Burgers Heren-24: Elang Tua yang Tetap Perkasa

Salah satu bukti keadilan Tuhan adalah bahwa kita diciptakan dengan selera yang berbeda-beda. Bayangkan jika selera semua orang di dunia ini seragam semua. Membuat rumah dengan model sama, menghadapnya ke selatan semua, profesinya jadi dokter semua, dan dalam memilih pasangan hidup pun mereka menuntut kriteria yang sama semua. Kira-kira akan amankah dunia, atau bahkan sebaliknya?

Burgers heren-24 dengan frame yang lebih panjang

Perbedaan selera juga merupakan rahmat bagi onthelis. Beberapa onthelis suka sepeda buatan Belanda, beberapa lagi suka buatan Inggris, Jerman, Perancis, dsb. Sesama penyuka sepeda Belanda pun ternyata memiliki pilihan merek yang berbeda. Beberapa suka Gazelle, yang lain memilih Fongers, Batavus, Simplex, Burgers, dsb. Jika kita menerima segala perbedaan ini sebagai rahmat, lalu kita mau membuka diri untuk mendengarkan pertimbangan yang mendasari setiap pilihan –baik individu maupun kolektif– kita akan mendapatkan banyak pengetahuan menarik yang bukan saja akan semakin memperluas wawasan kita, melainkan juga semakin memperdalam kecintaan kita akan sepeda onthel.

Sepeda Burgers yang tampil ini misalnya, belakangan semakin banyak dicari karena Burgers merupakan pelopor fabrikan sepeda di Belanda. Di Jogja, sepeda Burgers cukup popular dan masih banyak dijumpai. Masyarakat sekitar Wates banyak menyukainya, antara lain karena frame sepeda ini lebih panjang sehingga lebih leluasa untuk membawa barang. Apa lagi dikayuhnya pun ringan. Dari jauh, ciri yang akan segera terlihat dari sepeda Burgers adalah spatboarnya yang khas dengan lekukan membelah persis di tengahnya, sementara ujung depan maupun belakang agak mencuat menyerupai jambul.

tuas rem mengikuti bentuk stang bertuliskan Burgers dalam huruf Latin

Alkisah, di pasar Imogiri lama (di sebelah barat makam raja) setiap hari selalu terlihat sebuah sepeda Burgers heren ukuran 24 terparkir diam seharian. Setiap kali sepeda itu diamati oleh pengunjung pasar, orang-orang di sekitar akan berkomentar tanpa diminta: “Nek niku mboten disade…” (kalau itu tidak dijual…). Alasan mereka sederhana: pemiliknya bukanlah penjual sepeda!

Tetapi sepeda itu sungguh menarik selera. Tinggi, utuh, dan catnya masih asli, meskipun sudah aus sehingga tinggal menyisakan warna meninya yang kemerahan. Oleh karena itu, meskipun komentar serupa selalu terdengar, kebiasaan memandang sepeda itu setiap kali berkunjung ke pasar Imogiri tak dapat ditinggalkan.

konstruksi rem khas Burgers yang melengkung lebar dan klem berengsel

Kebiasaan ini terus berlanjut hingga pasar Imogiri pindah ke lokasi baru di Jalan Imogiri Timur. Di pasar baru Imogiri itulah keinginan bertemu pemiliknya terkabulkan. Setelah ngobrol barang sebentar, sebuah harapan sempat terlontar kepada pemilik sepeda itu yang ternyata seorang pembuat sumur:

“Pak, kelak kalau Bapak bosan dengan Burgers ini, tolong Bapak beritahu saya…” Pemilik sepeda itu tampak berpikir sebentar.

“Sebenarnya saya sudah agak bosan…” jawabnya mengejutkan.

“Maksudnya Pak, kalau sudah bosan itu harganya juga harga bosan….”

“Haha…. Jujur, hari ini saya sedang mempertimbangkan menjual sepeda ini untuk membeli bibit padi. Sawah saya saatnya ditanami,” pemilik sepeda itu menerangkan. Maka terjadilah transaksi tak sengaja itu. Sepeda berpindah tangan dan menjadi salah satu koleksi kesayangan di Potorono.

torpedo F&S dan velg depan-belakang bertuliskan made in Holland

Bagian-bagian sepeda ini secara umum cukuplah memuaskan. Stangnya berbentuk elang terbang leka dengan bentangan sayap terangkat tinggi (dhongklok), di tengahnya tertulis merek Burgers dalam huruf latin nan indah. Bentuk tuas rem pada stang ini juga ikut melengkung mengikuti bentuk stangnya. Kom stangnya berbentuk lengkung serupa cincin, menggenggam tangkai lampu yang jika pada sepeda lain biasanya terdapat inisial merek, tetapi pada sepeda Burgers justru rata, tidak berlubang.

bel gajah, gir depan dengan rotel bersegi, ketengkas separo, stopan ‘tokek’

Bahu fork bagian atasnya melandai. Karet rem depan maupun belakang menempel pada tuas berbentuk lengkung yang lebar, sementara klem kawat remnya menggunakan engsel seperti pada sepeda Batavus.

Mirip sepeda Batavus juga, Burgers heren ini memakai gir depan berbentuk Y dengan rotel/tangkai kayuhan yang bersegi (pingul). Ketengkasnya yang mungil tidak membungkus rantai secara penuh, tetapi hanya separo, yaitu hanya melindungi rantai dari sisi luar saja sehingga rantai tetap terlihat dari sisi kiri sepeda.

nomor rangka dan sadel tua yang nyaman

Jika bawaan as roda sepeda Burgers biasanya menggunakan merek Atom, pada sepeda ini as belakangnya menggunakan torpedo F&S (burung) dan as depan yang sangat besar. Pada velg depan dan belakang terdapat tulisan ‘made in Holland’.

Dengan adanya rem torpedo di samping konstruksi rem karet bawaannya, sepeda ini sering menjadi pilihan di kala menempuh jalanan penuh tanjakan serta turunan, terlebih di musim hujan.

berdiri sendirian, sesekali memikat pandang peminat yang berpapasan

Sederhana, kuat, dan ringan dikayuh, membuat sepeda ini cukup nyaman untuk perjalanan jauh. Tetapi, bukankah setiap orang bisa saja berbeda selera, dan perbedaan itu adalah rahmat bagi kita semua.

