Humber Tourist: Kisah Merealisasikan Impian

Apa yang akan kita katakan kalau melihat seseorang mengumpulkan kain lap sebagai upaya merealisasikan cita-cita memiliki mobil? Gigih atau konyol?

Nyatanya, seorang teman di Jawa Timur benar-benar berhasil membeli sebuah mobil, setelah bertahun-tahun mengumpulkan dan menjual kain lap. Kain perca yang kecil-kecil disetornya ke bengkel-bengkel, dan yang lebih lebar dipotong persegi, dicelup warna orange, diobras di tepinya, lalu dijual ke toserba. Semuanya laku terjual.

tourist-OPOTO

Humber Tourist Potorono

Kisah kepemilikan Humber Tourist ukuran 24 ini pun mirip-mirip seperti itu. Setidaknya dari sisi semangatnya. Beginilah kisahnya.

Syahdan, terceritalah sebuah stang sepeda yang karena penampilannya tak lebih berkilau dari yang lain, maka ia tersisih, tak lagi dipasang. Untunglah, Mbah Ngatijo –pakar onthel di Jalan Wates– memberitahu bahwa stang itu seharusnya menempel di sepeda Humber Tourist yang langka. Jadi, sebaiknya disimpan saja. “Warnanya yang kekuningan itu justru menunjukkan bahwa stang ini kromnya masih orisinal, belum dikrom ulang”, jelasnya.

Humber Tourist? Wah, jadi teringat kata Mbah Wir, pakar onthel di Prambanan yang mengatakan bahwa fabrikan Humber itu pernah mengeluarkan model tourist yang spesial, yaitu seri AD dan AF. Keduanya seri tua yang ditandai dengan adanya tuas untuk mengunci stang agar tidak bisa berbelok.

tourist-OPOTO2

tuas pengunci stang, tangkai lampu, emblem Humber dengan dua keling

Akhirnya, menyimpan stang ini ibarat memulai sebuah langkah kecil dari sebuah cita-cita memiliki sepeda onthel made in England bermerek The Humber, khususnya model tourist yang dibilang Mbah Wir spesial itu. Langkah berikutnya terus dilakukan, misalnya membeli velg dengan tromol Sturmey-Archer untuk roda depan, lalu mencari velg dengan tromol-prosneling Sturmey-Archer untuk roda belakang, juga menyimpan lampu batok Phillidine.

tourist-OPOTO4

tourist-OPOTO5

tromol/prosneling SA, sambungan ketengkas dan rotel khas Humber/Raleigh

Suatu hari, setelah melewati hitungan tahun, cita-cita itu tiba-tiba menjadi semakin nyata ketika di bengkel Mbah Tris terlihat sebuah sepeda Humber dengan tuas aneh menempel di keni sambungan antara pipa horisontal dengan tube depan. “Itu Humber Tourist, jenis Humber yang langka,” kata Mbah Tris. “Hanya stangnya semestinya agak lebih tinggi”, sambungnya.

tourist-OPOTO3

ketrikan HUMBER pada tangkai stang, handle prosneling SA

Deg! Adrenalin pun berdenyar-denyar begitu menyadari bahwa penantian sekian lama ini akhirnya akan membuahkan hasil. Hebatnya, Mbah Tris mau melepaskan sepeda itu dengan pengganti tak seberapa, terutama karena sepeda itu dibeli hanya rangka/frame, garpu depan/fork, dan spatbornya saja, tanpa roda, tanpa stang, bahkan juga tanpa sadel.

tourist-OPOTO6

sadel celeng Alameda, made in California-USA

Sepeda pun dirakit, dan untunglah masih punya sadel celeng yang menganggur sekian lama. Sayang, bentuknya yang besar terlihat agak meminta porsi lebih dari keseluruhan penampilan sepedanya. Tetapi inilah cita-cita itu, mimpi itu: memiliki sebuah sepeda Humber Tourist secara utuh.

tourist-OPOTO-blkg

Saat ini, usaha menyempurnakan sepeda ini pun masih terus berlangsung. Velg Sturmey-Archer maupun Dunlop-England sudah didapatkan. Sekarang, setelah semua ini terceritakan, apakah sepeda ini masih orisinal? Dan apakah ia punya sejarah yang bisa mendongkrak nilai keberadaannya? Satu hal yang pasti, sepeda ini telah kembali memberi inspirasi dan meneguhkan keyakinan bahwa pencapaian sebuah cita-cita harus diperjuangkan, karena tiada hal yang tak mungkin di dunia ini. Apa pun cita-cita kita, sebaiknya segera kita mulai meskipun dengan langkah kecil sekalipun!

