Situs Payak: Jejak Kecil Peradaban Masa Lalu

Pengalaman ngonthel, meskipun tak-jauh-jauh dari kawasan sekitar Potorono, Prambanan, dan Imogiri, cukup sudah menyadarkan kami akan luasnya bumi ini. Ibarat sebuah panggung, bumi yang dipinjamkan untuk kita tinggali ini telah mementaskan berjuta-juta cerita lakon: roman, epik, bahkan tragedi. Beberapa lakon sempat meninggalkan jejak yang sesekali kita temui, beberapa yang lain menguap bagai embun di siang hari.

situs-payak-1

padahal hanya diperlukan jalan sekecil ini bagi roda sepeda onthel kami

Minggu, 28 Juni 2009, komunitas Opoto (Onthel Potorono) kembali melihat salah satu jejak sejarah masa lalu. Berangkat pagi-pagi, kami ngonthel bersama menyusuri sawah dan jalan setapak yang mengantarkan kami ke situs Payak.

Dari arah kota Jogja, cagar budaya yang terletak di Dusun Payak, Piyungan, Bantul, Yogyakarta ini sebenarnya lebih mudah dicapai dari jalan Wonosari km 12, tepatnya lewat jalan kampung sebelum Puskesmas (kanan jalan). Masuk tak sampai 300 m akan ditemui sebuah situs petirtaan (tempat air suci) dari abad ke-9 M yang posisinya lebih rendah dari permukaan tanah dan dikelilingi oleh pagar tanaman hijau yang ditata rapi.

situs-payak-2

di masa lalu, entah siapa saja yang pernah lewat di jalan yang kami pijak ini

Struktur bangunan situs masa klasik ini berupa kolam berukuran 3,12 m x 1,24 m dengan dinding membentuk letter U menghadap ke arah barat-daya. Dinding ini tersusun dari batu putih yang sudah berlumut. Pada dinding tersebut terdapat saluran air berukuran 0,25 m x 0,25 m, sedangkan saluran pembuangan airnya terdapat di dasar kolam.

situs-payak-3

kolam air suci dari abad ke-9 Masehi

Selain arca Syiwa yang diperkirakan dahulu menghuni relung pada dinding sisi barat laut, di situs ini juga pernah ditemukan wadah peripih terdiri atas lempengan emas dan perak, serta fragmen gerabah (kendi) yang diperkirakan dahulu dipakai mengambil air untuk kepentingan upacara keagamaan Hindu.

situs-payak-4

bukankah manusia memang makhluk bermain?

Di tengah lingkungan situs yang hijau dan menyegarkan, kami membuat foto-foto yang mengabadikan kekaguman, kebebasan, dan keriangan kami di tengah alam. Sebuah momentum sederhana yang jujur dan indah.

situs-payak-5

sebuah keluarga besar dan sebuah tauladan bagaimana mengakrabi bumi๐Ÿ˜€

Alam nan hijau dan kehidupan kampung yang bersahaja merupakan sumber inspirasi kami. Sepeda onthel yang kami kendarai biasanya telah menjadi bahasa tersendiri yang mengkomunikasikan maksud kehadiran kami sehingga saat kami melintasi kampung-kampung, semua orang senantiasa menyapa kami dengan senyum.

situs-payak-6

sepeda dan bahasa kebersamaan

Minggu pagi itu, beberapa kanak-kanak dan remaja yang semula bermain berlarian pun kemudian bergabung tanpa canggung, bersepeda bersama kami di barisan paling belakang.

Acara ngonthel kali ini tentu saja tanpa melupakan ritual favorit kami: nyoto. Di warung soto langganan, gurauan masih terus mengalir tanpa bisa ditahan. Perasaan senasib seperjalanan ternyata menumbuhkan ikatan emosional yang sungguh ajaib. Dalam ikatan itu, kami tak perlu lagi bersembunyi di balik predikat-predikat dengan tuntutan basa-basi yang artifisial. Kami bergurau dan saling melayani, benar-benar layaknya sebuah keluarga sendiri.

situs-payak-7

layanan istimewa dari saudara tua.