About these ads

167 responses to “Burgers Heren-24: Elang Tua yang Tetap Perkasa

  1. Akhirnya keluar juga simpanan atau inventaris keluarga Besar Opoto, yang lain.Lawang Kayu Mandhing, iso nyawang ora iso nyanding

    • onthelpotorono

      Lawang kayune mlepes
      pring apus dikuliti
      yen arep nyawang pit Burgers
      stange Mas Bagus gek ndang dikompliti :D

      Mumpung kemarin nggak ngonthel, kesempatan upload gallery Mas. Ayo dikejar stangnya… Haha…

  2. Gagah perkasa………. keren ….

  3. Kasinggihan Mas, masih dalam proses nego layaknya perjanjian Roem Royen, masih perlu tukar guling. he he he

    • onthelpotorono

      Asal jangan seperti kisah klasik hadiah natal: suami menjual jam untuk membelikan jepit bagi rambut Sang Istri, padahal istri baru saja menjual rambut panjangnya untuk membelikan rantai bagi jam Sang Suami. Mulia sih, tapi runyam! Haha…

      Kalau frame Burgers ditukar guling dengan stang Burgers, njuk piye…? :-)

  4. onthelpotorono

    Teman-teman Opoters, sepertinya Minggu pagi kita masih akan absen.

    Pak Joni masih bedrest setelah operasi. Dokter sempat kagum pada ketahanan tubuhnya. Berkat ngonthel. Mas Tono ada acara dengan baby-nya. Mas Erwin masih harus bergelut dengan ist… eh, tugasnya. Mas Max’s (me-)rapat teruuus. Dan engkel saya belum pulih :-(

    Pak Joni, cepet sembuh ya. Doa dari kami semua…

    • weleh, padahal sdh ditunggu cerita travellingnya :-( … semoga teman-teman yang sakit lekas sembuh, yg masih sibuk bisa ada waktu luang … kita tetap sabar menanti, salam dari Surabaya

  5. waduh keduluan nich … memang ada nilai kepuasan tersendiri dapet onthel dari bukan blantik atau kolektor .. tali duk tali layangan … ngesir burgers situk lha koq wis dipendet tiyang

    • onthelpotorono

      Haha… tapi saya tetap akan berpuas diri lho, kalau mendapat belas kasihan dari kolektor royal yang dermawan. :D

      • onthelpotorono

        Haha… kapan itu Bu Dhony rasan-rasan butuh space lebih longgar lagi. Mungkin perlu ngurangi sepeda yang ada :D (berkhayal).

    • Kl memang jodoh, suatu saat pasti dapat … sayang rumah saya sudah tidak cukup menampung burgers, jadi sy relakan dibawa Kang Noer … :-D

  6. Mantap, anglenya komplit…coba ditambah bahasa iklan lebih yahud lagi….1lt pocari =100km, lolos standar euro, sunroof, bebas perwatan dsb

  7. Budak Tjimahi

    Sepeda yang cakep pak!!
    Njombang kertosono
    Iso nyawang gak iso ngrasakno he he
    Salam,

  8. @ wah selamat atas buruannya mas, sepeda bagus dan kelimis tenan… dan saat ini konon burgers sedang dalam pencarian pihak 2 yg suka dengan sepeda lawas..kalau msh ono tunggale boleh juga tuh mas…hehehe. salam

    • onthelpotorono

      Matur nuwun. Kata Mas Bagus K, ada frame Burgers yang minta ditukar dengan stang Burgers. Pak Rendra berminat? Haha…

  9. pak rendra sharing dong jangan semua di boyong ke kerawang nanti j0ogja abis sepedanya ha ha, aku cukup beruntung sempat memiliki burger walau hanya rangkanya.

  10. Oh ini tho Burgers sumuran itu , udah rezekine mas Wong! Mantep tenanan, abang koyo jambu dersono,! piringane antik pisan.

  11. @Mas Noer,
    Sepedanya keren dan sangat bagus…
    Sepeda Burgers yg konon mrpkn merk tertua di Belanda, memang saat ini bnyk diburu kolektor.
    Apalagi yg jenis dames “daventer” yg ada pipa vertikal diatas gir depan, konon sepeda ini hanya dimiliki oleh pastoran dan sangat langka…
    Selamat berburu…

    • onthelpotorono

      Mas Bagus Podjok, apa kabar? Saya sih narima ing pandum. Dames ada, tapi ya cuma yang biasa. Suatu siang saya dikasih tau Mbah Ngatijo, ada Burgers dames dengan pipa tambahan itu. Tapi saya nggak langsung ke sana. 3 hari kemudian sudah lenyap. Hehe…

  12. Mantap,mas .salam kenal kagem sederek2 potorono saking kulo calon tanggi,graha banguntapan, pak noer kpn2 goes2 sareng, nuwun

  13. @ halo mas Faj…. apa kbr nih…mana berani sy nembung pusaka Potorono mas..bisa kualat karo kyai Semar…hehehehe,… salam

  14. onthelpotorono

    Iya deh, nanti saya kabari kalau semarnya baru mendem, jadi tinggal digadho! :D

  15. kalo pas ngonthel trus laper bisa langsung “disantap”…BURGERS cheese hehehehe…

  16. Pak Nur di bengkel Mbah Ngatijo masih ada speda burgers ky punya bpk..silakan dilihat kalo blom dilipat :-)…btw very cool dutch bike!!!

    • onthelpotorono

      Iya tuh, nasibnya mirip Mas Bagus K, menunggu elang hinggap di stangnya. Jangan-jangan gara-gara sudah keduluan alap2 stang ori. Hehe…
      Mas Yox, pa kabar? Lama nggak ketemu, jadi kurang inspirasi. :-)

  17. lam kenal mas…..
    spedanya mantep bgt mas….
    saya juga punya speda,dengan ukuran ban 28….klo menurut mr.kunner si itu speda burgers.

    • onthelpotorono

      Salam kenal juga. Nah, itu lebih mantap, kir-nya bahkan langsung by priyayi Walandi. Hehe… Jangan biarkan teronggok. Ayo digowes! :-)

  18. Pak admin, saya pernah lihat salah satu koleksi onthel potorono Nederlanche Kroon, sangat menarik dan langka. boleh tahu siapa pemiliknya? karena saya memiliki juga yang type Dames dan saya berencana membuat replika Gear lambang 3 Mahkota, mohon dapat diemail ke eko_trispratikno@yahoo.com.
    Terima kasih pak Admin, Salam Ngonthel..

