Humber BZ Dames: Kilau Sang Primadona

Ketika kita memandang pergerakan waktu itu berjalan linear, maka kita akan mengandaikan bagaimana kita berangkat dari awal, menuju ke tengah, lalu sampai pada akhir. Tetapi, di sisi lain, ternyata waktu juga membawa banyak hal berjalan sirkuler membentuk sebuah perputaran terus-menerus.

Humber BZ dames, mantan primadona…

Salah satunya, kita pun melihat desain sebagai bagian dari mode –-termasuk mode pakaian, rumah, dan kendaraan– yang terus berputar. Apa yang dahulu menjadi tren, sebentar kemudian akan usang, tetapi kelak suatu saat akan kembali lagi menjadi tren yang digandrungi. Begitu pula dengan sepeda onthel, meskipun sebagai tren saat ini penyambutnya masih terbatas pada lingkungan tertentu saja.

emblem, sticker, dan nomor frame cantik

Sepeda onthel saat ini kembali diminati. Tak hanya itu, bersama dengan pemanfaatan kembali itu ada pemaknaan lain yang melekat padanya. Dahulu orang mengendarai sepeda sebatas sebagai sarana transportasi yang memudahkan mereka mendatangi tempat-tempat tertentu. Saat ini, bersepeda lebih sebagai pilihan sikap, karena di samping sepeda kini sudah ada sepeda motor, bahkan mobil.

Salah satu motif yang mempengaruhi untuk memilih bersepeda misalnya, adalah adanya kesadaran untuk menghemat sumber daya alam, menghambat pencemaran udara dan kerusakan lingkungan, di samping juga mendapatkan kebugaran.

ketrikan pada stang, tangkai lampu depan, dan fork khas Humber

Kalau begitu, mengapa harus sepeda onthel? Ada banyak alasan lagi. Salah satunya –yang agak melankolis: ingin merasakan kembali nikmatnya bersepeda seperti masa lalu, syukur dengan mengendarai karya masterpiece yang dahulu begitu diinginkan orang.

Di antara sekian banyak sepeda onthel yang pernah diproduksi, memang ada beberapa produk dari setiap merek yang dianggap masterpiece. Sepeda dames The Humber buatan England berseri BZ ini adalah salah satunya.

velg Dunlop made in England kelengkapan sepeda Humber

Menurut beberapa penggemar sepeda onthel di sekitar Sewon dan Pundong, Bantul, serta Imogiri yang sudah berusia lanjut, di antara produk The Humber, seri BZ ini merupakan produk tengahan yang difavoritkan karena terbukti sangat nyaman dikendarai.

Seri lain yang juga disuka orang biasanya adalah seri FA yang karena merupakan produk lebih muda, maka rata-rata kondisinya hingga saat ini relatif lebih mulus. Pada seri-seri tua, seri AD dan AF (tourist) banyak diburu orang karena desainnya yang spesial, antara lain ada tuas/gondel untuk mengunci stang agar tidak berbelok.

baut-baut tangkai spatbor khas Raleigh industry, tromol dan persneling SA

Pendapat dan opini mungkin saja bisa berbeda di setiap daerah. Akan tetapi, terlepas dari subjektivitas tersebut, sepeda Humber dames ini memang sangat nyaman dikendarai. Pada gigi normal, selain ringan dikayuh, bawaannya juga mantap dan stabil. Apa lagi pada posisi gigi (belakang) besar, kayuhan menjadi sangat ringan sehingga memungkinkan untuk dikayuh pada jalan tanjakan. Sedangkan gigi kecilnya akan membuat sepeda ini mampu melesat sangat cepat di jalan datar dan menurun.

keteng, rotel tua, dudukan baut frame berbentuk kotak khas versi dames

Semua itu dimungkinkan oleh adanya persneling Sturmey Archer buatan England yang ikut mencirikan sepeda buatan Raleigh industry sebagai salah satu sepeda mewah yang terus dikenang hingga sekarang. Memiliki sepeda prestisius yang jika dikayuh menimbulkan bunyi cik…cik…cik… ini sungguh merupakan salah satu impian orang kala itu.