Kehangatan seperti ini membuat muka berseri, dan menjadikan waktu pulang ke rumah sehabis ngonthel sebagai saat-saat yang menyenangkan. Banyak cerita bisa kami bagi sambil bercengkrama bersama anak serta istri.

situs-payak-8

selalu ada yang menyambut, dan selalu ada yang kelelahan๐Ÿ™‚

Kami, komunitas Opoto, tidak tahu seberapa lama kebersamaan seperti ini mampu bertahan. Tetapi, setidaknya kami sekarang percaya bahwa kami masih punya banyak pilihan untuk memaknai hubungan-hubungan. Di atas bumi yang dipinjamkan kepada kami ini, kamilah yang harus menentukan jalan cerita kehidupan kami sendiri. Kami bebas mementaskan: cerita sesaat yang segera menguap, atau naskah pilihan yang akan terus dikenang.

*Salam hangat buat sahabat onthelist di seantero nusantara. Mariย  saling menyemangati untuk selalu menjaga bumi seisinya, agar semua yang kita warisi, mampu kita wariskan kembali dalam keadaan yang tidak lebih buruk dari saat kita mewarisinya.

*referensi:
http://gudeg.net/directory/12/306/Situs-Payak.html

82 responses to “Situs Payak: Jejak Kecil Peradaban Masa Lalu

  1. ceiiiileeeeee…. bagaimanapun juga… eyang “Cipto” pancen OYEEEEEEE…..๐Ÿ˜†

  2. sahabat OPOTERS sangat beruntung di karuniai lingkungan alam yg sangat indah utk menyalurkan hasrat bermesraan dengan alam ………. ngonthel…
    salam dari karawang

  3. Den Baguse "Beny"

    Bapak2, sorry banget besok itu aku gak bisa ikut.
    mungkin dilain waktu bisa gabung lagi hehehehe..

  4. Betul kata Om Rendra,terkadang saya iri dengan lingkungan alam dan kebersamaan OPOTERS karena lingkungan kami tdk demikian.

    salam onthel dari Tangerang

    • onthelpotorono

      Bukankah rumput tetangga akan selalu lebih hijau? Hehe… marilah sesekali kita persilahkan tetangga kita menikmati hijaunya rumput kita๐Ÿ™‚

      Tq apresiasinya Mas Rudie…

  5. tamasya setiap hari!…situs tua..abad 9…headline-nya selalu menarik, selalu ditunggu-tungggu, reportase gaya OPOTO emang harus ditiru oleh komunitas lain, pembelajaran, tauladan!
    serasa ikut tamasya ke Jogja,….rute pilot OPOTO jangan-jangan juga rute para Raja Mataram Kuno, who knows?

    • Wah, Kyai Sandang Walikat bisa aja. Opoters sih mau-mau saja dipakai sebagai contoh, asal bukan contoh jelek๐Ÿ˜€

      Dalam perjalanan kami, selain situs kadang juga kami temukan bungkus mie instant. Sama-sama jejak peradaban…๐Ÿ™‚

  6. ada yang lupa soto !

  7. Hebat dan salut ……uhuk….3x

  8. kang Walikat dan kyai semar, memang sahabat OPOTO terlahir ” dimanjakan” oleh alam dan segenap petilasannya yg ajaib……….. kita yg jauh gak boleh ngiri… beruntung kyai Semar masih kerso berbagi dongeng petualangannya…hehehe… mtrnuwun kyai Gringsing…eh Semar….

