Pasar Kembangsari: Antara Bencana dan Berkah

Meskipun kita menyadari bahwa dunia ini fana adanya, tetapi ketika terjadi sesuatu yang menegaskan ketiadakekalan bumi seisinya ini, kadang tak mudah bagi kita untuk menerimanya. Terlebih lagi kalau hal itu terjadi pada lingkungan keseharian kita. Padahal kehidupan harus terus berjalan dengan keserbafanaan untuk memberi ruang kepada perubahan, karena setiap perubahan itu akan meniupkan nafas baru bagi masa depan.

bangunan pasar Kembangsari yang dibangun pascagempa

Ketika terjadi gempa Jogja, Mei 2006 lalu, sebuah kenyataan pahit harus dihadapi. Akan tetapi, meskipun rasa kehilangan dan kerugian yang ada serasa tak tertahankan, kehidupan harus dilanjutkan. Maka, rumah serta gedung sekolah yang rubuh dan rusak di sana-sini kembali dibenahi. Ruko dan pasar sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat kampung kembali dibangun. Masyarakat Jogja segera bangkit bahu-membahu menata kehidupan. Berbagai kalangan pun menggalang empati mengulurkan bantuan.

Tersebutlah pasar Kembangsari. Berkat kerjasama Pemerintah Daerah Kabupaten Bantul dan Dompet Dhuafa, pasar tradisional di wilayah Piyungan, Bantul, Jogja yang ikut hancur saat gempa ini berhasil bangkit dari kehancuran. Tak hanya bangkit, desain unik yang dirancang untuknya telah mengubahnya menjadi pasar yang bersih dan asri tanpa harus kehilangan karakternya sebagai pasar tradisional dengan interaksi tinggi antara penjual dan pembeli.

sebagian Opoters berpose di depan pasar, sebagian lagi sengaja nyasarπŸ™‚

Saat komunitas Opoto (Onthel Potorono) pada hari Minggu, 28 Maret 2010 lalu singgah sebentar di pasar ini, keunikan itu segera terlihat, antara lain dari bentuk deretan los (lapak) yang berupa panggung, tempat para penjual duduk menjajakan dagangannya. Panggung dari semen itu sekaligus juga berfungsi sebagai locker tempat mereka menyimpan dagangan saat pasar tutup. Dengan begitu, pasar akan selalu terlihat bersih dan rapi, tak ada lagi kotak atau almari yang biasanya berserakan di sana-sini.

Los-los yang dahulu dibangun dari kayu dan bambu itu kini dinaungi oleh atap berpenyangga pilar-pilar yang tampak kokoh. Bagian atap paling depan dari setiap barisan los dibuat membulat menyerupai caping lebar berhiaskan aneka motif batik yang menarik. Los-los pasar dengan caping-caping batik berukuran raksasa itulah yang menjadi wajah pasar Kembangsari, sementara tak seperti pada umumnya pasar yang ada, kios-kios justru dibangun di belakang deretan los tersebut.

los pasar model panggung

Konon, konsep β€˜pasar komunitas’ (para pedagang di pasar ini tergabung dalam sebuah paguyuban) yang diterapkan dalam pembangunan pasar ini memang lebih memberikan perhatian pada pemerataan perputaran ekonomi sehingga pedagang-pedagang kecil sengaja ditempatkan di bagian depan agar mudah diakses pembeli. Interaksi pembeli dan pedagang kecil di los-los inilah yang tampak menghidupkan pasar, mengumandangkan suara khas pasar tradisional saat pasar mulai temawon, yaitu saat keramaian transaksi mencapai puncaknya.

pedagang yang tumpah ke jalan, los pasar, dan kios di bagian belakang

Beberapa pedagang yang mungkin tidak kebagian los tampak memadati bagian depan pasar, menjajakan aneka sayuran, cabe, singkong, dan buah-buahan seperti pisang serta kokosan (serupa duku tetapi rasanya cenderung asam) yang digelar di lantai beralaskan tikar dan plastik. Dilihat dari jenis dan penampilannya, hasil bumi yang dijual itu sepertinya hanya dipanen dari kebun warga sekitar.