Sekarang sepeda ini sudah dicat ulang. Pertimbangan merestorasi ini, antara lain karena ingin merekonstruksi penampilan Sang Masterpiece seperti pada masa kejayaannya, saat ia menjadi primadona.

trigger persneling SA, lampu Bosch, dan bel christophorus

Akan tetapi,  setelah cat dan sticker diperbarui, masalah pun timbul.
Bagian-bagian yang dilapis krom seperti stang dan rem terlihat tidak sebaru catnya. Hanya saja, teman yang membantu perjuangan merestorasi sepeda ini menyarankan untuk membiarkan saja bagian-bagian tersebut sebagaimana aslinya, dengan pertimbangan penampilannya masih cukup baik. Jika dikrom ulang, maka dikhawatirkan kualitas dan warna kilau krom yang ada saat ini tidak akan sama lagi. Di samping itu, tulisan-tulisan merek dalam huruf sangat kecil itu akan hilang. Maka, lebih baik catnya saja yang diperbarui. Diharapkan, dalam pemakaian setahun-dua tahun, penampilan cat dan kromnya akan sepadan dan masih akan bertahan untuk waktu sangat lama.

tetap hijau dalam kebiruan usianya :-)

Sekarang, sepeda ini sudah siap dipakai ke mana-mana, atau hanya disimpan sebagai kenangan. Tetapi, apakah tren mencintai kembali sepeda onthel dari masa lalu seperti Humber BZ ini kelak juga akan surut? Entahlah. Kita melihat selalu ada karya yang akan menjadi masterpiece, menjadi klasik sehingga tak akan lekang oleh zaman. Lagi pula, bukankah waktu juga berjalan sirkuler sehingga entah kapan kita tentu akan kembali ke titik putaran itu lagi? Pada saat itu, mungkin saja akan ada nilai pemaknaan baru lagi atasnya.

About these ads

76 responses to “Humber BZ Dames: Kilau Sang Primadona

  1. rapih banget restorasinya…

  2. Dulu pernah nyaris mau punya sepeda Humber tetapi belum pulung…sudah bawa uang, sepeda juga sudah siap diboyong, tapi gagal juga…karena masih lebih cinta sepeda kumpeni…

    • Wah, lha ini bedanya dengan saya. Kalau saya sih seringnya barang sudah cocok, tapi uang nggak kunjung terbawa. Haha…

      Pak Sahid apakah masih sibuk? Saya mau sowan takutnya mengganggu jam istirahat…

    • Pak Nur…saya akhir tahun ini wah ndilalah dihajar sama pekerjaan kantor terus…saya baru mulai bisa liburan mulai tanggal 28 Desember…tetapi kalau kontak via telpon…sumanggah any time. Nuwun.

  3. Mas Rono, saya juga punya humber dames, entah seri apa kok lupa, yang jelas tidak ada kunci gondoknya. Saya pengin restorasi tapi ragu-ragu:
    1. Kawatir tukang cetnya tidak mumpuni sehingga nggak bisa bikin garis lis/plisirnya
    2. Krom yang sudah karatan mau di kromkan dimana.
    Stikernya nggak ngerti nyarinya kemana.
    Bisa bantu mas?

    • Salam kenal, Pak Haji Slamet Sutrisno. Terima kasih sudah singgah kemari.

      Membuat lis spatbor/body sebenarnya lumayan mudah, asal tahu pakem bentuk-bentuk lis sesuai mereknya. Warna cat Humber setahu kami ada dua: hitam dan hijau. Semua sih terserah selera. krom juga ada banyak tempat yang bisa mengerjakannya. Silahkan sering-sering mampir untuk berkomunikasi langsung dengan teman-teman di kampung Potorono seperti Mas Tono, Mas Agung, dll. Jika jelas apa yang diinginkan, saya kira bisa dibantu.

  4. Memang ada baiknya tidak di chrome ulang tapi digosok saja dgn pengkilap chrome bentuk tube maupun batu ijo, asal rajin pasti mengkilap deh, sepedanya sudah bagus dan layak dibawa untuk kuliner berikutnya.
    Di rumah saya ada humber kiriman adik dr POC Bekasi, sayangnya belum sempat saya bongkar bungkusnya krn hampir setiap minggu ada acara sepeda di Surabaya, kalo’ sy perlu info detail apakah boleh saya “sambat” ke Pak Nur ? mohon maaf sebelumnya

    • Wah, Mas Dhony sudah benar-benar ‘tenggelam dalam-dalam’ di dunia peronthelan ini… Haha…

      Istilahnya sepertinya bukan ‘sambat’, tapi sharing. Lha wong kita juga tahunya hanya karena sering bergaul dengan peminat onthel. Sumangga, dikayuh terus.

      Salam dari Potorono yang mulai basah :-)

  5. Sepeda Humber termasuk sepeda favorit dari Inggris, disamping Sun beam,Rudge, & Raleigh.
    Apalagi utk Humber yg serinya tua dan ada tuasnya…
    Selamat mengkoleksi dan semoga tetap lestari…

    • Mas Bagus!

      Wah, selamat juga dari kami semua. Bukan untuk sepeda, tapi atas kelahiran putera tercinta. Saya dengar diberi nama Bagas? Hm… nama yang gagah.
      Semoga semakin menambah kehangatan keluarga.

  6. mantep teman, siap diajak nyoto !