  9. Budak Tjimahi

    Sebuah panorama alam dan keakraban yang jarang bisa kita temukan ditempat lain, Jogja dan sekitarnya memang selalu indah dan menawan dilihat dari berbagai sisi….., semoga keindahan itu akan selalu terjaga melalui komunitas sepeda onthel yang selalu membumi…….
    Salam dari kami di Tjimahi

  10. onthelpotorono

    Terima kasih atas support dan apresiasinya. Semoga “pemanjaan” ini tidak membuat kami terbuai. Bumi Tjimahi tentu juga tak kalah indahnya kan…

  11. salah satu “petiasan” ajaib di Potorono ya sang Kyai Semar itu sendiri, yg rajin mendongengkan keindahan alam mbantul dengan segenap ” perilaku unik” Opotersnya……..hehehe…
    … ngombe susu neng pawon, ojo nesu namung guyon……

  12. hwkakaka, kok yo ditampilke kuwi sing tiduran, kacian kan selalu yang kelihatan kecapekan..mentang-mentang paling sepuh……

    Opoters selalu punya cerita…next go public

    • onthelpotorono

      Saya sendiri kaget, jebul ada yang lagi ngetrapke ilmu ‘mengalir’. Capek ya ngaso, ngantuk ya tidur… Beliau yang satu ini kan nggak pernah ngempet. Biarlah semua keluar apa adanya. Tapi ke medan sesulit apa pun, selama ini beliau sampai juga, kan? Yang sepuh ya ilmunya ini. Hehe…

  13. Wah seru ini ada nama baru untuk Wongeres yakni Kyai Semar. “Kyai Semar” ini memang piawai dalam mengkomunikasikan keindahan alam ke dalam keindahan kata dan keindahan gambar digital, sehingga pembaca blog ini menjadi terbius dan hanyut dalam imajinasi sendiri-sendiri. Kehebatan Kyai Semar sangat bisa dimaklumi, karena Beliau itu salahsatu dari ratusan bahkan ribuan murid kesayangan Umar Kayam cs. di Perguruan Sastra UGM he..he..he..

    • onthelpotorono

      Weleh-weleh…
      Duh, reportase kampung(-an) begini kok bawa-bawa nama besar beliau, Ampuun… bisa rusak susu sebelanga…

  14. nah gamblang sudah……….. pantas aja tulisannya selalu mengalir indah.. lha jebul kyaine itu cantriknya ” Pak Ageng” Umar Kayam to… berarti nama kecil Kyai Semar pasti Beni Tholo tholo yo……hehehe,
    Wah Den mas Sahid buka kertu ki…tapi yo gak popo lha wong kasunyatan je….
    yang penting pesan kepada kyaine jgn pernah berhenti ” membius” kami dengan dongeng2 padhusunannya yg indah dan ” mesra”….
    salam

  15. Mas Branjang …sampeyan no ngendi to ndelike… kok ilang…. ki lho di goleki Kyai Semar van Padepokan Potorono….

  16. Salut & kagum buat temen2x OPOTO, krn selain ngonthel itu sehat, ternyata kita bisa belajar sejarah sambil mengayuh onthel.
    Saya selalu mengamati & mengikuti tulisan OPOTO yg khas & indah. Mungkin dilain kesempatan, saya juga pengin ikut ngonthel barang temen2x OPOTO…
    Salam sahabat onthel…

  17. halah, Kyai Upih, saya matek aji panglemunan trus tiwikromo mak jegagig dadi Sandang Walikat..ha..ha..ha! Dari dulu saya sudah mengrasa kalo pimpinan Padhepokan Opoto pasti priyagung Linuwih, lha leres to Kyaine! Kalo baca repertase-nya ,kayak diajak tamasya ke Jogja gratis plus guide, pemandu langgem yang ahli sejarah, critanya mengalir penuh dengan kata hikmah, mau nyantrik ah!!!

    salam
    cantrik jonoluko,kec…ret neng ngisor kloso..lanjut!