    • onthelpotorono

      Salam kenal, Pak Eko. Bukan hanya sepedanya yang langka. Pemiliknya pun angin-anginan. Namanya Pak Dedy (Halo Pak Dedy, silahkan langsung dijawab).

      Maksudnya, Pak Eko memerlukan alamat email Pak Dedy, atau cukup foto gir depannya? Dengan teknologi laser, membuat replika gir memang bisa rapi. Tapi, tetap dibutuhkan bubut manual, karena sepertinya laser belum bisa memotong diagonal. Maksud saya, lebih mudah lagi kalau mencari gir mahkota bekas yang sudah aus lalu dibuatkan geriginya. Selamat bereksperimen.

  19. Burgers, baik laki atau perempuan sama2 menariknya krn selain tua dia punya ciri khas yang bisa terlihat (Slebornya itu lho )
    Selamat buat kolektor Potorono

    • onthelpotorono

      Wah, kok Pak Wahyu nyebutnya kolektor? Hehe… kami cuma komunitas berbagi suka kok. Beda dong dengan kolektor Arema satu ini :-)

  20. Suatu ketika ontel bisa bernilai tinggi. Klasik dan nyentrik.
    salam.

    • onthelpotorono

      Terima kasih, Mas Thomas. Sepeda onthel ini mungkin lebih dekat ke Yngwie Malmsteen ya. Terutama karena semangatnya mempertahankan karya/nuansa klasik, tapi dengan sentuhan agar tetap berkilau untuk dinikmati di zaman kini. :-)

      Michael Angelo Batio keren, atraktif. Tapi kalau jiwa kampung Potorono sepertinya akan lebih sreg dengan Balawan, atau terlebih lagi: Leo Kristi. Haha…

      Salam hangat dari Potorono.

  21. Pak Noer,
    Numpang nanya saya punya teman dia dulu kuliah diJogja dan punya grup penggemar Leo Kristi juga, apakah dia teman panjenengan?
    Namanya pak Agus Saputra saat ini dia ngajar di cimahi dan kasih les privat gitar .
    Maturnuwun dan maaf kalo salah

    • onthelpotorono

      Saya kurang yakin, Mas Endik. Banyak teman penyuka Konser Rakyat dan hanya memakai nickname. Salam saja buat beliau dan tolong kabarkan ya Mas, Konser Rakyat mau pentas di Jogja 22 Mei mendatang. Tq sebelumnya.

  22. Semoga lekas sembuh buat Mas Joni.
    Burger, lama diamati akhirnya didapat juga
    oleh salah satu opoter. Dapat wahyu Cokroningrat to? …….Lha kalau sudah bosan, bilang sama aku yo Pak De, biar aku dapat onthel dari hasil “kebosanan” dulurku. Tentunya juga dengan harga “kebosanan” he he he he he…….nuwun

    • onthelpotorono

      Amin. Terima kasih atas doanya.

      Mas Heri, lho kapan pulang dari Australi? Saya kok ndadak dioleh-olehi bumerang. Hahaha…

  23. Liputan yang bikin seger mata…!!

    berarti saiki di potorono lagi bulan puasa yoo pak? gak ada “soto” & makan2 nya..?

  24. @ kang Sekjen>> ritual Nyoto kan khusus kalau Opoters lagi touring.. sedangkan kalau lagi membhas teknologi sepeda biasanya cemilane cuma soto…..hehehehe….
    @ mas Heri.. apa kbr.. di Pwt masih banyak loh burgers cuma pada ga komplit…
    @mas Wahyu nek mulai koment biasanya di rumah udh ada tersedia burgers istimewa lho…. hayo mas Whyu di posting wae ojo disidemke…
    @ mas Wong…. apa kbr.

  25. Ajiibbbbbbbbbbbb,,
    burgers memang lain dari pada yang lain,,,

  26. @ Pak Noer
    Saya mau bertanya, kebetulan saya punya BURGERS dames yang penyangga batang melengkung nya 2 buah,Tapi sepeda itu tdk memiliki batang tambahan yang berada diantara depan ban belakang yang menempel ke batang as tengah,, apakah itu BURGERS juga Pak?
    tulisan pada stang burgers latin, tapi di batang pedal ada tulisan BURGERS tapi hurup tegak, dan ketengkas mirip dengan photo di atas.
    hatur nuhun

    • onthelpotorono

      Haha… kalau ragu-ragu biar dibuang ke Potorono aja deh, buat disandingkan ke heren-24 (ngarep banget hehe…).

      Siapa lagi to yang mau meragukan titihan Kanjeng Oki priyagung Karawang ini? :D

  27. @Pak Noer
    ada gak Pak, yg seperti itu jenisnya,,please dong Pak di jawab,,,hehehe
    hanya beda pada pipa kecil aja tuh, jd ragu.

    • onthelpotorono

      Ada, Mas Oki. Di Potorono ada dua yang seperti itu. Menurut saya, kelemahan sepeda dames dibanding heren itu konstruksinya terasa kurang kokoh. Kalau stang digoyang kanan-kiri terasa lentur. Antisipasinya, ada dames yang lehernya pendek seperti Raleigh Singapore, Ludion, dsb. Cara lain, penyangga pipa lengkungnya dibikin dobel, salah satunya seperti Burgersnya Mas Oki. Tapi yang konon khusus buat pastur masih ditambah pipa diagonal di depan roda belakang itu. Mestinya terkesan lebih kokoh lagi.

      Saya sih hanya mengamati sepeda yang ada di sekitar kami, tidak sampai studi pustaka segala. Tapi yakin, itu Burgers asli sli sli…. :-)

  28. Pasti ada Mas Oki, yang tanpa penyangga dibawah. Di Yogya masih banyak yang model seperti itu.
    Mas Noer, stang sudah ku boyong, meski sedikit alot seperti Geblek Kulonprogo.

