Support untuk Podjok

Minggu pagi, bagi komunitas Opoto (Onthel Potorono) selalu merupakan hari istimewa. Tetapi, ibarat martabak, kalau istimewa itu telornya empat, maka Minggu, 26 April 2009 itu telornya lima. Itu karena sore sebelumnya kami menerima sebuah sms yang menggelitik dari kerabat onthel Podjok: “Mari ikut touring untuk uji kesejatian seorang onthelis…” Touring yang dimaksud dalam sms tersebut adalah touring Jogja-Jatinom (Klaten) PP. Wuih! Salut. Ini sungguh acara spektakuler (spektakuler telornya berapa ya?🙂 ). Meskipun kami tidak bisa menemani touring hingga ke Jatinom, pagi-pagi kami sudah bersiap di depan Kalimas (di Jalan Solo) untuk menyambut saudara-saudara kami yang akan melintas. Beberapa orang yang lewat sempat terhenyak melihat ‘showroom’ dadakan kami: “emang ada onthel Mercy?”

onthel-mercy1

menyambut-podjok1

onthel-bersaudara1

Wajah-wajah sumringah penuh semangat dari para kerabat Podjok seperti Mas Towil, Pak Sahid Nugroho, Mas Margi, Mas Bagus, dll semakin menggugah niat kami untuk memberikan support, menemani ngonthel hingga Prambanan (sayang ketika para petinggi Podjok ini datang saat terakhir malah nggak ada yang berani motret😦 ). Sesampai Prambanan, barulah kami berbelok arah menuju kampung kami tercinta: Potorono.

Tetapi hari sudah beranjak siang untuk ukuran makan pagi. Kami membutuhkan energi. Untunglah, di sepanjang jalan telah tersedia warung-warung dengan aneka menu yang ‘secara khusus’ disiapkan untuk melayani umum😀

Di sinilah kami terlebih dahulu terdampar, dan segala persoalan yang berkaitan dengan kata ‘lapar’ segera kami selesaikan secara adat.

soto-prambanan
baca juga “onthel dan kuliner”

Dengan energi penuh, barulah kami melanjutkan acara rutin kami, menyusuri jalanan kampung, membalas senyum orang-orang yang kami lewati, terutama generasi tuanya yang saat melihat kami bersepeda onthel bareng-bareng barangkali lalu terkenang pada masa muda mereka, saat sepeda onthel masih menjadi barang mewah kebanggaan mereka.

Sesekali kami berhenti. Bukan karena lapar lagi, tapi karena melihat tempat-tempat yang menggugah hati. Misalnya ketika melihat sungai dengan air yang mengalir bening. Rasanya jadi refleks ingin melepas baju lalu melompat ke dalamnya untuk mandi, persis kebiasaan kami semasa kecil. Tapi kami lalu saling mencegah (terima kasih sudah saling mengingatkan). Lalu kami pun mencukupkan diri dengan hanya berfoto bersama dan… tetap dengan baju lengkap🙂

di-jembatan

Hmm… benar-benar Minggu pagi yang istimewa, dengan berapa tadi? Lima telor!

19 responses to “Support untuk Podjok

  1. Erwin Berkata :

    Duh jadi nyesel banget tidak bisa ngonthel saat itu…
    kenapa juga sih mata ini mesti sakit, padahal aku tidak mau disakiti lohh…
    jadilah diriku tidak ngonthel seminggu penuh,gara2 kesibukan kantor plus sakit. kakiku sampe gatel pengen mengonthel segera…

  2. onthelpotorono

    Iya, jadinya kita cuma mengirim 8 orang untuk menyambut teman-teman Podjok. Mana sakitnya nggak keren. Kejatuhan bel, kan? alias belek. Hahaha…😛

  3. emang hari yang menyenangkan kita dapat ketemu dengan sedulur dadakan…he he he
    memang pas juga kalo kita show didepan bengkel mercy …walaupun kita pake mercykil..
    oya..itu si erwin ga usah bagi2 belek..ya he he he

  4. pose fotonya keren abis
    aku jadi teringat salah satu bait “rahasia”
    dari the x-files :
    “bersembunyi di balik cahaya”

  5. masih ada stok 1 ons belek neeehhhhh….
    Ah, ngomong liane opo’o, ojok ngerembuk belek.
    ehmmm, gimana kalau sekale-kale ngonthel ke Alkid, ada lontong opor enak loh…
    tapi nuansanya memang beda, ga ada pemandangan alam dan hawa yang segar. yang ada mungkin ngeliatin cewek yang segar… he3x…
    Muscat, rajin amat sih ngingetin om Tono tentang hari libur??? tuh, dimobil ditempel “HARILIBURTON”.
    Mas Joko piye kabare?? udah tau blog ini belum ya?