  18. den mas Branjang manusia 9 nyawa….. kok koyo janoko, kombang ali2 , permadi, harjuno, jlamprong….dst…wah akeh tenan jejuluke, den Mas kalau mau nyantrik di padepokan Potorono mbok saya di jak to… tp nek tak terawang koyone Kyai Semare lg topo broto piningit ing sak jroning datuloyo alias karantina je…hehehe…. ampun kyaine…..
    Wong Agung Max”s kok ilang to…opo lagi mesu broto bareng Kyaine to….opo lagi nyopot bel cyclo sing dilas nang stang….hehehe.
    salam

  19. onthelpotorono

    @ Cak Branjang
    Wah, lha kalau 9 nyawa itu apa tuntutan lakunya juga harus 9 garwa (sigaraning nyawa?)๐Ÿ™‚

    @Kyai Upih
    Jangan buka rahasia lho. Badar nanti ilmunya. Haha… Kalau sama kyai Upih, kumis saya saja masih kalah tebeeel… Hohoho…

  20. Cak Branjang ora kleru nek Kyai Semar pancen priyagung linuwih… lha wong nek tak waspadaake yo pancen trah adipati Pragolo je………. sekti mondroguno ora tedhas gegaman, setan ora doyan demit ora ndulit, waskiton ing pandulu….. mung yo kuwi…pengapesane mung karo Jengki sport soko jepun…hehehe….ampun kyaine…kumis kulo sampu dipun cukur kok…salam taklim

  21. @ Kyai Upih & Eyang branjang

    Kula satunggaling pawongan ingkang saweg nandang bingung. Awit sampun โ€œngupadi heninge ratri anggayun weninge atiโ€, ananging aggen kula nggula wentah babโ€ bel ingkang pun las setangโ€ dereng wonten kasilipunโ€ฆhiiik…hikkk…๐Ÿ˜ฅ Syukur-syukurโ€ฆ bilih Eyang branjang kaliyan kyai upih paring crito dumateng kulaโ€ฆ.saenggo ndadosno mongkok-ing manah tuwin renaning penggalih kawulaโ€ฆโ€ฆ๐Ÿ˜†

  22. pedesaan dan lingkunganya memang patut untuk dikunjungi. kita bisa menikmati indah dan segarnya udara pagi, dan saling bertegur sapa bila pas berpapasan dengan mereka. sesekali kita membunyikan bel: Ting..Tong ato kling..5x kulo nuwun (tanda numpang lewat) dengan ramah dan selalu mendapat respon yg ramah pula. Mengonthel dengan ROSO (rasa). LANJUTKAN!!!

  23. wong agung Maxs….. penjenengan kudu topo ngalong lan nrowot 400 dinten…..lajeng kungkum olie pit selawe dinten…. mangke saestu wangsiting Gusti bade lumarap dhumateng pnjenengan…. mboten namung bab bel nempel stang ingkang bade rampung…. obat nyamuk kagem kyai Semar ugi bade reroyokan sowang penjenengan…. ugi saged langsing…hehehe

  24. jadi mas Min…wuakakakak

  25. @ kyai Upih / Om Rendra

    Inggih Koko prabu… dalem estokaken dhawuh panjenengan… ananging babakan “kungkum olie pit” menika ingkang dados kawigatosan kula… lajeng dateng pundi kula saget nyumurupi “oli pit” ingkang kathahipun kirang langkung satunggal “genthong” ????? …๐Ÿ˜†

    sakjatosipun dalem menika “langsing, lencir lan mblarak sempal”, ananging rikala pisowanan ing dalu kepengker mboten kanyono-nyono siang-ipun kadhawuhan ngusar griya Tawon… nggih mekaten kedadosanipun… slira kula dados ageng lambah-lambah bumi….. huaaaaa…haaaa…๐Ÿ™‚

  26. @ Wongeres alias Kyai Semar

    Kalau Opoters hobby jajan Soto Pleret, tadi malam saya dengan beberapa Kerabat Podjok expedisi onthel kuliner mencoba bakmi jawa Pasar Pleret, dan ternyata diluar dugaan enak juga, menurut saya tergolong grade B sejajar dengan bakmi Pak Trisno Manding, Mbah Mo Manding dan Kotagedhe.