  7. wah, misterius jg neh….
    sekonyong-konyong koder muncul koleksi item lg.
    Sing duwe sopo yo ???
    *clingak – clinguk *

  8. kapan Phonik RRT sebagai awal OPOTO di keluarkan?

  9. mantep mas nur atas restorasi the humber ini…waktu saya kesana kok belum nampak ya?wah sudah nambah lagi ne koleksinya, sepertinya si biru yang ada di garasi harus pindah keluar ngalah dengan koleksi2 barunya ne mas…hehehe
    -bejo-

  10. Luar biasa,mendekati sempurna…karena kesempurnaan hanya milik Tuhan YME

  11. wah coba saya masih di jogja, dijejer sama Humber dames saya pasti serasi sekali pak.hahahaha

  12. @ Mas Nur,
    Terimakasih atas perhatiannya.
    Putera pertama kami beri nama “BAGAS HARYO WICAKSONO”. Nama “Bagas ” sebenarnya singkatan dari gabungan nama “bagus+sari=bagas”, namun tetap bermakna.
    Kalau di dunia peronthelan ada merk “Hercules” yg artinya barangkali mendekati “Bagas”.
    Maaf, kalau salah, saya hanya “uthak-athik gathuk-mathuk”.Nuwun…

  13. @mas bagus
    iya mas bagus nama yang indah..hehehe..waktu mas bagus sms, saya memang lagi ngonthel bareng teman2 opoto dan kabar gembira itu langsung saya sampaikan ke opoters…selamat berbahagia mas bagus atas kelahiran putera tercinta, maaf waktu saya disana ndak bisa ketemu, hanya mbak sari saja yang ketemu, nuwun
    -bejo-

  14. @Mas Bejo,
    Makasih banyak perhatiannya.
    Waktu njenengan ke RS Happyland, saya pas nganter muter2x tamu dari Spanyol & Belgia. Maklum, kerja saya cuman sopir…
    Anyway, sampai ketemu lagi di even onthel…
    @Mas Nur,
    Kapan2x saya juga kepengin ngonthel bareng sedulur OPOTO, kepingin jajan soto…
    Salam persaudaraan dgn onthel…

  15. kalau tak keberatan teman-teman opoto minta kontak person siapa tahu bisa mampir ke markas opoto, suwun

  16. takjub,,,gak ada salahnya belajar menyukai inggris,dengan melihat si cantik ini,,asli ternyata inggris pun lebih indah di pandang,,sexy,

  17. apa kabar Pak Nur ( wongeres),,

    • (sekarang) Baik Mas Oki. Hehe… Soalnya kemarin itu sempat KO, sampai absen ngonthel segala. Sekarang sih sebenarnya tetep KO: Kepengin Onthel.

      Sudah nambah apa lagi Mas? Ayo cerita :-)

  18. Kalo saya sih sdh terlanjur naksir onthel, susah untuk dihilangkan tapi ya kita liat saja kondisi sebagian masyarakat kita yang terkadang “ikut-lkutan” sehingga suatu saat nanti pehobby mungkin agak surut dikit, tapi jd ketahuan mana yg onthelist sejati (minjem perkataan mas Prayogo KONTJI) he..he…

  19. Iya Mas Adit. Setidaknya, kita tetap harus bersyukur karena mereka yang minat ngonthelnya mungkin belum ‘segila’ kita itu pun sudah ikut menyemangati dan menambah semaraknya tren sehat ini, meskipun sifatnya hanya temporer. Ngomong-ngomong, onthel yang ditaksir itu satu atau satu truk Mas? :D

  20. @Pak Wongeres

    almhamdlah,,mudah2an sehat selamnya,,iya ya kapan kita bisa ketemu lagi lama rasanya menanti event yang belum pasti,,heheheheh,,jangan KO dunk Pak,,seharusnya saya lah yang KO,,,(Kelaparan Ontel ),,
    kebetulan ga ada cerita nya apa2 pak,,wong ontel nya saya kasta bawahan Pak,,hehehe

  21. salam pancal mas2 boz.. sori2, saya masih blank soal pit onthel, n sori lagi nek misalnya salah ruang untuk bertanya, soale saya bingung pengen memulai hobi numpak pit, kebetulan saya dapet (beli) pit phillips, dah tua banget, mau tak bangun lagi..kira2 ada bengkel yg yahud di jogja? trus ada yang tau soal sepeda ontel tua merk The Speed? saya dpt tinggalan mbah buyut 2 biji sepeda, ya Speed itu sama satunya Simplex (saya tau dari logonya yang unik bentuk ‘S’) udah tua banget, wong dulu pernah dikubur di tanah pas jaman penjajahan biar ga dirampas ma mbah belanda..cuma kondisinya udh lumayan ancur.. Nah, ada ide, saran atau gimana buat me-restorasinya lagi, n plis kalo ada yang cukup peduli silakan kirim e-mail ke tree_coolz@yahoo.com nanti saya sertakan gambar2nya..matur nuwun..