  6. Kalo lihat foto kita nampak disitu, hilanglah sudah pegel di kaki… Rasanya hari minggu menjadi lebih lama. Tapi ada yang kontras tuh, onthel dengan background MB….Kalo setiap minggu di update terus fotonya, kita musti cari angle yang bagus dan fotografernya gantian…kan kasian masak moderatornya ga muncul hehe…
    Kemarin nyesel juga…..ora pesen sotone wae haha

  7. hehehehe akhirnya kami seharian pak sampai di klaten jatinom hik hik,,,,iya tuh kami tak ada di tengah tengah tak apa pak yang pasti tetep guyup rukun untuk semua heheheheh
    nuwun loh bapak bapak ikut nganter kami sampai di pertigaan itu hehehehe prambanan maksud kami,
    padahal pak sego lan uborampene siap banget lohh untuk onthelis onthelis semua.sego megono pancen nyussssssssssssssss mak.

  8. ku kira pamitan beneran tapi buat sutris hahahahahah surprise huuhuu penyambutan di mercy itu hehe salam kami buat teman teman semua

  9. onthelpotorono

    Wuaah, Komandan Podjok kita mau memaklumi rupanya. Semoga kami tidak dicoret dari daftar onthelis sejati. Matur nuwun Mas Towil. Salam onthel!

  10. SEMANGAT…SEMANGAT…

  11. onthelpotorono

    Pak Endro, rasanya rombongan kita pernah satu-dua kali papasan. Tapi kami paling banyak cuma 8-12 orang tiap kali ngonthel. Maklum aplusan. Lain dengan Pagodja ya…

  12. onthelpotorono

    @angin timur.
    Anda suka bermisteri ya. Mohon dimaafkan, kali karena ada “x-file”nya, komentar Anda sempat masuk ke spam. Hehe… sekali lagi maaf dan tengkyu atas misterinya. Eh, kunjungannya🙂

  13. Terima kasih kami ucapkan untuk sahabat-sahabat onthelis dari Opoto yang telah berkenan menemani kami saat proses berangkat touring ke Jatinom Klaten. Kapan Mas mngundang kami untuk silahturahmi mengunjungi markas Opoto he..he..he..

  14. onthelpotorono

    Sesama saudara sepengonthelan sebenarnya kami juga pengin ikut, Pak Sahid. Semoga bisa di lain acara. Markas kami ya di kandang kerbau. Haha…

    Pak Sahid, Matur nuwun sudah menengok kami di sini.

  15. Terima kasih pula pada rekan2 PODJOK yang telah ikut mensupport OPOTO.
    Viva Onthelis Jogja, juga Onthelis sejagad Bravo juga.

  16. Terima kasih pak Nur atas atensinya dan persahabatan dengan onthel ternyata lebih mengasikkan salam untuk semuanya dan Mohon maaf serta “SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH ROMADHON” Wass

    • Wah, Pak Daryanta, matur nuwun sudah pinarak di blog ini. Senang sekali kalau kersa memberikan sumbangan-sumbangan pemikiran yang tentu akan mencerahkan dalam setiap ‘diskusi’ ngalor-ngidul yang biasa terjadi di sini🙂

  17. Soewiryo Oetomo

    Selamat untuk memulai dengan sepeda andalan para “amtenar” he he bagaimana mas Nur ternyata lebih uenaak tenan

    • onthelpotorono

      Haha… Memang kok. Setiap kali ngonthel dengan sepeda yang berbeda, kita bisa mengidentifikasikan diri kita dengan para penunggangnya tempo dulu. Naik Burgers serasa jadi pastor, naik Humber serasa jadi demang, naik Gazelle serasa jadi ambtenaar. Wah, jan gayeng tenan. Lha kita ini jebul berbakat juga jadi aktor kethoprak lho.🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s