    Yang membuat saya “impressed” untuk bakmi jawa Pasar Pleret adalah ketika mencicipi menu bakmi campur mihun, bahan mihun yang biasanya merusak rasa bumbu, kali ini tidak memberikan efek moderasi sedikitpun, jadi bakmi secara keseluruhan tetap mantap rasanya.

    Kalau grade A, versi saya tetap bakmi jawa Pak Rebo samping selatan SD Kintelan Jalan Brigjen Katamso Jogja. Silahkan mencoba he..he..he..

    • onthelpotorono

      Pak Sahid, kenapa kita menyebutnya bakmi ya? Menurut Pak Sahid, kata ‘bak’ itu dekat dengan segala yang berbau daging babi, atau dekat dengan transportfiet? Haha…

      Apakah kata ‘Jawa’ itu menyiratkan adanya formulasi bumbu atau bahan yang sudah disesuaikan dengan konsumen Jawa, dalam hal ini, ‘bak’nya juga sudah dihilangkan?

  27. pak Sahid,mas Nurn ,mas Agung…kapan kita serbu bakmi pasar sambil ngrasani pit..Pleret………..nyeem..nyeeemmm

    • onthelpotorono

      Pak Rendra, kami sedang membenahi lampu pit kami agar semua bisa ikut keluar malam dengan aman.

      Lampu karbitnya Mas Agung agak kurang cocok dipasang di Simplex. Mungkin mau dilego saja. Berminat?๐Ÿ˜€

  28. @ Rendra
    Ditunggu Pak, nanti kita expedisi kuliner lagi. Bakmi Jawa Pleret cukup lezat jadi tidak rugi jajan kesana pakai ngonthel he..he..he..
    Kemarin saya coba pakai lampu karbit, sensasinya berbeda karena lampu karbit satu level lebih terang dibanding lampu minyak.

    @ Wongeres
    Kalau tidak salah ada julukan khusus untuk Bakmi Jawa Pasar Pleret yakni Bakmi Letheg.

  29. Menggunakan lampu karbit ternyata memerlukan penjiwaan yang berbeda karena lampu tidak bisa langsung menyala, butuh 5-10 menitan untuk menunggu gas keluar dan perlu ekstra hati-hati dalam membuka klep air agar tidak nge-josh seperti api las he..he..he..

    Sekali nge-josh maka habislah sudah stok gas yang seharusnya bisa digunakan lebih lama, dan juga akan merusak khroom lampu.

    Jadi perlu kesabaran sebagaimana kalau kita memperlakukan seorang wanita he..he..he..harus pelan-pelan dan lembut. Silahkan mencoba…..dengan lampu karbit tentunya he..he..he…

  30. keren pak….salut buat POTORONO…maju terus POTORONO…

    • onthelpotorono

      Mas Dian@SOLO

      Tq Mas. Tapi kami masih ‘jago kandang’ nih. Belum setangguh sahabat-sahabat SOLO yang ngonthel Solo-Jogja dengan gagah berani๐Ÿ™‚

  31. weleh… om wongeres malah buka rahasia lho… lampu karbit tidak jadi dijual kok om… mau dipakai om erwin buat aksesoris kafe-nya… tunggu aja grand opening kafe “KUNG-KONG”…haaaa….haaaaa….๐Ÿ™‚

    • onthelpotorono

      Sebaiknya Sabtu kita coba dulu. Kalau perlengkapan dan ijin seperlunya ok, sesekali kita jalan malam.

