Humber Sport: Memuliakan Kembali Si Onthel Jengki

Alangkah relatifnya dunia ini. Apa yang tidak kita butuhkan, bisa jadi diperebutkan orang. Apa yang kita sayang-sayang, ternyata malah dibuang orang. Ini hanyalah secuil kisah yang kembali menunjukkan kebenaran relativitas tadi.

Humbersport-OPOTO-1

Tengoklah sepeda ini. Sepintas penampilannya memang sama seperti sepeda jengki kebanyakan. Akan tetapi, seorang peminat onthel pasti memerlukan waktu lebih lama untuk memperhatikannya. Mengapa?

Ini adalah jenis sepeda sport dengan merek The Humber produksi Raleigh industry England, sebagaimana terlihat dari sticker yang masih membayang di pipa diagonal bawah. Stang serta tuas rem berikut klemnya pun masih jelas memperlihatkan tulisan yang menjadi petunjuk khas produk Raleigh industry. Begitu juga pada rotel/tangkai kayuhan, velg, serta pompanya. Tulisan ‘Humber’ juga terlihat jelas pada ketengkas dengan sambungan patri khas milik Raleigh industry. Bahkan pedalnya yang sudah aus pun masih menyisakan sebentuk tulisan ‘Humber’, sementara remnya menggunakan tromol Sturmey-Archer England.

Humbersport-OPOTO-2

Humber yang cantik. Mungkin tidak ada yang mengira bahwa foto-foto ini dibuat setelah sepeda ini berhasil ‘diselamatkan’ dari seorang pedagang besi rongsok di kawasan Bantul! Perbaikan dan pembenahan dilakukan oleh tiga tangan yang memilikinya secara bergilir dalam waktu singkat. Entah apa yang membawa sepeda ini sampai ke tangan tukang rongsok. Padahal tidak ada kerusakan berarti selain kulit sadel Brooks dan kedua bannya.

Humbersport-OPOTO-3

Sedikit catatan, sepeda sport barangkali boleh saja disebut sebagai prototipe sepeda jengki. Ukuran serta penampilannya yang berbeda dari pakem sepeda pria dan sepeda wanita saat itu ternyata kemudian mendapat sambutan sangat bagus di pasaran. Hal itu disebabkan karena desainnya yang lebih unisex, bisa dipakai pria maupun wanita, serta lebih sesuai untuk postur orang Asia. Bersamaan dengan anjuran pemerintahan Presiden Soekarno saat itu agar tidak berkiblat ke Barat sehingga impor sepeda Eropa dihentikan, maka sepeda jenis ini (diproduksi oleh Jepang dan terutama China) pun segera membanjir di tanah air. Sepeda inilah yang kemudian disebut sebagai sepeda jengki.

Humbersport-OPOTO-4

Istilah jengki memang pernah merebak di tahun 1950-1960-an. Diskusi tentangnya belum lagi selesai, tetapi setidaknya bisa ditarik kesimpulan umum bahwa istilah jengki sering diberikan kepada segala sesuatu yang tidak lazim, “memberontak” terhadap pakem-pakem lama. Sebut saja misalnya arsitektur jengki karya arsitek pribumi pasca hengkangnya arsitek-arsitek Belanda yang dahulu banyak mengajari mereka ketika mereka menjadi asistennya. Ada juga celana jengki, meja jengki, bahkan pria yang kelelakiannya kurang meyakinkan pun juga sering disebut jengki.

Humbersport-OPOTO-5

Kembali ke Humber sport, tingkat atau persentase orisinalitas sebuah sepeda biasanya akan mengundang respect dari sesama peminat sepeda onthel. Untuk merawatnya agar masih bertahan utuh hingga saat ini, atau bahkan jika sparepart yang melekat itu sebagian ternyata baru didapatkan kembali minggu lalu, semuanya tetap saja menunjukkan kualitas kesungguhan, keuletan, dan kecintaan pemiliknya terhadap sepeda ini.

Semangat (dan tentu hasilnya juga) itulah yang selalu menimbulkan simpati, bahkan empati, dan memupuk rasa kebersamaan di antara sesama penghobi sepeda onthel. Meskipun begitu, di kalangan onthelist selalu berlaku pemahaman bersama bahwa ‘di atas langit masih ada langit’. Tidak ada koleksi sepeda onthel yang mutlak sempurna segala-galanya.

Sepeda ini pun belum lagi sempurna. Kulit sadel Brooks bawaan sepedanya rusak sehingga perlu direparasi. Nanti, kalau sadel sudah direparasi (apakah perlu menunggu berpindah ke tangan keempat? :D) boleh kita foto ulang untuk ditampilkan.

referensi:

http://www.arsitekturindis.com/?cat=10
http://sepeda.wordpress.com/2008/09/02/do-you-know/

28 responses to “Humber Sport: Memuliakan Kembali Si Onthel Jengki

  1. Erwin Erlangga :

    adaaa aza ya koleksinya…
    Amazing ‘OPOTO’.