Bagi Opoters, los paling menarik adalah yang menjual makanan. Aneka jajanan kampung seperti jadah tempe (jenang ketan yang dimakan bersama tempe dan tahu bacem), gethuk singkong, bubur, dan katul merupakan jajanan khas yang selalu dijajakan di pasar itu sejak beberapa generasi yang lalu. Beberapa penjual yang kemungkinan adalah juga para pembuatnya pun tampak sudah berusia lanjut. Konon, beberapa orang justru gemar membeli jajanan semacam ini karena meskipun penampilannya sederhana, tetapi jajanan kuno ini terbukti lebih menyehatkan.

makanan dan pakaian yang dikonsumsi sebatas kebutuhan

Satu hal menarik yang kami perhatikan, di dalam los-los pasar itu orang bisa berjualan apa saja. Sembako, jajanan, hingga pakaian dalam. Bahkan ada yang menjual berbagai model baju yang digantung berjajar, sementara di bawahnya digelar tauge, tape, dan entah apa lagi. Mereka menjual aneka kebutuhan hidup. Pangan dan sandang adalah satu hal, selama sama-sama digunakan sebagai pemenuhan kebutuhan, bukan kemewahan.

Bernostalgia menikmati suasana di pasar Kembangsari ini tak bisa kami lakukan berlama-lama. Hari sudah mulai siang, sementara jarak ke rumah masih cukup panjang. Di samping itu, masih ada satu ritual yang harus kami tuntaskan dalam perjalanan pulang, yaitu nyoto. Sebuah acara yang terlanjur melekat pada nama komunitas Opoto. Bukan sebagai onthel Potorono, tetapi sebagai onthel-photo-nyoto.πŸ™‚

Opoto, setitik kecil di tengah semua keindahan ini…

Maka, tak lama kemudian kami bertujuh sudah mengayuh sepeda onthel kami menyusuri selokan, melewati persawahan dengan air berlimpah menggenang menyambut musim tanam. Di petak-petak sawah itu kami lihat beberapa orang sibuk menanam padi berurutan, sementara anak-anak mereka mandi telanjang di selokan sambil saling memercikkan air ke muka temannya. Mereka berteriak-teriak menyapa saat kami melintas di hadapan mereka.

Tanpa terasa, ketika kemudian kami menemukan warung soto, kami sudah masuk ke jalan Wonosari. Warung yang sederhana, tetapi cukup memancing selera. Setidaknya bagi serombongan onthelis yang kelaparan seperti kami. Rupanya tak hanya suasana baru yang kami dapatkan di sini, tetapi juga porsi soto yang lebih banyak. Meskipun begitu, soto itu pun tandas juga.

di mana ada soto, di situ ada Opoto

Setelah perut kami terisi, bahkan agak kekenyangan karena porsi ekstranya, kami kembali mengayuh sepeda onthel kami melewati dua-tiga tanjakan sebelum kami memasuki wilayah Potorono. Penat dan lelah tak lagi terasakan begitu kami sampai di rumah. Kebugaran dan keriangan berada di tengah teman-teman jauh lebih berkesan dan karenanya akan selalu kami rindukan. Setiap Minggu. Setiap waktu.

***
Tulisan ini didedikasikan untuk Pak Joni Santoso yang sempat ngonthel bersama ke pasar Kembangsari sebelum sakit. Semoga Pak Joni sabar menghadapi keterbatasan selama sakit. Dalam keterbatasan itu, masih banyak hal yang bisa dikerjakan. Tetaplah semangat, semoga segera pulih, agar dapat kembali menjalankan semua aktivitas dengan baik.