  32. Kalau musim kemarau, saya merasakan sekali, touring malam jauh lebih mengasyikkan, tidak panas dan juga tidak dingin (kecuali mulai masuk musim “mbediding”). Apalagi hari-hari belakangan di minggu ini, masih ada bulan purnama, pemandangan alam jadi jauh lebih indah. Silahkan mencoba…

  33. lampu karbid mas Maxs boleh doh liat fotonya….. hehehe
    Pak Sahid, Mas Wong…….. kpn2 mudah2an sy bs gabung touring malam bersama penjenengan, apalagi bersama mbulan ndadari…… alangkah indahnya…

  34. @ Om rendra

    lampu karbit udah dibawa om wongeres, sumonggo kalau penasaran minta aja fotonya sama om wongeres….he..he..he..๐Ÿ™‚

    @ Om wongeres
    kelihatannya hari sabtu besok di relisasikan aja om… asyik juga tuch “jalan malam”… usul berangkat jam 19.00 …

  35. minggu dpn ke mn lg mas?

    • @Mas Margi
      Karena beberapa teman trayeknya hanya berlaku sekali seminggu, kita jalan Sabtu malam saja, Minggunya libur. Bisa ketemuan di mana Mas?

  36. wah… kepengiiin nih……… sayang uadoh banget yo..hehehe..selamat touring mas wong dan temen2 , ojo lali share foto2 dan dongengannya lho…nuwun
    Mas Margi, aku nyewa Gazellene maneh yo…hahaha

  37. onthelpotorono

    @Pak Rendra.
    Onthel potorono memang ember… punya pengalaman apa pun pasti dibagi. Hehe…

    Mas Margi, sepertinya ada yang cocok ya dengan Gazelle-nya. Siap-siap aja untuk packing dan kirim ke Karawang.๐Ÿ™‚

  38. onthelpotorono

    Bung Max’s

    Berangkatnya maleman aja, sekalian makan gudheg dini hari. Toh Minggunya libur, meskipun kita rencana tetap kabur. Hehehe…

  39. onthelpotorono

    @Pak Rendra
    Dari pemantauan di sekitar Kutoarjo, masih banyak sepeda bagus dengan kondisi kurang ini-itu. Kalau Pak Rendra mau dibilang “legan golek momongan” alias “cari perkara”, bisa tuh… Haha…

    @Mas Erwin
    Antimonya sudah dikasih Bung Max’s? Kasian, biar cepet sembuh maboknya๐Ÿ˜€

  40. wah mas WEong lagi nyalain Mode on kompor ya..hehehehe
    saya denger ada yg datang ke purworejo berlima dan sudah dapat buruan ya mas…. selamat deh..
    mas Maxs kalau bel ga bisa dilepas dari stang mending dikrom semua aja…pasti mak nyuss mas…

  41. sori mas Wong bukan weong….. drijine wis gemeteran,,hehehe

  42. @ Om rendra
    Maaf om…. Om rendra itu asli Purworejo yach??? Om rendra Sering ngonthel di Purworejo dan sekitarnya Yach??? mulai dari kutoarjo, ketawang, banyurip, ngombol kok orang-2 pada tau ama om rendra sich??? waaah…waaahh… waaah.. sampai “nggumun” saya om…. Ternyata Priyayi yang satu ini memang bener-2 “hueebaaaat” tenan je…. Ng..onthel kutoarjo-kerawang tanpa “Istirahat”… jiaaan elooook tenan huaaa..haaa..haaa…๐Ÿ˜†

    walah.. om rendra ki “setang maning-setang maning”… sampai puuuusiiiiiing pikirane om… lha mbok iyaa…kalau om rendra masih punya “sisa”, boleh dong di lempar ke potorono..heee..heee…๐Ÿ™‚

    @ om Erwin
    ben gelis waras, iki butuh-e Antimo sak “dus” cak.. mergane “mabok Kahanan” jeeeeee… ana onthel “mliding-mliding” ning gak iso polah cak…heee..heee….๐Ÿ˜€

  43. @ Max

    Pak Rendra itu kalau untuk masalah sepeda onthel, Beliau bisa sewaktu-waktu “tiwikrama” mengeluarkan “aji ngrogoh sukma” langsung menuju ke TKP (Tempat Kejadian Penemuan) sepeda, jadi tidak ada lagi masalah jarak, ruang dan waktu he..he..he..Salut untuk keuletan Beliau dalam memburu DTO-nya selama ini. Sepeda onthel is never ending.

