Arsip Bulanan: November 2011

Fenomena Kalibayem: Ketika Alam Meminta Haknya

Opoto di “telaga tiban” Kalibayem

Di mana bumi dipijak, di situ adat dijunjung. Dahulu, kita begitu mudah memahami dan menyetujui pepatah ini. Saat itu kita memiliki cukup kepekaan untuk menempatkan diri di tengah masyarakat. Disadari atau tidak, di zaman yang semakin mengedepankan hak daripada kewajiban ini, kepekaan mulai luntur. Perlahan kita mulai kurang menghargai keberadaan pihak lain sebagai subjek.

Kita mungkin masih suka berjabatan tangan, tetapi tidak lagi sambil memandang muka. Bahkan, kita jadi sering gegabah melegitimasi pendapat kita sendiri dengan dalih demi kebaikan dan kepentingan orang lain. Padahal, apa yang baik menurut kita belum tentu baik bagi orang lain. Maka hari ini kita menjadi terbiasa menyaksikan maksud-maksud baik saling berlaga di depan kita. Lanjut membaca