    • onthelpotorono

      Naaah, akhirnya! Tapi kalau nggak alot malah nggak asik lho. Buktinya, geblek Kulonprogo (dan Purworejo) tetep laris. Haha… Tapi kalau lompong Purworejo saya suka yang sudah agak wayu, nggak terlalu alot (halah, malah mbahas makanan…). Selamat Mas. Selamat memasuki stadium lanjut onthel mania. Hehe…

  29. orang pinggiran

    mantap….jos.. gandos….

  30. kbr baik Pak Nur, lm tak jumpa jg..kt Pak Margi uda mule sembuh,kpn ke bgkl lg? iya bener tuh Pak alap2nya sak brayat sedang elang cm dhewekan jdnya KABUR dah hehehe.. nunggu inspirasi dr apa ya…hmmmm…..

    • onthelpotorono

      Mas Yox, iya ini sudah mulai bisa jalan lempeng. Pengin nengokin putranya Mas Margi.

      Kalau alap-alapnya masih brayat sendiri kan malah bisa ‘nempil’ dengan harga kekerabatan. Ngomong-ngomong, masih punya stang Burgers Mas? :D

  31. @Mas Bagus

    Apa kabar mas,,lama tak basuo….
    hehhehehehee

  32. @pak Rendra, bulan kemarin saya ke Pwt,belum sempat ke Bpk pens Jasa marga (bp. Sugianto) kolektor Gazelle. Tetapi saya Ke Pasar Manis, ujung jln Bank, saya dapat Philipp yg udah uelek tenan tetapi kayaknya 95 % ori, ban udah diganti
    lumayan buat tontonan kalau lagi nglilir tidur malem.
    Yg “itu” sudah dikirim Om Nungki ( Komandan DeFoc) kemarin…….mohon maaf

  33. Mas Noer : Yang alot-alot juga enak kok. Slebor Cycloid kayaknya bisa ditempil pretelan, nanti paroan sama saya. Ini tinggal nego keteng plengkernya. Jadi komplit nantinya.
    Mas Oki : kabar baik Mas. Kalau mau berburu di wilayah Kebumen banyak harta karun mulai keluar dari simpanan

  34. onthelpotorono

    Wah…wah… ngeri juga kalau alap-alapnya pada mulai nyamber lintas propinsi. Hehe… Sip Mas Bagus. Paroannya depan-belakang, kan? Kalau kanan kiri kan repot.

  35. orang pinggiran

    hahaha.. lagie nguber bangun burgers 22…tinggal cari tutup katengas yang separo , kalo poto yang di atas stangnya untuk wandu apa heren pak?…maklum pemula nih…hehehe

    • Hehe… minat Burgers juga to. Habis Burgers terus Juncker, terus Sunbeam, terus apa lagi ya? Biar pemula kalau belajarnya pol-polan ya langsung katam to Mas. :-)

      Setahu saya stang Burgers nggak cuma model elang sporty. Konon, model ini muncul lebih kemudian. Burgers wandu, lazimnya (seperti selalu saya lihat selama ini) juga menggunakan stang model ini.

      Tulisan merek pada sepeda Burgers pun bermacam-macam. Ada yang huruf latin bersambung, ada yang kapital seperti milik Mas Oki, ada juga yang gambar mahkota (kata Mas Bagus Podjok), dan ada yang tertulis ENR (Eerste Nederlandse Rijwielfabriek).

      Di Jogja, dahulu stang elang pada Burgers heren kurang disuka (dirasa kurang gagah) sehingga kebanyakan lalu diganti stang biasa (tak harus milik Burgers). Kebetulan saja sepeda ini dibiarkan utuh oleh pemiliknya.

  36. @mas Heri. sy kalau ke jalan bank malah nguber Soto kadal yg super lezat..hehehe..ga tau kalau ada pasar pit..selamat ya mas Phonixnya..
    @ mas Bagus Majenun…bumen yg di petanahan ya..kayaknya udh di intai alap2 Prwrj dan mgl deh…merk siap 24 jam, jd yg lintas prop bakalan ngaplo…hhehehe..
    @OP.. gmana sunbeam 22 nya?

  37. @pak Rendra, yang tak boyong bukan Phoenix , tetapi Phillipp yg kebetulan aku belum punya
    @ di pasar Manis Pwt juga sudah keluar “harta karun”( pinjam istilah Pak De Wongeres) tetapi “wong ndeso” di Pwt sudah tau NJOP onthel, jadi harganya juga lumayan mahal………..nyuwun ngapunten lagi Pak De , pinjam angkringannya.

  38. Pak De Wong,……yg tak boyong itu sepeda “sisa sisa” dari pemburu onthel sejati.
    Lha kulo niki sinten?
    Mas Heri itu pembeli sepeda “sambil lalu” kok…….he he he he

    • onthelpotorono

      Mas Heri kok pagi-pagi campursarian lagu slenco lho. Haha… Sambil lalu itu maksudnya sambil beli ini lalu nglirik yang lain ya? :D

  39. Elang tua yang tetep perkasa hehehe…..sarapan yang banyak ngonthelnya lebih perkasa nggih Gus..hehehe.

  40. @ Pak Rendra, betul makanya kita kita harus mulai tur jalan Daendels lintas selatan, siapa tahu masih nemu dipinggir sawah. Di Kutowinangun, Prembun, Petanahan sudah habis sama teman Kutoarjo dan Magelang, langsung bawa pick up. Di Pasar Puring dan Gombong belum banyak di jamah.
    Tasik Singaparna, siapa datang gasik akan dapat aneka rupa. he he he

  41. Mungkin saat ini bisa disebut sebagai masa gelombang keempat perburuan onthel belanda dengan DTO merek burgers, setelah 3 gelombang sebelumnya yakni Gazelle, Simplex dan Fongers. Jadi sebentar lagi bisa dipastikan harga sepeda burgers akan mulai merambat. Namun opini umum banyak yang lebih suka model dames yang memang secara desain lebih vintage dibanding yang model heren. Dan saya juga memprediksi paling tidak akan masih ada gelombang kelima yakni dengan DTO sepeda batavus. Nuwun.

  42. trimbil minggir

    Puas.. puass…puasssssss… Trimakasih pak gambarnya

  43. Jangan Batavus dulu pak Sahid, enak Juncker dulu deh ah…! Burgers memang pelopor stang sport gitu ya Gus Wong? Ambal,petanahan, pernah lewat sana peteng ndedhet lelimengan, biasa dibuang waktu mau masuk kota, pas lebaran….