82 responses to “Pasar Kembangsari: Antara Bencana dan Berkah

  1. Semoga tidak ada lagi bencana gempa yg tjd spt di thn 2006 silam… Dan semoga ini mjdkan kita sadar bahwa kita tdk kuasa melawan kehendak-Nya… Tetapi kita hrs eling lan waspada, serta tetap tabah dlm menghadapi bencana…

    • onthelpotorono

      Amiin. Bersemangat, tapi tawakal. Ikhtiar, tapi semeleh… Ngono ning ojo ngono. Gampang-gampang susah ya Mas Bagus.

  2. kali ini Opoto jenenge ganti : Mas Ngabehi Mlebu Pasar. Yang pasti nggak ada klitikan to.
    Wah wah wah wah……Mas Ngabehi dahar soto yo kok koyo kancaku sing bar narik becak ……lahap tenan……..he he he he.
    Bar nyoto opo yo isih kuat melahap “tiga tanjakan” Pak De ?

    • onthelpotorono

      Ngabehi nglurug pasar. Hehe… yang pating klithik ya waktu nyoto itu Mas. Kontes dhokoh. Habis itu nanjak lagi. Bukannya tambah tenaga, tapi malah tambah beban soto semangkok. Haha….

  3. klo si mba sari “pergi” jadinya pasar kidul stasiun ato apakah si mba pergi ksana ya? hehehe…piss!!πŸ™‚
    Pak Nur klo ga dpt keteng bentoel kasih aj keteng djarum ato 123 gmana? hehehe…
    Slamat nggenjot lagi Pak!

    • onthelpotorono

      Wah, Mas Yox ini… jan tenan! Ide menyenangkan istri tadi (bersihin dan rapiin rumah dengan cara melipat banyak sepeda jadi satu sepeda muluuuusss…) marai mangan ra iso turu, turu ra iso mangan. Haha…

  4. hahaha..orang jgj klo denger pasar pasti pikiran pertama kidul stasiunπŸ™‚ … betul pak ide bagus cukup dilipat jd 1 saja..sy dukung 1000 % !!! TOP MARKOTOP pokoke..patut dipertimbangkan soalnya “komandan” jg msh punya jodohnya, serasi klo ber2an dg istri trus nanti sy tak nempil buat foto pre-wedding ya pak hehe..stau sy nek turu ket dhisik yo ora iso mangan..keselek pak! hahaha…

    • onthelpotorono

      Mas Yox ini sebetulnya mau proklamasi kalau sudah ada kandidat mantap untuk diajak foto pre-wedding, gitu ya? Sebenarnya kan bisa saja nyicil foto dulu, nanti mempelai wanitanya diperagakan oleh model! Haha…

  5. wah ..ini baru reportase pembangkit selera… jajan pasar ( sy sangat suka dengan ” burger ketan tempe bacem”.. bukan burgers deventer….hehehe…
    kali ini jati diri OPOTO tersirat tegas… yaitu Ritual Nyoto… lheb tenan..salam..

    • onthelpotorono

      Kalau burger roti-selai-roti, konon di Madura namanya bret jambret, ta’iye?πŸ˜€

      Iya, Pak Rendra. Keliatan aslinya dhokoh semua! Haha…

  6. Burgers Jadah Ketan Tempe Bacem, boleh dimakan. Sepeda Burgers Deventer milik bakule boleh ditawar, siapa tahu boleh dibawa pulang.

    • onthelpotorono

      Lho. Mas Bagus sekarang juga jadi agen jadah tempe to? Mentang-mentang Burgersnya sudah komplit. Hehe…

  7. @ mas bagus… ora entuk burgers yo ra popo asal entuk ngincipi burger baceme..hehehe

  8. Selalu bikin ngiler…selamat makan…

  9. Bangunannya punya ciri khas. Salut..
    Salam

  10. ngumpul ra ngumpul…..makan = ngumpul ra ngumpul…..ngontel…………..kapan ngonthel bareng nih ?

