Ngonthel Sampai ke…Padang!

Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya. Artinya, Zal? Ya, berbeda daerah, beda situasi, beda kondisi, bahkan berbeda angle atau sudut pandang akan menghasilkan adat, kebiasaan, dan pandangan yang berbeda pula sesuai dengan konteksnya. Kalau kita mampu menyadari dan membuka diri terhadap perbedaan itu, harusnya hidup kita akan kaya warna. Sungguh!

Ini peribahasa sederhana lho, tapi kok untuk mempraktekannya nggak sesederhana itu ya. Buktinya, kita masih sering main mutlak-mutlakan, merasa bahwa kebiasaan kita, pendapat dan pandangan kita, adalah satu-satunya yang terbaik. Contohnya, kalau kita balik ditanya, apakah pendapat kita barusan –tentang adanya perbedaan sesuai konteks– itu mutlak benar adanya? Hayo, masa mau bilang tidak?

Lontong-sayur1

Kalau konteksnya ngonthel sih, lain Minggu sebaiknya ya lain pula routenya. Seperti Minggu, 14 Mei 2009 ini. Bahkan, meskipun sama-sama ada acara nyotonya, kali ini sotonya pun b e d a. Biasanya kami sering dibuat ragu dalam mengkategorikan soto itu termasuk makanan atau minuman. Tapi kali ini, haqqul yaqin: soto ini termasuk makanan! Kenapa? Karena kuahnya begitu gurih dan kental. Minggu ini, Opoto ngonthel sampai ke soto Padang.

Ceritanya, setelah ngonthel menyusuri selokan Mataram dan menyeberang kota hingga matahari sepenggalah, dari belakang mulai terdengar komentar, keluhan, dan candaan yang agak-agak ‘miring’. Misalnya, ketika ada yang bilang “Lha, route kita mestinya memang begini, jauh dari kendaraan bermotor”. Lalu ada yang nyeletuk, “Dan makin jauh dari peradaban soto!” Nah, ini… Ini sebuah indikasi bahwa kami mulai lapar. Instabilitas bisa terjadi. Maka, harus ditentukan langkah kebijakan yang berpihak dan berempati kepada sumber potensi konflik di perut kami: “Kita nyoto!”

Rona semangat kembali mewarnai wajah kami. Roda-roda kembali berputar beriringan, melaju menembus kesibukan kota, menyeberang jalan Adisucipto, melewati jalan Dr Wahidin, menuju stadion Mandala Krida. Ada kejutan di sana: soto yang berbeda.

Lontong-sayur2

Alamak! Soto yang ada tak mencukupi untuk jumlah kami. Alternatifnya bagi yang tidak kebagian adalah lontong sayur. Lauknya pun tinggal telur, tak ada lagi daging ayam. Duh! Tetapi, kenyataannya kekecewaan hanya berkembang hingga suapan pertama, karena setelah itu yang ada hanyalah mata-mata kelaparan yang merem-melek menikmati gurihnya kuah lontong sayur Padang.

Jika kita terbiasa menikmati masakan Padang, terutama rendangnya yang terkenal itu, kita pasti akan mengangguk mengiyakan bahwa soto dan lontong sayur ini memang khas masakan Padang. Keduanya bersantan kental nan gurih mirip kari dengan aroma bumbu rendang. Entah apa bumbunya. Sekilas sih seperti ada daun kunyit dan kapulaga. Aneh. Lalu, apakah enak? Yang jelas, sejak suapan pertama itu tak terdengar lagi komentar bernada komplain. Bahkan, setelah tenggelam dalam kesibukan masing-masing, dalam waktu singkat kami semua pun berpandangan, lalu tersenyum lebar saat menyadari bahwa makanan di mangkuk dan piring kami sudah tandas!