    • onthelpotorono

      Pak Sahid akan menjawab: itu bisa diatuuur…
      Lha wong biasa memilih jalur sunyi, masa pake terpengaruh DTO orang. Buktinya, yang lain pada lebaran, di sini sendirian menembus malam. Yang lain nyari Gazelle, yang ini malah ngisik-isik Juncker Jangkung… :-)

  44. @ pak Sahid..utk sepeda Inggris bakal jadi DTO ga ya ..salam

  45. ooh Juncker ooh Magnet, siapa yang mau ngelepas ya……???????

  46. @ mas sy ada juncker uk 22..tuker burgers boleh……hehehehe
    @ mas Wong…siapa tuh… mau dong..

  47. Wah kalau burgers nya belum bisa melayang, stangnya belum ketemu stang elang ngelayang. Kalau Burgers Potoronan sudah sia ngelayang. Yang satu ini masih menunggu komplitan.

    Mabuk puyer njur nabrak net, milih burgers, juncker opo Magnet?

  48. @ mas Wong… halah sunbeam mung sitok kok.. mhn pendapat dong kelebihan pit Rudge, kok ga ada yg nanyain ya.
    @mas Bagus..mending telu telune di rawat… sy bandingkan antara juncker dgn magneet transport kok lebih nyaman magneet lho mas.. anak sy aja ngonthel krw bekasi pake magneet katanya ‘ enak ga capek”….

  49. @Mas Rendra, memang Magneet ukuran 22 lebih stabil dan ringan kayuhannya. Saya juga sudah nyoba dari Muntilan – sampai rumah. Ini juga nunggu wangsit, kapan stangnya jatuh.

  50. ERwin Erlangga

    Ehmmm….. harga bosennya sekarang berapa ya ??
    aku mau loh …..

    • onthelpotorono

      Duh, syukurlah masih mau mampir. Kirain kalo sudah pindah rumah mainnya juga cuma sama tetangga sebelah… :-P

  51. Betul2 mantap nih sepeda…
    tak banyak “berdandan” tapi tetep terlihat elegan

    pokoknya siiip tenan

    • onthelpotorono

      Matur nuwun, Mas Rozee. Mungkin karena pemiliknya dulu tiap hari sudah sibuk “dandan” sumur, ta’iya Mas? Hehe… Apa kabar nih, pulau garam banyak harta bermunculankah?

  52. wis ra sah dandan, putune simbah sing pancen ayu, luwes lan prasaja mestine yo tetep tansah enak dilihat lan nyaman dipake ngontel (sepedane lho)…………..hi hi hi hi
    mungkin sama dengan sepeda Magneet milik Pak Rendra : dipakainya “enak, nggak capek”
    Selamat menikmati kenyamanan Burger….

  53. Blog paling rame,kaya pasar kliwonan! Informasi komplit pake endog asin,godong so trus kangkung(pencegah asam urat huhaha!)
    Tersinggung ama pak Zadel, katanya Juncker kurang enak, padahal juncker saya udah dibumboni komplet hehehe!

  54. @ mas Bagus , selamat atas magneet 22 nya…
    @ mas Heri..kok seperti iklan mendoan ya..” tempe enak dimakan dan perlu”…ehehehe
    @ gus Emprit.. nyuwun pangapunten.. saestu mboten njara badhe ngenggol sinteno kemawon.. mbok menawi magneet langkung sekeco tinimbang juncker amargi mageet sageg lengkeeetttt ……hihihi..piss

    • onthelpotorono

      Bedanya, yang satu begitu diduduki langsung “mag neet…”, sedangkan yang satunya lagi kalau kurang hati-hati malah bisa juncker balik ya. Haha… Ini nanti bukan cuma tersinggung, tapi langsung tiwikrama! Jadi Juncker ukuran 28B!

      Ampuuun… :D

  55. mas mo nanya nih…knapa burgers yg masuk ke indonesia ko no serinya H semua ya(thn 1950)?apa ga ada yang sebelum taun itu?mksh pencerahannya.

    • onthelpotorono

      Waduh, lha ini. Bukannya cerah, bisa-bisa malah mendung gelap, peteng lelimengan, bledheg ngampar-ampar. Hehe…

      Saya bahkan sempat berpikir bahwa jangan-jangan H itu bukan seri, tapi kode apa, gitu. Soalnya milik saya, heren maupun dames selalu pakai kode H di atas angka. Yang saya tahu, nomor seri dengan kepala 2 itu banyak peminatnya. Terlebih lagi kalau tutupnya juga 2. Entah kenapa, di Jogja orang akan bangga kalau punya Burgers seri 2 tutup 2.

      Di wiwinaked beberapa saat lalu diupload Burgers pastur yang berbeda dari yang biasa saya lihat. Barangkali teman-teman di sana (Pak Yudi Marcopolo, misalnya) akan bisa menjawab, apakah Burgers sebelum perang juga sudah pakai kode H?

      Mohon maaf atas keterbatasan wawasan saya ya…

  56. His Excellency Mr. Wong will answer this question, waktu dan tempat kami persilahkan, monggo Denmas…….

    • onthelpotorono

      Ayem… yang dipersilahkan cuma waktu dan tempatnya. Haha… Katuran paring pepadhang, “Den Mas Pidak Pedarakan” (ini sebutannya jadi aneh ya. Hehe…)

  57. saya punya yang dames tapi tulisan Burger di stang nya dibaca dari belakang dan agak kecil,rekan-rekan OPOTO ada yang pernah liat seperti itu ga?
    Terima kasih

    • onthelpotorono

      Wah, saya belum pernah lihat. Entah Mas Tono dan teman lain. Itu akan jadi harta langka lho, Mas Adit…

  58. setelah FONGERS sepertinya BURGERS akan naik Pamor nya, apalagi disebut sebagai sepeda tertua.

    Bravo, Bueno pak Noer sapeda Heren nya.
    wah maaf minggu ini ada acara kondangan di Solo, mudah_mudahan minggu depan udah bisa bareng ngonthel lagi ni, thanks.
    @ pak Joni yang masih BedRest di RS Panti Rapih semoga lekas sembuh dan pulih sehat seperti sedia kala dan bisa cepat pulang ke rumah.
    Salam dari rekan2 OPOTO dan Tetangga .