  11. Mas Noer Itu belum komplit, masih kurang lampu stopan, belakang ngiler sama lampunya juragan Potoranan plus sama jodoh atau sepasangnya Burges Dames. Belum dapat masih harus rajin keluar masuk kampung ata desa.

    • onthelpotorono

      Burgers saya sudah lumayan komplit Mas, tinggal nyarikan kronjot (keranjang) kanan-kiri, siap dibawa ke pasar. Hehe…

      Mas Bagus, 22 Mei sudah makin dekat, kapan-kapan kita ngumpul di TBY ya.

  12. Kayak tim sepakbola nasional belanda lagi main ke saudaranya di timur jauh, cruff,nistelroy,rud gullit,nisken….tapi seedorfnya lagi kommen ini Gus Nur, sambil nggayemi bala-bala da gehu.

    • onthelpotorono

      Kok tokoh-tokoh yang disebutkan usianya lintas generasi ya. Generasi Ramang masih guyub sama Bambang Pamungkas? Hehe… Lha kalau soal nggayemi itu memang acara wajibnya Opoto di akhir touring, meskipun kalau ada Juncker komplit atau Fongers teji kemliwer ya tetep njranthal…πŸ™‚

  13. @apalagi juncker 24 nya ron genduru nan jangkung manis…hehehe

    • onthelpotorono

      Coba pemiliknya agak trendy (gemar mengikuti trend) ya, pasti dituker Burgers, kalau perlu tombok! Hahaha…

  14. Oke, Mas siap. kapan saja siap di kontak biasanya kalau agak sore hingga jam 8-nan, saya sering nongkrong di kafe so ringin TBY kumpul sama teman-teman seniman, fotografer dll

    • onthelpotorono

      Lha iya di situ Mas kita kumpulnya. Siplah, saya tanya teman-teman lain dulu selanya kapan. Nggak harus bawa Burgers kok. Kalau spatbor Cycloide sih boleh-boleh saja…πŸ˜€

  15. @Hahaha iya Gus Wong, Kayak PFG barengan Burgers, bener2 lintas gnerasi hehehe!Kemarin ada HZ 60 tromol njranthal trus njrunthul, diplecit mawon Gus…?

    @Gus KPH Zadel, Juncker 60 siap mabur, lha swiwine sampun pepek hehehe…didekep mawon Gus….

    • onthelpotorono

      Wah…wah… sepercik kekuatan yang diberikan pada manusia saja hasilnya ngedab-ngedabi. Orang selapangan minta hujan, langsung bledheg ngampar-ampar pisang. Hehe… Satu orang nyruput soto sambil mantheng pikir, HZnya pun datang berserah diri. Hmm…

      Membayangkan priyagung satu ini malah yang muncul pengelana Shaolin. Mencari potensi, memoles, lalu mengikhlaskannya untuk terbang bebas dalam keutuhan karakter dan jatidirinya. Tunggu apa lagi, Den Mas Zadel?πŸ˜€

  16. Sepeda Classic, bahan bakare jadah,tempe bacem,sambel trasi,terong ungu,soto iwak pitik siap reformasi dan reproduksi……
    Reportase-ne Potorono sangat khas, memBUMI ning ora lali LANGIT! Saya membacanya sambil mbrebes…! Weh..weh.weh……poll.

  17. ha ha onthel podho nyoto, sebuah rutinitas yang ditunggu-tunggu oleh para pengemar soon ( soto dan onthel ) semoga teman-teman opotho selalu sehat sehingga selalu dapat memberikan liputan di kampung halaman. salam.

    • onthelpotorono

      Supaya putra-putra terbaik yang terbang melanglang jagad mau pulang barang sebentar untuk ngonthel bareng Opoto? Hehe…

  18. betul betul betul …..pak Faj…………memang beliaulah “wong ndeso” sing ora ndesani , opoto adalah kaum intelektual yang milih tinggal di desanya tinimbang golek pangan nang kuto,
    ……..nyuwun pangapunten nggih Pak De
    Salam onthel……..