Lontong-sayur3Satu porsi yang lumayan banyak itu cukuplah mengembalikan energi kami untuk ngonthel pulang. Kami menyusuri sungai di bawah Gembiraloka, lalu menuju kampung Berbah, sebelum akhirnya sampai di Potorono dengan lidah yang sesekali masih berdecak mengais-ngais aroma soto dan lontong sayur Padang.

Di Mandala Krida sebenarnya ada dua Soto dan lontong sayur Padang: Uda Asdi dan Uda Uni. Keduanya ada di dekat kedua pintu masuk stadion Mandala Krida. Setelah ngonthel atau berolah raga, makanan murah ini layak dicoba karena mampu menyegarkan badan dan memberi ‘inspirasi’. Untuk? Nambah lagi, misalnya….

Ternyata, lain daerah lain pula soto dan lontong sayurnya. Artinya? Ya, lain pula kelezatannya….

18 responses to “Ngonthel Sampai ke…Padang!

  1. lha kapan mau ngonthel sampai makasar???
    …. ada coto makasar juga lhooooooooo..

  2. Ada pantun mengatakan…..
    Beli lontong sayur di mandala krida,
    yang jualan namanya uda asdi
    klintong-klintong pakai sepeda tua,
    Badan sehat, Otot kawat balung wesi… Huaaaa…haaa……

    • onthelpotorono

      Dedeg adeg 24-an, pideksa mriyayeni. Soca nyureng kadya Bosch bathok, bahu jembar hanyetang Simplex. Jangkahing lampah kebat sajak mawi gir 18. Ooo… inggih makaten ta warnanira onthelist Opoto…😀

  3. he he he ..saiki ono dhalange to?
    weleh..weleh…btw…aku liat seporsi lontong sayurnya…hmm…..lidahku dleweran..ingin segera kulahap tak tersisa…aroma harum bumbumu…membuatku gebrezzzzzz….
    tarlah seminggu lagi…he he he

  4. Salam rindu dari jauh….
    Kalau Komunitas Opoto bikin event kenangan “Genjot Bareng Paket Two in One Lawan Colt Campus” tulung kabar-kabar yo… Sukur-sukur rute pilihannya Dr. Sutomo – Jl. Solo – Cik Di Tiro – Bulaksumur Ujung

  5. hemmm kita jadi tertantang untuk mencari rute baru dan terUtama KULINER yg..Berbeda nich?

  6. Gak sempat ketanganan mBah Wir (alm)…… yo wis kelipet-lipet nggo ongkos ngacang ijo ke mBah Mbut tho…..

    • onthelpotorono

      Menyelamatkan bumi tak cuma dengan menanam pohon lho. Ngonthel juga. Ayo, pilih onthelmu. Pancal!

  7. ngonthel dengan rute perkotaan “rame” loh??!
    rame dengan gremengan maksudnye.
    Rupanya Opoters ga cocok dengan peradaban kota ya, pancen katrok mania.
    Sssttttt… tapi biang yang paling “rame” malah ketauan timeout lama banget didepan peserta Aerobic. Melu megol-megol pula.:D
    Sejatine wong Lanang, Lanang sejati.

  8. tarik……tahan….lepas..tarik lagi mas Erwin, nyawang sing megal-megol mesti, lan kudu suwe mas,tumakninah…aku pingin neng abad 8 mas Erwin, golden period, neng Arab bareng karo jamane Syekh Abu Yazid al Bisthamy( semoga dirahmati Alloh ). Kareben katrok ning atine ayem tentrem yo Mas( opomaneh sepedahe akeh..)

  9. ya itulah sejatine kaum Opoto. ayem tentrem, nikmat ….

  10. lha kok sepi disini ?????????????

  11. to : om Jhoni

    kemana aja om jhoni, udah 2 periode gak ngonthel??????

  12. to : om Jhoni

    Periode depan hadirlah ya, plus bonus juga mungkin.😉

    Max’s :
    Mari, mari rame kan.
    Hayo udah mulai nimbun klithikan yo😮
    he3x.. lanjutkan.. 😎

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s