  44. @ Om Sahid

    betul om sahid…. untuk memburu DTO-nya kelihatannya beliau punya ajian “satelit puser bumi” ….๐Ÿ™„ lha gimana, kita cuma baru bisa dapat informasinya… eeeee, beliaunya malah sudah tahap “meminang”….. heeeee…heee…๐Ÿ™‚

    ampun… om rendra…. hamba mohon ampun… haaaa…haaa..๐Ÿ˜€

  45. wah Mas Maxs dan Pak Sahid ojo guyon to. ntar dikiro beneran iso triwikromo dadi buto …
    padahl kan pak Sahid yg linuwih dengan ilmu sapto pandulu…bukrimya DZ yg nun jauh di negeri antah berantah aja konangan je…hehehe…
    nekMas Maxs sy yajin lagi memperdalam ajian rogrog asem dan jambe sinigar…tujuannya pengin memisahkan bel yg di las diatas stang simplex….hahahaha ( kok kuwi maneh to…).. ojo nesu mas….
    ralat mas sy blm nyobain ngonthel di purworejo kok… malah minggu kemarin sy sempet ngonthel sama sahabat BOM Samarinda di kompleks transmigrasi kec. Anggana ,Kutai kartanagara…wah jan ijo royo royo ,ledhung ledhung tenan tandurane..( ft di Blog>BOM Samarinda)…. dines sambil ngonthel mas…

  46. maaf mas wong kmrn gak jd ikut. heeee ada undangan kmpng.

  47. @rendra
    sdh tak siapkan mas bt wisata kuliner lg.heeeeee

  48. @ Rendra
    @ Max
    Berdasarkan pengalaman saya dalam memburu sepeda onthel biasanya harus ada 6 faktor:
    (1) Ada informasi (berada pada waktu dan lokasi
    yang tepat)
    (2) Ada minat
    (3) Ada uang
    (4) Ada keikhlasan penjual
    (5) Ada keikhlasan keluarga penjual
    (6) Ada dukungan keluarga pembeli

    Salah satu saja dari keenam faktor tersebut hilang, bisa dipastikan transaksi gagal atau menjadi berlarut-larut.

    Nah Pak Rendra terbukti memiliki “ilmu sebeh sepeda” yang cukup ampuh untuk memastikan keenam faktor di atas “aman terkendali” sehingga banyak sepeda masterpiece bisa diboyong ke Ndalem Rendraningratan di Karawang.

    Jadi kapan-kapan Beliau bisa diundang menjadi narasumber acara klinik hunter sepeda he..he..he..

  49. @ om sahid

    bagi kita itu sangat Tepat dan pas banget , om sahid… cuma khusus om rendra masih ada 2 faktor lagi nich…. 1. faktor “jodoh” dan 2. Faktor “aji-aji”….๐Ÿ˜†
    lha gimana… kalau beliaunya sudah “mateg aji”, si-masterpiece langsung sudah ada di Ndalem Rendraningratan tu…. hee..hee..

    @ om Rendra
    wah ngonthel di kaltim-nya mantap om Rendra… ya rute, panorama alam dan kulinernya menumbuhkan olah raga bersepeda dalam suasana kekeluargaan yang sportif….
    mantap abissssss …..

  50. kalinggasepeda.worpress.com

    wah pemandangannya enak,…
    seger…. nikmat..