48 responses to “Humber Tourist: Kisah Merealisasikan Impian

  1. dedirisdiyanto

    Luar biasa Humber Tourist bisa lengkap lagi dengan perjuangan yang gigih sekali (SALUD) terus hubunganny dengan penjual lap yg beli mobil tadi gimana kok belum disambungin !

    mantep iki ???? kurang boncengannya

    DEDI KRON

  2. onthelpotorono

    Hubungannya baik-baik saja kok. Haha… Artinya Zal? Kalo pengin ngelamar si Kroon, padahal baru punya duit 100rb, ya jangan kecil hati! Siapa tahu?🙂

  3. maksudnya kalo mau ngelus si humbernya ya nempil dikit lapnya dari si tukang lap tadi lhooo…gitu kan?????

  4. memiliki humber, masih jauhhhh sekali dari bayangan saya. maklumnya baru kelas pemula di dunia persepedaan. lagi pula, mungkin tidak jika harus memiliki versi utuhnya, kantong gak mampu memilikinya.

    • onthelpotorono

      Salam kenal. Pak Eddy bikin kami malu. Kami semua juga pemula. Onthel bagi kami adalah prioritas, justru karena merupakan hal (ter)besar yang masih mungkin kami capai. Haha… Berminat memetakan bengkel di Potorono juga nggak nih?🙂

  5. Erwin Erlangga

    Tak mulai ngumpulin gombal gambul juga ah ….

  6. Tanya? apakah ciri tourist harus ada gondel pada framenya?

    • onthelpotorono

      Begitulah sepanjang yang kami tahu. Kalau versi damesnya, penyangga pipa lengkungnya buntu (H), bukan berlobang (O).

  7. Well restored bike! I’m not a Humber specialist but I guess the bike is from the period 1948-1952. Humber exported to Indonesia? (in Holland Humber is relatively scarce.

    • onthelpotorono

      The Humber’s bikes are exported to Indonesia and became one of Indonesia’s favorite bike. Tourist model is an old model and is quite rare.

      Greeting from Indonesia.

  8. Insyaalloh pingin ketemu Genk Potorono di Garut,semoga tambah gayeng! salam kenal

    branjang

    • wah bener nich…Kita Tunggu teman-2 garut di potorono Pak Branjangkawat…. gampang kok mencarinya…
      kalau panjenengan pas tindak jogja- tanya aja jalan ke arah kota wonosari (gunung kidul)… nanti di KM. 8.5 ada perumahan Potorono.. ya udah itulah MABES OPOTO… (dari jl. lingkar selatan /ringroad selatan cuma +- 3 km)

  9. pak Max, kulo nate Wonosari, ngidul poll Praci,wuryantoro, mbalik malih Wonogiri, bablas ngidul,pacitan-ponorogo sampek pakis aji malang selatan, wangsul Jember Jatim!, insyaalloh mangke mampir, ngempalaken sangu rumiyin pak Max, suasananya itu lho, mas2 potorono, mesti gak betah ditempat lain,lha mabesnya kaya gitu ( ngangeni) Padepokan Potorono..he..he..he..

    • onthelpotorono

      Iya Mas Branjang betul juga. Kalau Opoto itu ikan, Potorono adalah airnya. Keluar lama-lama dari air? Mana tahaaaan….

  10. Salam Pak Nur. Saya jatuh tresno sama blog ini. Bapak saya kagungan Humber lanang patlikuran. Kelirnya ijo mblawus. Sayang sadel aslinya udah dedelduwel. Kalau yang ori, ada yg tau merek apa ya? Terus dijual dimana? Kisaran harga, berapaan?
    Lampunya merk Bosch. Sayang sudah mati. Gak tau lampunya atau dinamonya. Ada yang jual gak ya, biar bisa hidup lagi?
    Mohon maaf kalau banyak tanya. Soalnya udah lama memendam pertanyaan, tapi gak tau tanya kemana.
    Nuwun

    • onthelpotorono

      Wah, satu anugrah lagi Mas Aat mampir ke sini. Jadi terkenang si jeljog. Jangan komentarin fotonya ya. Malu saya. Haha…

      Humber 24 pasti keren dan pas untuk Mas Aat. Ayo dibangun lagi Mas. Sadel aslinya mungkin Brooks. Suka diganti Terry atau Vasad. Dhedheldhuwel pun masih bisa dibetulin kok. Makanya kulitnya jangan dibuang dulu. Soal biaya sih murah. Bawa saja ke Opoto. Biar Mas Aat mau ngonthel, Opoto siap bantu. Serius!

      Salam untuk keluarga dan teman semua.

