulisannya je. Segera ya pakde?

    • wongeres OPOTO

      Haha… janjinya minggu depan, tapi lupa nulis tahunnya ya.
      Kasinggihan… Maturnuwun, sudah diingatkan.

  23. bagus kurniawan

    Mas Aat ngilang atau beralih iman ya alias ngetril?

    • wongeres OPOTO

      Garasi onthelnya sedang direnovasi, Mas. Kemarin saya ke sana dengan pertanyaan yang sama, malah ditantang untuk ndulit Humber 24-nya: “Ada debunya nggak, hayo?!” Gitu, je…

  24. bagus kurniawan

    woooo, tambah kinclong kalau begitu

  25. Dibalik senangnya dengan sepeda ontel pikiran selalu menanti hari minggu bangun pagi pagi ingin mengayuh si gagah perkasa diajak jalan jalan menelusuri jalan khusus yang disediakan oleh pemerintah walikota sehingga karpryday sangat membantu kalangan masyarakat untuk menikmati jalan bebas hambatan yang tersedia, ontel pun mendapat kebebasan berlengak lenggok di atas jalan yang jauh dari kepulan asap sehingga udara bersih kita dapatkan.

    • wongeres OPOTO

      Wah, ini sepertinya sudah masuk golongan onthelis stadium tinggi ya. Apresiasinya tentang si onthel perkasa (heren 24?) daleeem banget. Hehe… Selamat beronthel-ria. Sehat lahir batin. Salam hangat dari kampung Potorono.

  26. Wah, ono Pak Anto.😀

  27. wongeres OPOTO

    Ya itu sisi lain kehidupan seorang Pak Anto🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s