    • onthelpotorono

      Oh, kirain Minggu depan ngarepin ada kondangan lagi. Haha…

      Pak Joni sudah boleh belajar jalan. Tapi jangan diajak ngonthel dulu ya. Jahitan baru… Doa kita semua untuk kesembuhannya segera.

  59. cantik mas…

    • onthelpotorono

      Huaaa… Sudah diasosiasikan dengan elang dan dikesankan perkasa, masih dibilang cantik ya? :D

      Mas Joni, apa kabar? Kok lama nggak muncul, gudangnya sudah penuh ya?

  60. semoga pak johny segera sehat bregas waras…

  61. @ gus pidak pedarakan alias trahing kusumo rembesing madu… apa kabr..kok sekarang seringnya .. hit n run… komentnya ,pasti lagi sibuk banget ya…( baca : sibuk berburu burgers”.)..

  62. saya…salah satu maniak burgers…muantab dan enak dipake…selamat mas…coba klil http://garutonthel.wordpress.com/2008/10/07/trio-burgers-garoets/

  63. hehehe…elang yang perkasa tetap menjadi koleksi bukan untuk dijadikan pemburu to mas nur, tapi untuk dijadikan klangenan yang enak dilihat, nyaman ditumpak’i dan halus dibelai, yang bisa merefleksikan kecantikan yang dimiliki tanpa mengesampingkan kesan perkasa itu sendiri.

    hahahaha….alhamdulillah baik mas nur beberapa waktu yang lalu ketika Sinuwun miyos dalem saya sempat sowan ke kerabat podjok dan kulineran ke gudeg pawon, tapi sayang karena pulangnya kepagian malah ga ikut acara sepedanya di hari minggu soale “kerinan” mas, bangunnya kesiangan…heheheh, kalau waktunya longgar saya pengen ngonthel lagi bareng Opoto dan merasakan sejuknya udara pagi di pesawahan imogiri, wah..wah..kalau urusan gudang sepertinya yang mulai penuh ndalem potorono yang memberikan trend baru bagi penggemar sepeda onthel yang lebih didominasi oleh 3 merk tertentu buatan Belanda.
    Salam hangat untuk keluarga mas nur dan teman2 Opoto tentunya, untuk Pak joni senior semoga lekas sembuh dan bisa ngonthel bareng lagi….

    • onthelpotorono

      Hmm… jadi keperkasaan itu wujudnya nggak harus Bima ya, tapi bisa juga Arjuna, atau malah Puntadewa? Nggak harus Magnet transport 22, tapi bisa juga Juncker 24? Hahaha…

      Wah, kalau saya sih maklum, Mas Joni. Semua harus ada prioritasnya, ada porsinya. Makanya kalau paginya mbangkong kerinan itu kan karena malemnya ngayahi tugas prioritas tadi, to? Hehe…

      Pak Joni Opoto kemarin sepertinya sudah boleh rawat jalan. Terima kasih atas doa teman semua. Semoga Pak Joni segera pulih seperti sediakala, ya cuma tambah koleksi jahitan…

  64. bener ya tambah runyem klo cm mikirin seri H ataw seri yang lain…mending goes goes sambil liat kiri kanan sapa tau nemu harta karun yang baru nongol lagi…hehehehe

  65. Pak Admin,
    Makasih atas penjelasannya, maaf baru balas… hehehe…
    Salam ngonthel aja…

  66. wahhhhhhh om eko baru datang di angkringan
    sudah habis tuh kayaknya wedang rondenya
    yg masih sisa mendoan…….monggo didahar sambil ngontel Burger heren……..mak nyusssssssss

  67. onthelpotorono

    Pepes Phillipsnya gurih, Mas Heri? Sudah komplit kan, bumbunya? :-)

  68. salam
    Komunitas yang sangat menarik, pasti sangat menyenangkan bs menjadi bagian drnya.
    mhn info bagaimana kami bs ikut/gabung dengan opoto ini?
    perknalkan kami tinggal di jurugentong/tegaltandan (selatan JEC)
    jd masih 1 kec yi di banguntapan bantul, kami tidak punya sepeda kuno eropa, kami hanya punya onthel buatan jepang (the mister) itupun hanya 50% orisinil yg lainya tambal sulam, maklum pemula neh. kalau diijinkan kami berminat untuk bs bergabung dgn opoto dan bs ikut keg rutinnya.
    maturnuwun
    salam…

    • onthelpotorono

      Salam kenal juga, Mbah Mul. Kami pun tentu senang bertambah saudara. Opoto hanyalah komunitas berbagi suka. Ikatannya cuma kesamaan hobby dan kesediaan berbagi. Berbagi wawasan, cerita, dan kalau perlu bisa saja berbagi onderdil. Haha…

      Tiap Minggu sekitar pkl 05.30 kami keluar kandang (jln Wonosari km 8.2). Atau silahkan kontak-kontakan dulu. The Mister akan suka bertemu teman-teman sebaya :-)

  69. OK Pak, Terimaksih infonya.
    Hp saya di 08170400415
    Mhn bs sms atau kbri saya via nmr tersebut.

  70. MISTER BAGONG

    ngak bosen baca 2 di komunitas OPOTO mantap berisi penuh filosofi hidup, pembelajaran bagi yang muda seperti saya… sayang ditempat saya blom ada komunitas seeksis OPOTO…. cengar cengir nemu klithikan … serius campu gojegan…. salam dari BATAM… solo raider

  71. best bog, suerr…ewewr..ewr..setuju mas Bagong! Gagah beneran Gus Wong…

  72. wilhemmina.blogspot.com

    yah sepeda yang sangat artistik itu burgers, saya akui belakangan ini pesanan sparepart burgers begitu banyak sampe saya harus pontang_panting, itu menandakan banyaknya pengemar, yang saya heran kok jarang ditemukan stang burgers varian laen selaen kupu dan dongklok pastor di indonesia, padal dari arsip2 luar jelas terlihat ada juga stang burgers yang berbentuk macem2,, ukay tetap saya akui burgers nae daun!!!! hehehe… thakz.

    • onthelpotorono

      Setuju. Karena Burgers sepeda tertua, banyak varian yang mungkin dibuat sepanjang perjalanan merek satu ini.