    • onthelpotorono

      Haha… Mas Heri mulai bikin-bikin istilah nih. Memangnya apa bedanya wong ndeso dan wong kutho? Lha kalau suruh milih jadi wong ndeso nguthani atau wong kutho ndesani, pilih mana, hayo? Padahal kan dua-duanya berarti ‘pembohong’? Hehe…

  19. cocok mas Heri, kayaknya apapun nama partainya, asal ada nama Gus Wong tak coblos blosssss..gak ada indikasi mau study banding, ..konstituen-e sekarat, lha wong agung-e nyocokne klambi karo dasi..weleh..weleh!
    Kalo pemain bola Gus Wong adalah man of the match, selalu always….

  20. se 7 Mas “Anoman obong” ….he he he he…..
    ……nderek tepang…..salam dari punggowo DeFOC- Depok….tetap semangat bersepeda

  21. @wah pendekar seribu nama ron genduru,anoman obing ,kumbokarno luwe dll… pripun to rebugane sing trewoco… lha wis metu wulune yo ndang di burke wae to njeng kyai jun 26 nya…
    @ mas wong alias Kyai Gringsing alias pasingsingan alias romo semar alias ” dalam pada itu” … mbok di ewangi ngglembuk Gus genduru alaias branjang kawat to…hehehehe… tobaaat..
    @ mas Heri keprimen kabare…??

    • Lha ini rembugannya kok jadi sekitar burger dan junk food ya. Hehe… E, lha Den Mas Zadel sendiri malah ikutan kurang trewoco. Kalau Swiwi itu katakanlah semacam stang lengkap dengan rem tusuk, apakah wulu itu cagak lampu tanpa lubang, mirip punya Burgers, bertuliskan Juncker, satu set lampu dan dinamo dengan tulisan sama, atau rotel juga dengan ketrikan Juncker?

  22. Nuwun inggih mas Herry,salam kenal n ngonthel selalu!
    Juncker 24 pepek ulune,Gus Zadel, tapi tasih ngloloh hehehe! Saya mau coba ngonthel yang lebih extreme Gus, Gazelle grandsport 3 speed 2 pintu, clana mrecet,kaos yang ada kantong belakang, siap ke Tangkubanperahu, tapi awang-awangen….lho Gus!

  23. @Denmas Zadel : mosok sih GusWong “aliasnya” buanyak, padahal beliau bukan teroris beliau cuman sekedar Onthelis…yg berkumis…humoris…berkumis…optimis….dan sotois….ha ha ha ha
    alhamdulillah inyong selalu sehat sehat saja berkat selalu ngonthel bareng DeFOC setiap Minggu pagi,……gimana panjenengan? mbok ya pada waras (belum gemblung…..he he he he)..Nyuwun gunging pangapunten nggih….pokoke….ngonthel to be happy lah ya

  24. Erwin Erlangga

    lha kaos ku cjdw ternyata.
    Lapor boz.. lama gak ngonthel kog sikilku menderita pegal ya.. ??? dan itu terjadi setelah mkn kepala bebek.

  25. Mas erwin coba konsultasi ama mrs. Zadel, LDL dikepala bebek tinggi gak mas….

  26. Nuwun inggih Denmas Wong, stang,rotel,cagak lampu wonten seratan juncker, as depan belakang nggih wonten,tapi lha lampu bauer kalian dynamo arko mboten empan…hehehe toefl boso jowone 2,5 juta…empan ki opo….

  27. @mas branjang.ijol anggon yuk…22 kan pas buat penjenengan..kondisi orinya juga sama plek….. cuma ga ada arkonya…hehehehe

  28. Kagem Komunitas OPOTO, nderek memuji smoga Allah segera memberikan kesembuhan untuk Pak Joni, salam kami dari “KONTJI-Ciledug” Semoga selalu guyub dan rukun selalu diantara sesama anggota!