  51. WAH INI MANTAP, NGONTEL KE SITUS-SITUS SEJARAH, JADI SEKALIAN BELAJAR KAN, ENGGAK ADA DI SEKOLAH KAYAKNYA ITU. COBA DI SAMARINDA ADA SITUS KAYAK GINI WAH BISA IKUTAN BELAJAR MEMAHAMI SEJARAH JUGA NIH.
    SLAM KENAL DARI SAMARINDA-BUBUHAN ONTHEL MAHAKAM (BOM). KALO PENGEN LIAT TENTANG KITA SILAHKAN KE :
    http://onthelissamarinda.wordpress.com

    • Terima kasih kunjungannya. Kapan ya kami bisa ke Samarinda seperti Pak Rendra. Ngonthel bersama, membelah sawah di bawah birunya langit Samarinda. Wow…!๐Ÿ™‚

  52. mas Maxs,pak Sahid dan mas Wong..
    saya ngonthel di bebrapa daerah kok mendapati kesamaan karakter yg melekat pd diri onthelis ya, yg menjdi ciri dominan temen2 onthelis kok rata2 mreka sangat ramah, gampang akrab, tdk ada batas, jujur dan terbuka,spontan, hangat, suka ndagel ( bocor alus…hehehe namun asyik) dan memiliki solideritas yg tinggi………
    saya pernah masuk komunitas hobi yg lain seperti VW, burung berkicau,perkutut, barang antik dan batu aji serta klpk olah raga tertentu tp rasanya ….. komunitas onthelis beda banget…. ada kenyamanan tersendiri jika berada diantara sesama onthelis ini… alhamdulillah ….
    mungkin hanya bisa disaingi oleh komunitas parpol kali ya…hehehe….buktinya para politisi betah banget di komunitasnya sampai sampai gak mau gantian…..nah lo…
    salam

  53. pak Sahid dan mas Maxs, ilmu saya sekarang udh luntur semua…shg kluyuran kemana mana tetep tdk dpt barang yg seindah DZ kagungan Ndalem Nugrohoningratan alias Polodiningratan… jadi sy bener bener teluk…kalah ilmu…hehehe..
    mas Maxs gimana kabar stang dan belnya….wuakakakak… ( kok kuwi maneh to to…)

  54. @ om Rendra
    Om Rendra dapat salam dr pak lik stang dan bu lik bel, mereka baik-baik saja, masih tetap rukun, bersatu padu,mimi hamintuna..(istilah medisnya “LAHIR DAMPIT”)…. he..he…๐Ÿ˜†

  55. @ Rendra

    Sinuwun, seperti pernah disabdakan oleh Kyai Semar di blog wiwinaked beberapa bulan silam, juga kalau pernah mirsani film “the Secret”. Ketika kita secara sungguh-sungguh fokus (boso jowo “mantheng”) dengan hati yang tulus dan bersih menginginkan “sesuatu” . Maka sesungguhnya diri kita ini telah mengirim sinyal metafisik yang sangat kuat ke alam semesta yang nantinya dengan ijin Tuhan akan direspon oleh alam semesta dengan diberikan jalan dan petunjuk untuk memperoleh “sesuatu” yang kita inginkan tersebut.

    Pengalaman saya dulu, ketika sedang pengin-penginnya punya sepeda pos Falter, dengan “ilmu mantheng” dalam waktu 1 bulan sampai dapat penawaran 6 buah sepeda. Waktu itu saya sendiri sampai tidak percaya, karena mendengar banyak orang yang mencari-cari sepeda Falter tidak pernah ketemu, lah ini malah datang sendiri satu persatu. Nuwun.

  56. Erwin Erlangga

    I’LL BE BACK…

  57. kasinggihan den mas, saya sudah katam bukunipun ‘ THE SECRET”, nangin dereng saged mantrapaken njih…mbok kulo dipun paringi merginipun utawi coro ” mantheng” meniko pripun….. saestu kho kulo tenggo den mas…. nuwun
    mas maxs,,,, kalau ajian rog rog asem ndak mempan coba pake ajian ” ijol ijolan” aja…hehehe, btw kyai Semar nembe topo broto njih…

  58. kayaknya nikmat sekali…..

  59. josss tenannnn….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s