  11. Siap Pak Nur! Kalau ada tour, mbok saya dikasih tahu. Kalau pas selo saya ikut.

  12. onthelpotorono

    Tiap Minggu pagi kami nyelakke ngonthel kok Mas. Nggo imbang-imbang🙂

  13. aku juga punya, tak jual 3juta, lg butuh duit, 085749032826, barangnya gak kalah bos!

  14. Waaa… kok dijual? Digowes aja Mas Anang…🙂

  15. Ping-balik: Humber BZ Dames: Kilau Sang Primadona « Onthel Melintas Zaman

  16. kang aku enek humber dames seri bk apik ora kang
    ??????

  17. Lha ya pahiny to, Dab Wicak. Sing penting migud-hanyi pedhany saleg. Hehe…

  18. klo cari pedal yg ada tulisan humber di karetnya di mana y pak? …

  19. Mohon pencerahan poro Ontelis yth, saya ditawari sepeda ontel model pastur (ada sanggaan dua buah di bawah besi bengkong model dames) tapi ga tau merek apa. Bagaimana menurut bapak2 para ahli sekalian? saya liat ada bekas kelingan di tempelan merek yg sudah hilang. bekas bolongan kelingan itu vertikan : atas bawah lurus ( seperti kelingan humber). Spakbornya lurus2 saja, tidak ada kalenan seperti burger, tidak pula seperti simplex yg ada lingirannya di dua sisi spakbor. hanya itu saja informasi yg bisa saya perhatikan. Pertanyaan saya: apa merek sepeda itu kira2? berhargakah untuk dimiliki dengan harga di bawah 2 jt? maturnuwun sanget sakderengipun,kawulo Gunanto.

    • wongeres OPOTO

      Salam kenal, Mas Gunanto.
      Banyak merek yang mengeluarkan sepeda dengan model seperti yang Mas Gunanto maksudkan. Salah satu yang terkenal adalah Burgers Deventer. Dengan sedikit ciri-ciri yang ada, bisakah dilihat lagi, seperti apa bentuk fork depannya? Jika seperti Raleigh dengan model bahu fork ‘suwengan’ (berlobang lalu ada tutup bulatnya seperti giwang), kemungkinan itu sepeda Guricke Jerman. Biasanya spatbor depan berlubang, tempat logo Guricke biasanya dipasang. Mohon maaf jika ternyata perkiraan saya salah Mas…

  20. lam kenal mas ada yang tau nggak humber punyaku nomor rangkanya A32294, kira-kira taon brapa ya?

    • wongeres OPOTO

      Mas Benny, sepeda Humber dibeli oleh Raleigh industri pada tahun 1932. Selama ini, saya cuma berkesempatan melihat Humber dengan dua huruf di depan nomor rangka, misalnya AD, AF, BO, BZ, CD, FA, dan sebagainya. Jika ada Humber dengan kode huruf tunggal dan itu asli, jangan-jangan itu adalah produksi Humber sebelum dibeli Raleigh. Tentu saja, pada semua part yang melekat padanya mestinya tidak tertera tulisan ‘raleigh industry’. Mungkin polos, atau Humber saja. Mas Yonthit yang biasa komentar di blog ini juga pernah cerita melihat Humber dengan satu huruf A saja di depan nomor rangka dan semua part-nya polos tanpa tulisan Raleigh industry.

      Ini cuma perkiraan saya, semoga teman-teman bisa membantu lebih jauh.

  21. Pak mohon info kalo ada yang punya humber tourist atau raleigh tourist uk.24 yg orisinilan bisa ditawarkan pada saya di: lelancuringbawana@gmail.com

    Atau mungkin kalo yg punya sepeda ini sudah bosan mungkin bisa dimaharkan pada saya pak…nuwun

    • wongeres OPOTO

      Silahkan teman-teman kalau bisa membantu, biar Mas Furqon tambah semangat ngonthelnya. Gitu ya Mas? Sepeda di postingan ini kebetulan masih menjadi koleksi keluarga🙂

  22. Pak numpang tanya……
    Kalo Raleigh tourist no. frame AF (gondel) itu kira2 keluaran taun berapa pak?
    Apakah raleigh tourist itu sebenarnya tidak pake tromol persneling? atau emang ada yg pake persneling?
    apakah ada tourist yg pake velg lubang 36? tromol bukan SA tapi hanya pake 2 huruf….
    apakah stang tourist klem handel dilas patent seperti stang gazelle?
    saya pernah liat kok touris di garpu atas ada kroomnya y?…apakah itu seri special?
    untuk accesories seperti lampu, dinamo, kettingkast, pedal dan bel biasanya pake apa ya?…

    Nuwun bapak pencerahannya…….