    • onthelpotorono

      Matur nuwun. Berkat doa teman-teman, Pak Joni sudah sembuh, sudah bisa blusukan lagi ke bengkel mbetulin cycloidenya. Sekedar pengobat kangen, karena belum boleh ngonthel. Sabar ya Pak Joni…

  29. mas heri agusti pripun khabare` ? mugi-mugi tansan sehat amin. minggu pungkasan wulan april kulo kepangih sederek DEFOC wonten HI, nangging kok mboten kepanggih panjenengan ?

  30. Duuuuuh… pak dhe branjang ama om zadel kok pada tukeran “titihan” yach….

    hayooo.. siapa mau tukar Simplex cycloide heren dengan model STANG yang sangat-2 langka??? … bel menyatu dengan setang????πŸ˜₯

  31. onthelpotorono

    Wah, sebentar lagi Kyai Juncker Andhap dan Kyai Juncker Inggil akan bertukar pemilik. Kira-kira akan ditukar begitu saja atau harus ada azas pemerataan ya? Maksudnya, kedua sepeda ditimbang, lalu selisih berat yang ada akan dibagi dua dan dikurskan ke dollar. Kalau nggak mau repot, ya selisihnya itu dihibahkan untuk biaya melepas bell dari stang cycloide. Gimana Pak Agung? Mestinya gampang, kan? Hahaha…

  32. @mas Faj, semoga mas Faj senantiasa sehat sehat selalu.
    Di HI aku ada kok mas Faj, mungkin sedang nongkrong di tempat klitikan simbah, aku dapet topi demang warnane putih. Kapan kapan kita temuan…..salam buat rekan onthelis lainnya…..tetap semangat….nuwun.

  33. @mas Max dan mas Wong…. baru tahap saling menaksir kok blm ada realisasi…. nanti selisihnya buat biasa mengamputasi bell dr stang ajaibnya mas Max….hehehehe
    @ mas Faj, penjenengan wonten jakarta to, kulo kinten wonten bang wetan… apa kbr mas…
    @ mas Branjang dos pundi tutugipun dongeng…( ngarep.com)..

  34. mas Zadel retax, khabar sae, terpaksa nunut gesang wonten jakarta mas, mugi-mugi mas zadel retax tansah sehat amin.

  35. nun injih mas Faj. nuwun. salam

  36. @ Gus Max’s, nun inggih, lha Denmas Zadel priyantunipun Gedhe dhuwur simbar dhodho nitih 22 ,trus saya kecil mreyeyet numpak 24, kedah dipun follow up..wah bel-e aneh no pak Max’s..
    @ Gus Wong Agung Jayengrono, kelihatannya Juncker akan menjadi transaksi abad ini karena akan melibatkan World Bank,kontainer 40 feet dan partai politik gurem dan gajah juga Ekonom Nasteng(sego setengah mateng..)nyuwun pandonganipun panjenengan supados diparingi gangsar urusanipun . Amin!
    @ Gus Haji Zadel, sumonggo nderek’e mawon, 2 dinten mboten online ninjau rumah dinas enggal wonten Washington DC( district of cirebon and Caruban),monggo..monggo..momggo…uler kambang!

  37. Kulo nuwun, Assalamalaikum Pak De Wongeres.

    Minggu pagi acara nyepeda kemana nih?

  38. @gus Branjang…uler kambangipun…dadoooos..sumongo dipun resepi…hihihi… kapan badhe pindah DC gus…tak ampiri nek lewat…

  39. Pak Zadel memang Special,Sharp,tuff tapi gak rigid hehehe, pantesan jagongan di POTORONO gayeng terus!
    Blog ini jadi rame terus,priyayine landep-landep panggraitane,jeruu banget ning ra mbebayani kanggo sing ora iso nglangi,…….kalo kopi darat iso ra turu sewengi muput!(sayang KarBek ,saya gering kurang gizi),kalo ketemu, bisa-bisa dapet Ajian Sirep Begonondo dari Wong Agung Potorono.