      Sepeda di atas, karena merupakan sarana transportasi paling praktis bagi pemilik asalnya yang tinggal di kampung, sehari-hari biasa dipakai membawa apa saja. Jadi yang ada bukan Burgers naik daun, tapi daun naik Burgers. Haha…

  73. Asesoris Burgers yang asli juga ada bajong-nya hehehe ..daun pisang naik Burgers,krupuk puli naik Juncker,gabah naik Gazelle no.11 ke heler…penomena barang luks kuno di jaman modern! Kendaraan bagus dijaman yang salah, ato….monggo pitedahipun Wong Agung….

  74. jangan2 kita kita ini yg lahir di jaman yg salah Gus…. lha wong ada pit montor,ada mobil nyar,ada sepur express dll .lha kok isih keblibed ngulik ontheeeell wae….hehehehe.

  75. Ampun Pak Haji, udah ndepipis masih ketahuan,ilmune dhuwur banget! Khowashul khowash!

  76. burgers yang cantik, bukti sepeda ini varian yang tua dan cukup langka, bisa di lihat dari peredaran transfer merk yang hampir dibilang sudah tidak ada lagi, kawan di Padang ada mempunyai burgers 24 yang masih terlihat transfer merk-nya. link berikut sebagai referensi

    http://sapedauntopadang.wordpress.com/2009/06/17/burgers-24-full-transfer-merk/

    salam buat OPOTO dari sapedauntopadang

    • onthelpotorono

      Terima kasih atas referensi yang diberikan. Hebat ya, transfer mereknya masih jelas. Beruntunglah yang memilikinya. Karawang kurang cepat kali ya, keburu terbang. Haha…

  77. Sepeda yang sangat cantik, mohon tetap dijaga…saya punya burgers dames seperti di atas, tapi masih kekurangan tuas rem belakang dan penutup katengkas…jika ada rekan2 yang berniat menjual, mohon diberi kabar ke 0816 420 5800, terima kasih

    • onthelpotorono

      Mas Genta, setidaknya masih punya PR ngomplitin si Burgers dames, kan? Itu yang akan membuat hobby ini jadi asik. Hehe… Teman-teman, apakah ada yang bisa membantu?

  78. Bener2 Mas, sepedanya makin dilihat makin keren dan gagah aja…hiks hiks hiks
    Top Mas

  79. mas Genta Burgers damesnya tlg di posting biar kita semua bia menikmati piy?..

  80. Burgers yang cantik….. (mode kepengen : on)
    Btw, jika dilihat dari model stangnya, apakah sepeda ini belum terlalu tua?
    Tahun berapa sepeda ini diproduksi menurut mas onthelpotorono ? apa no frame bisa dijadikan indikatornya?
    Matur nuwun….

    • Bang A-Khan, sejujurnya saya nggak banyak tahu lho tentang sepeda. Apa yang kami ketahui saat ini hanyalah dari cerita generasi sebelum kami. Selebihnya ya dari pengamatan atas sepeda yang sekarang masih bisa kami lihat di lingkungan kami.

      Tentang Burgers di atas, melihat keutuhan semua bagian saat sepeda tsb saya dapatkan, stang itu asli bawaannya. Penampilannya pun (kondisi keausan) tampak seumur dengan rangkanya. Tadinya saya kira sepeda ini versi yang sangat tua (‘seri’ 2 berdasarkan nomor frame-nya). Tapi ternyata seri-1 (yang tentu lebih tua) pun masih saya jumpai. Seri-2 konon banyak keluar di tahun 40-an.

      Apakah ada informasi lain yang menarik tentang Burgers? Mohon jangan sungkan diceritakan di sini… :-)

  81. Wah, saya sebenarnya masih sangat “hijau” di bidang peronthelan, apalagi untuk sepeda Burgers, begitu minim referensinya dibanding teman sejawatnya, Fongers, Simplex, apalagi Gazelle. Senang sekali dapat menimba ilmu peronthelan daro pakar2 onthel dari berbagai blog di tanah air.
    Sekali lagi saya ucapken terima kasih untuk mas wongeres OPOTO atas pencerahannya, jangan sungkan2 berbagi ilmu ya,..
    Nuwun….

  82. Lha. Hijau itu justru masih seger-segernya. :D Di Jogja, Burgers seri-2 itu termasuk favorit. Tapi, yang paling dicari untuk Burgers heren adalah nomor seri “2 tutup 2″ (2xxx2). Kadang pertimbangan hal semacam ini sangat sepele dan melulu bersifat praktis yang tiap daerah bisa saja berbeda.

  83. kapan yo sedulur burgers sendhang kapit pancuran di reyen kabeh????

  84. jujur saya suka dengan blog ini karena memberikan inspirasi kepada saya

  85. oh ya salam sukses

  86. say asngat suka dengan burger

  87. Puas puas Tapi Belum Puas dah gak ada catnya

  88. MAU YANG DAMES /WANDU

  89. Pak Tri Soetrisno, harap bersabar. Kami juga siap berbagi cerita tentang Burgers dames/deventer. Tetaplah singgah di angkringan ini.

    Ngomong-ngomong, minggu lalu saya bermaksud menukar Burgers dames (repaint) saya yang kinclong dengan Burgers heren yang catnya habis, tapi ditolak lho… :-(

  90. salam Burgers mania
    Pingin pelek yang orsinil ,stang ? kira kira siapa yang punya ?
    kalo maskawinnya gak mahal boleh lah

  91. nderek tepang P’dhe, mbok bilih kagungane panjenengan meniko taun 1950/1951, bab wonten hurupipun H wonten ngajeng ongko. Pit ipun sae…ngedap edapi….suwun.

  92. Nuwun pitepangan, paringan informasi, saha alembananipun. Lha wong sepeda tua kok ngedap-edapi. Sumangga, mohon berkenan memberikan pencerahan di blog angkringan ini agar lebih regeng dan memberi manfaat. Nuwun.

  93. oh nggih, nyuwun pangapunten sak derengipun, kulo dereng nyuwun sewu kalih ingkang mbaurekso wonten tlatah “Potorono”. Kulo ajejuluk suga sangking sebrang lepen, dereng saget nyebang lepen amargi dereng nggadahi turonggo kepang ingkang “ngedap-edapi” kados kagungane panjenengan. Kulo tasih pados ingkang cocok kalih “suket” lan uborampenipun. Oh nggih….meniko ingkang kulo ngertosi bab taun pedamelanipun Burgers :
    -taun 1930-36 (huruf C), 1937-49 (E), 1940 (R), 1950-54 (H), 1955-56 (K), 1956-61 (S).
    matur suwun.