    • wongeres OPOTO

      Mas Harno, perkiraan tahun produksi sudah disinggung Mr Jos Rietveld pada komentar di atas. Dari yang pernah dijumpai, ada yang memakai tromol, tapi ada juga yang rem karet. Itu opsional saja. Tromol dua huruf tapi bukan SA? Apa ya? Stang setahu saya memang benar seperti itu. Lainnya saya kira silahkan dipasang sesuai selera. Kalau bisa sih yang sezaman. Keteng tourist ada juga yang menggunakan model pistol tapi tetap dengan karakter sambungan patri khas Raleigh.

  23. Tromol kodenya ‘BF’ gt aja pak…tulisan SA nya ga di dlam tromol tapi di luar samping…lubang 36 malah…

  24. Brati raleigh ada yg ruji 36-36 pak…tdk slalu 32-40?…
    Ato itu udah diganti ya?…..

  25. hari ini saya dapat humber yg sma persis sprti punya ente.yg bwt sya heran knp humber kok gk ad tmpt pompanya,dtmbh lg kelingnya cm 2

  26. Mendiskusikan ragam pengetahuan seputar sepeda Humber memang asik, kebetulan saya memang dikaruniai sepeda Humber CD jadinya pertanyaannya juga baru seputar Humber CD dulu aja hehehe …

    Mas Noer, apa kabar? semoga sehat selalu yah. Mau tanya nich mas, aku ditawari stang katanya stang asli untuk Humber tapi katanya si pedagang ada ketrikan gambar orang di belakang(sayang fotonya gak jelas).

    Pertanyaannya,
    1. Apa benar itu bagian dari sejarah stang sepeda Humber? untuk tipe seri CD, apakah cocok dipasangkan?

    2. Atau ada tipe lain yang cocok, misal yang bertuliskan ‘Raleigh Industries’ gitu?

    Begitu mas dari saya, semoga berkenan. Salam S3 untuk keluarga Opoto juga.

  27. Nanang Sentot Harjanto

    Saya punya sepeda ontel mirip banget seperti sepeda ini,tp sayang sekali emblemnya dulu dilepas (yg saya ingat ada tulisan “Tourist”) dan sekarang hilang entah kemana.saya kelabakan cari info tentang “identitas” asli sepeda saya.sepeda saya dpt dr Bapak yg Purn. TNI AD pernah tugas di Irian Jaya (Papua) info dr beliau itu sepeda exs. Polisi Belanda dg no seri 11002.mohon balasan utk sharing info krn lg mo membangun sepeda itu paling tdk mendekati onderdil yg sesuai

    • wongeres OPOTO

      Mas Nanang, silahkan dicermati foto-foto di atas. Humber memiliki banyak ciri spesifik sehingga mudah dikenali. Artinya, jika benar sepeda Mas Nanang Humber Tourist, akan jadi mudah melengkapinya nanti.

  28. humber turis yang gagah… kebetulan saya juga baru selesai ngebangun raleigh turis AF ukuran 24, salam sedulur onthel pak. saya antox chang

    • wongeres OPOTO

      Selamat menikmati kebanggaan tersendiri setelah sukses membangun Raleigh turis yang langka, Mas Antok. Jangan cepet bosen. Hehe…

  29. bagus arek sroboyo

    Assalaumaualaikum,wr.wb
    nyuwun sewu pak.
    Saya bagus seorng mahasiswa asal sroboyo,
    trmsuk pemula dlam dunia piet onthel.
    Alhamdulillah sdah bisa beli speda merk humber,
    dngan pnuh perjuangan dan sdah sebulan ini tak pake.
    Saya mau mnta pncerahan dari saudara skalian tntang speda saya,
    jujur tak lihat2 humber saya ini brbeda dngan yang ada pada umumnya.
    Apakah ada humber dengan seri AR91878?
    Apakah ada piet merk trsebut yg memamakai rem karet,sdngkan pda umumnya kn pke tromol?

  30. Asslkm, saya Agus di Godean penggemar sepeda Humber, Mau tanya cara mengatasi tromol SA yang putarannya “mobeng” bgm ?. Terimakasih. salam onthelis

    • wongeres OPOTO

      Wa alaikum salam. Mas Agus, bukannya di godean masih ada bengkel yang bisa betulin SA ya? Atau kalau memang suka ngutak-ngatik sendiri coba buka youtube saja, misalnya ini:

  31. izin bertanya mas, saya punya rudge nomor rangka BD 62102 dan humber sport/jengki warna kuning mas dengan nomor rangka 8241 C, kira2 sepeda ini diproduksi tahun berapa ya? terima kasih atas tanggapannya. salam onthelis dari SEPOK ( Sepeda Ontel Kalmantan Barat )
    Hadi SEPOK

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s