  40. Ki Juru Warto

    @ Wongeres

    Apa kabarnya Pak e Tole Wongeres.
    Kulo sowan malih teng blog Opoto niki njih Pak.

    Pak e Tole gimana tips-tips ngontel jarak jauh agar si pengontel tidak jatuh sakit. Soalnya saya pernah klenger gara-gara ngontel jarak jauh ini.

    • onthelpotorono

      Eeee… syukurlah Ki Juru masih mau mampir. Saya kira sudah langsung kapok, sampai saya menuduh Den Mas Zadel telah meninggalkan trauma mendalam bagi Ki Juru. Haha…

      Tipsnya, 1) rutin bersepeda mulai dari jarak pendek hingga semakin jauh. 2) kenali dan persiapkan sepeda yang akan dikendarai. 3) kenali rute yang akan ditempuh. 4) minum jamu rosa. 5) niat. Haha…

  41. Mohon maaf sebelumnya Kang Noer, apakah dari teman teman Opoto ada yg berkenan menghadiri event Malang Tempoe Doloe ? disana ada soto yang terkenal namanya Soto “Dok”. Terus terang saja saya ingin copy darat dgn teman-teman Opoto, namun saya belum ada kesempatan sowan ke Jogja, mungkin bisa berkenalan di Malang.

    • onthelpotorono

      Hmm… ini sebenarnya sebuah tawaran menarik lho. Ya acara ngonthelnya, ya sotonya. Apa lagi dengan begitu bisa copy darat dengan Mas Dony dan koleksinya. Hehe… Sayangnya, tanggal 22 malam kami akan ikut menyiapkan Konser Rakyat Leo Kristi, memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke-102 di Taman Budaya, Yogyakarta….

      • Nampaknya waktu masih belum mengijinkan kita bertemu ya Kang Noer, tapi masih ada hari esok … optimis saja … tadi malam ada briefing teman onthelis Surabaya, rencananya berangkat 2 gerbong dgn 180 person akan serbu Malang

      • onthelpotorono

        Wah…wah… Suroboyo gak onok matine! Salut dengan semangat kebersamaan yang ada. Semoga acara sukses, klithikan lancar… Pulang kembali ke rumah makin sumringah, makin bugar πŸ™‚

  42. Wah…wah… potorono gak onok matine!

    • onthelpotorono

      Ini tadi ternyata mic-nya pakai echo…cho…cho…
      Mas Faj…Faj…Faj…
      Terima kasih banyak…ngak…ngak…ngak…πŸ˜€

    • Asli gak ono matine Kang Faj, Obyeknya bagus, ceritanya menarik, sotonya tak pernah ketinggalan … andai Opoto bisa hadir ke Malang mungkin bisa mencitrakan bagaimana rasa soto dok … :-))
      @Kang Faj : jadinya berangkat ke Malang naik montor muluk or spoor ?

  43. Leo Kristi,… Wong Agung emang kelas berat! Aku merasa tidak cukup terhormat untuk bisa IN di musiknya Mr. Leo Kristi! Istriku hobbinya Leo Kristi,King Crimson,Supersister,Gentle Giant lha saya Caping Gunung plus sego jagung, mayar tho?