  94. Jadi inget Bunda Ratna Sari Dewi. Hehe…

    Wah, sakjeg jumbleg (halah ini boso opoo… :-) ) saya melulu hanya ketemu Burgers berhuruf depan H, je. Itu pun, part dan aksesorisnya ada yang tertulis Burgers, ada juga yang ENR. Lalu bagaimana dengan Burgers sebelum tahun 1930-an? Seperti kita tahu, Burgers adalah ‘Mbahnya’ pabrikan sepeda Belanda yang sudah ada sejak 1869, sejak masih beroda tiga. Terbentang waktu sedemikian panjang, sebelumnya tidak adakah Burgers yang masuk ke Indonesia?

  95. heri agusti - DeFOC

    Pak De Wongeres, gimana khabarnya ? Mbok yo podo sehat njih? Lha tak cari cari “cempulek”( pakai istilahnya DenMas Rendra) ada disini
    Ada kerabat baru kita ya Pak De? Itu Mas SUGA (?) = AGUS kayaknya “orang dekat” Potorono njih……kalau boleh saya juga pingin “salam kenal njih” ben nambah paseduluran……nyuwun pangapunten.

  96. oh nggih P’ Heri…salam kenal ugi…..pit kagungane panjenengan wuuuihhh “mblarak-mblarak”, cu-mlorot ha..mboten saget kedep ing moto nyawang pit ingkang edi peni. Estu, nderek bingahing manah.

    @P’ dhe Wong
    lha meniko kulo tak padhosi bukune rumiyin, mbikak-mbikak bab gagrak lawas, lha kulo padhosi kok pun “dipangan renget”. Mangkih menawi sampun kecepeng “renget-ipun” badhe kulo “tojeh-tojeh” wetenge, mangkih nak medal ongko lan huruf-ipun Burgers…he..he…

  97. @P’ dhe Wong
    kulo pun takon teng pundi2, namung mboten wonten ingkang saget njawab pitakone panjenengan (“sekti tenan”), ngantos Herbert Kuner (cyclist@rijwiel.net) nggih mboten saget njawab je…..pripun niku P’dhe?? namung beliaunya sanjang menawi saget mbiyantu (nyuwun foto2 ingkang komplit pit ipun, kadoso nomer dalangan/frame, supitan, bentuk garpu dll). Dus…..lajengan kemawon ngirim serat/email kalih H. Kuner…(tiyange sumanak pokokipun “prenli”.

  98. RAJA Sepeda Onthel

    Sepedanya bagus pak, sangat terawat. Jika anda juga kolektor sepeda onthel, dan ingin mengkoleksi sepeda onthel, hubungi saja saya, saya siap 24 jam.
    RAJA Sepeda Onthel, Jual sepeda onthel berbagai jenis dan bisa menerima order sepeda.
    Hubungi : http://jualsepedaonthel.wordpress.com, 0813 33 841183, 01 753 7894, 081 556 711744, 0341 5455330, 0341 487600(fax)

  99. sae kulo namung mbamdingne kemawon neng dereng lengkap

    • wongeres OPOTO

      Matur nuwun, Pak Iwan. Sekarang Burgers sedang jadi trend sehingga keuntungannya bagi kita adalah: lebih mudah mendapatkan kelengkapannya seperti lampu depan & dinamo, stoplamp, dsb yang banyak dijual di klithikan, meskipun harganya relatif mahal.

  100. Mas wongeres, saya lg near katengkas burgers yg model separo.. Mohon bantuannya.. Terima kasha banyak…

    • wongeres OPOTO

      Maksudnya gimana Mas? Burgers memang banyak pakai ketengkas model separo. Ada yang polos (dengan tanda merek sangat kecil di bagian belakang), ada juga yang pakai list embossed. Yang kedua ini biasanya merek Hebie. Tapi rasanya ini juga bukan mutlak, karena keteng ini juga bisa nempel di Solingen atau Magnet. Sementara saya juga pernah ketemu Burgers wandu dengan ketengkas model utuh berbahan aluminium.

  101. nk pengen tku speda burkers ndang di dol sapine

  102. saya punya burgers croos frame gapit,yg kurang hanya stangnya,kiranya ada yg mau jual n tlng pencerahannya agan2

  103. met malem,mas wong n para pencinta ontel semua..salam kenal,,saya joko dr bantul ..mohon batuan,mas kalo sepeda burger itu memang tidak ada emblem depan nya ya mas?

  104. wongeres OPOTO

    Mas Joko, salam kenal juga. Rupanya tetangga ya :-)
    Sepanjang pengetahuan saya, Burgers tua seperti juga Fongers memang emblem depannya menggunakan stiker. Sayangnya, kualitas cat Burgers ternyata mudah aus sehingga sangat jarang menemukan Burgers dalam kondisi cat yang masih utuh. Apalagi stikernya. Hanya Burgers produk yang lebih muda sudah menggunakan emblem logam, bukan stiker.

    Dalam keterbatasan wawasan saya, Burgers dalam kondisi utuh baru saya lihat ada di istananya Mas Suga dan Joglo onthelnya Pak Rendra Karawang!

  105. mas aku kepingin nduwe pit lanang burgers sing orisinil tenan tulung nggih mas menawi gadah wawasan kulo dipun paringi ngertos wonten alamat kulo Sdr. Sumpono HP. 081228655926 saderenge kulo maturnuwun sanget.

  106. Menawi angsal sing niki mawon sing kulo tumbas

  107. Bbagaimana kabar nya Om Wong,,? Ow iya kalo boleh saya minta no telp/hp nya Om Wong,,yang dulu terhapus j,,tolong missed call atw sms ke no: 0852 7770 5575,,saya Teguh W,,putera Jogja yang merantau di Aceh,,,nuwun,,,

    • Siap, Komandan!
      Kabar Potorono baik saja. No hp ada di halaman profil, Hehe… Semoga kabar baik juga dari Aceh. Salam hangat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s