  2. halow onthelist opoto….
    istilah jengki itu kayanya agak samar samar ya..ndak besar ndak kecil,ndak tinggi ndak pendek…jadi separo2 gitu dech kira kira ya.

    atau bisa dikatakan kalo ibarat orang tuh “ladyboy ” atau ” shemale” kalee???
    mohon pencerahan..wakakakakaka…

    • onthelpotorono

      Tapi di dunia peronthelan kan sudah ada istilah onthel wandu yang meskipun model framenya mirip jengki, tapi ukurannya besar?

  3. joni kamandanoe

    wongeres itu ‘wartawan’nya opoto. kan profesinya menuntut foto-foto dan karang mengarang. profesi apa? lha itu tidak bisa diomongin di sini krn forum ini hanya membicarakan sepeda onthel, khususnya onthel potorono. nuwun.

    • onthelpotorono

      Lha. Rak malah Sampeyan yang mulai ngarang-mengarang. Hahaha… Penginnya bukan jadi wartawan, tapi hartawan. Minimal onthelwan juga boleh🙂

  4. Pit onta ana…. pit jowo akeh… pit jengki duwe…
    waah… kuompliiiiit temen, rek….
    Ayo !!!! pit opo maneh, cak.

  5. Aku wes nunggu berita minggu lho? manna? he mentang2 ngantor gasik….

    • Waduh, jadi ngantor gasiknya utk buka Opoto ya? Hehe… pasti ada. Cuma ini tadi ada berita dari Prambanan, Mbah Wir sudah tiada. Kita semua ikut berdukacita.

  6. Bagus Kurniawan

    Mbah Wiryo (84) tokoh legendaris peronthelan sekaligus kamus atau ensiklopedi berjalan mengenai sepeda lawasan telah tiada pada hari Minggu 17 mei pukul 23.00 WIB. Almarhum juga seorangpedagang sepeda onthel lawasan yang tinggal di Dusun Klurak Baru, Desa Bokoharjo Kecamatan Prambanan, Sleman. Almarhum dimakamkan hari Senin pukul 14.00 WIn dimakam setempat. Selamat Jalan Mbah Wiryo. Dari teman anak bungsumu

    • onthelpotorono

      Mohon izinkan kami mengutip pesan Anda ini untuk menuliskan obituari buat Mbah Wir. Terimakasih.

  7. onthelpotorono

    Mas Bagus, maturnuwun informasinya. Semoga Allah menerima segala amal kebaikan almarhum serta mengampuni segala kesalahannya.

    Kami akan segera menuliskan obituari sebagai kenangan atas almarhum. Sekali lagi terima kasih.

  8. Besok apa lagi ya??
    jadi penasaran terus,,,,

  9. Mantap sekali mas tinggal pasang sadel BROOKSnya. he………

  10. Very nice bike; well restored. I think only the saddle and the front light are not original?

    • onthelpotorono

      You are right, Mr Rietveld. Saddle and the front light of the original is now ready to install. Thank you for your comment.

  11. thank you Guys,now the bike already set

  12. Sepeda onthel …sedari dulu jadi… perhatian insani
    Keren keren!
    ngonthel terus!

    • onthelpotorono

      Wah, kalimatnya ada yang keputus. Disambungin ya:

      ngonthel terus nyoto!

      (nhaa… gini baru afdol :-P)

    • onthelpotorono

      Mbak Zahra, lagunya itu kan sezaman dengan yang: “ketiiiaak lenganmu…” itu ya? Hehe… tq kunjungannya.

  13. terluka parah..

    “Ssstt.. ‘bau’ nya”

  14. Cuma mau menambahi info tentang asal mula istilah “jengki”, kalo sejauh yg saya tau istilah “jengki” diambil dari kata “yankee” yg artinya “bule Amerika”,kemungkinan sepeda sport jaman dahulu yg punya banyak bule asal Amerika atau masyarakat Indonesia pada waktu itu menganggap semua bule yg ada di Indonesia sebagai “Yankee”
    Itu sejauh yg saya tau, kalo ternyata salah saya minta maaf hehehehe
    Terimakasih …

  15. M.TAUFIQUR ROHMAN

    saya mau beli kalo misalnya sepedanya di jual…atau ada yang punya kemudian mau di jual..asal original dan harga masuk akal. taufik 08123429331

    • wongeres OPOTO

      Nah, ayo para sedulur yang ingin berbagi pengalaman mengendarai Humber jengki, silahkan bertukar dengan Mas Taufiq. Mas, apa harus Humber jengki atau boleh merek-merek lainnya, sumangga di-share…

  16. M.TAUFIQUR ROHMAN

    saya kepincut dengan foto humber di atas,…..harga pasarannya berapa nggih?

  17. M.TAUFIQUR ROHMAN

    mas wongeres klo ada merk lain selain humber,asal jengki original,dan harganya sesuaidengan kantong saya,..insyallah saya mau

  18. Topbgt
    Aku punya kembarannya tp merk rudge sport th 1953

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s