    • Kyai Branjang, kalau kelamaan dengar Vangelis malah pening, saya biasanya akan sembuh dengan menikmati tembang Leo Kristi:

      kalau ke kota esok pagi
      sampaikan salam rinduku
      katakan padanya
      nasi tumbuk telah masak

      kan kutunggu sepanjang hari
      kita makan bersama-sama
      berbincang-bincang
      di gubug sudut dari desa

      Sumangga diajak saja Permaisuri menikmati Konser Rakyat Leo Kristi di Jogja, 22 Mei. Kursi terbatas, siapa datang awal akan dapat kursi. Semoga ramai. Maklum, gratis tis tis…πŸ™‚

  44. “….hidup kinilah mainan anak
    kinilah mainan anak
    tarik tariklah nafasmu..
    dengan bekerja kau rasa manis..
    manis manislah nafasmu..
    dengan belajar kau rasa asin…
    asin asinlah nafasmu…dengan bercinta kau rasa pahit…
    pahit pahitlah nafasmu…..
    mas Noer ..rasanya pengen banget datang di jogja menikmati geriap musik Leo..tp apa daya…
    @mas Branjang… caping gunung memang enak di dengar…tp cobalah sekali waktu nikmati musik dan puisi Leo Kristi… kita akan terlempar dlm suasana riang kanak2 dan manusia lugu pedesaan.. suasana laut,gunung dan hutan yg ceria, riang melompat lompat kadang trenyuh dan juga lucu.. sungguh menggugah kesegaran laksana menikmati kayuhan Burgers deventer di pematang sawah yg berangin…hehehehe…

  45. Ayo dekatkan diri kita,
    pada apa saja, pada lukisan,
    pada puisi ato pada pelor yang akan ditembakkan,
    dekatkan pula pada matahari, agar tangan kita menengadah! Bengkel musik Jogja Gus ,tahun 80an?
    Bukan main 2 priyagung ini! Makane klop, onthel bareng, dengerin musik berkelas bareng!

  46. Leo Kristi? Waduh……dia salah satu favouritku nih Pak De…..ingin ikut menyaksikan tetapi masih belum bisa ninggalin rumah, ada acara keluarga……nyesel…tetapi biarlah kami menikmati Leo Kristi dalam imajinasi saja.
    Selamat dan semoga sukses

  47. akhirnya bisa sampai ke markas opoto yang nyaman di pingir sawah plus ajakan nonton konser leo kristi. kesampaian juga

  48. wah…selamat mas Faj..sy yg ngidam Leo malah ga bisa.. salam buat kerabat OPOTO ya mas…

  49. cuma mampir 30 menit pak rendra untuk memuaskan rasa penasaran, semoga sehat selalu untuk pak rendra amin

  50. nun injih pas Faj..amiiin. sementen ugi kagem penjenengan sak keluwrgo..salam

  51. assalamualaikum……….yahhhhhh masih pada tidur.
    Pak Faj , Pak Rendra…….duh aku juga belum kaleksanan untuk silaturahmi ke Opoto…..salam saya buat Pak De Wongeres nggih dan semoga Gusti Alloh yg maha welas tansah maringi kawilujengan kagem panjenengan sedaya. Nuwun

  52. Ki Juru Warto

    Hallo Den Mase Rendra, pripun kabare semoga baik-baik selalu. Den Mase ki ngidam Leo njih. Nek kulo ngidam ngonthel malih ki Den Mase, ning sing luwih tebih ben tambah kuat ngonthele…

  53. @mas Heri..sy juga blm pernah mampir Potorono, kpn2 bareng njih…hehehe
    @ ki Juru Warto… niki kulo bingung…sinten njih… kulo tebak kok kados mas Durti to bahasane..hahaha..apa kbr mas….

  54. onthelpotorono

    @Mas Faj
    Kok mampirnya ‘nglimpe’ ya… Haha… Matur nuwun atas ‘kunjungan kilat’nya.

    @Mas Heri
    Amiin. Kami tunggu di sudut desa… Potorono!

    @Pak Rendra
    Sayangnya malam Minggu nanti Pak Rendra bukan kami punya…😦

    @Ki Juru
    Berarti selama ini diam-diam sudah “makan makanan bergizi dan berlatih keras” ya? Haha…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s