    • Salam pancal-pancalan Mas Adit. :-)

      Wah… wah… masih blank aja sepedanya sudah 3 biji? Byuh…byuh… Bagaimana nanti kalau sudah katam ya? Haha…

      Di Jogja banyak Mas yang bisa menangani dengan baik. Phillips relatif masih bisa dikejar sparepartnya. Tunggu saja, biasanya hari gini Mas Tono (salah satu Opoters) akan muncul.

      • yee..bukannya gitu mas, nih 3 biji sepeda yang bener2 ane beli ya cuma phillips ntu doank, yang 2 punya eyang buyut n rencananya mau tak bangun lagi, yah mengingat “sejarah” yang menyertainya sepertinya layak untuk dilanjutkan, minimal sampai cucu ku..huehehe.. btw kalo ada info sejarah atau keterangan soal The Speed itu kabari ya, aku search di internet kok sulit ya.. oke mas! thx berat buat atensinya.. nuwun-nuwun..

      • onthelpotorono

        Kenapa yang keinget cuma Sandra Bullocknya ya? :-)

      • puaaa..iyo mungkin bener mas, wong katanya mbahku, beliau masih sodaraan ma mbah buyutnya Keanu Reeves ..cuma katanya putus kontak pas gunung Galunggung meletus..

  22. @ Mas Noer, ternyata tdk salah kemarin saya ngangsu kawruh, alhamdulillah sdh “deal” melamar si tourist ,mskpn hanya liat lwt foto dlm email ternyata hati langsung “klik”.. nuwun pencerahannya kemarin ya mas>
    @ mas Bagus, sy ucapkan selamat atas kelahiran putranya ya, semoga kelak jadi manusia Indonesia yg baik dan ..cinta onthel..hhehehe
    @mas Bejo, sy ngiri deh denger ada acara long wjend bsm OPOTO…kapan ya kesampaian..
    @Pak Sahid apa kabar… salam

    • Wah, Selamat Pak Rendra! Ini judulnya kalau nggak salah: “Sayap-sayap yang Terkembang”. Terus mengembangkan sayap ke England. Hahaha…

  23. @ hahaha… daripada ” istana yg suram” to mas Noer….. atau Ronggeng dukuh Paruk aja… berburu onthel entuke malah ronggeng Srintil…..

  24. wuaaaduhhh!!! … sang maestro sudah mulai seneng pada “semua varian” nich….. kerawang siap-siap mendapat julukan “kota sepeda” nich….. haaaa…haaaa…. peace om….

  25. @ mas Maxs…tetep aja ga bisa menyaingi sang pemilik belaasimplex dan stadion agung bantul…..hehehe..apa kbr mas, suran ga ada acara ngonhel to… salam

  26. kabarnya baik-2 dan sehat-2 om rendra… untuk suran kelihatannya gak ada acara khusus om, cuman ngonthel rutin “tiap minggu pagi”… cuman sudah untuk beberapa hari minggu, ini saya gak bisa aktif bergabung sama teman-2 ngonthel om, ada acara trah di klaten dan jakarta..

  27. @MAX :
    RA TERTIB ….

  28. selamat mas Maxs semoga setelah ada kanebo tdk lupa dengan gombal yg nylempit2…hehehe.. lebih enak yg nylempit lho..salam

  29. @om rendra, om wong, om erwin
    walah… provokator lagi mode=on nich… enggak om rendra…kl saya masih suka yang nylempit-nylempit kok.. lha gimana di “isik-2″ sebentar aja, dinaiki langsung mantab..bikin keringt “brol-brolan”….heee..heeee…

  30. Bener2 humber yang menawan..
    Saya termasuk awam di dunia perontelan. Sementara ini saya melihat sepeda -kemungkinan besar- Humber (fork depan dan gear tengah khas humber, dg kondisi orisinil) tapi dengan tanpa emblem merk dan stang model seperti gazelle. Saya lupa nomer frame nya. Apa itu bener2 Humber ya? mohon pencerahan dari pakarnya:)
    Terima kasih…
    -Salam untuk onthelpotorono dan semua penggemar Sepeda tua (onthel)-

    • Salam kenal. Terima kasih pujiannya :-)

      Fork depan Humber memang khas. Sementara gir depan setahu saya ada yang berbentuk orang-orang melingkar bergandengan tangan, ada juga yang seperti Humber dames di atas. Tulisan di gir itu ada yang ‘Raleigh industry’, ada juga yang ‘Humber’.

      Setahu saya pula, kalau stangnya mirip Gazelle itu seri tourist. Tapi memang bisa saja stangnya sudah diganti, misalnya stang ‘Chair’ buatan Jepang yang memang mirip Gazelle. Emblem depan bisa dilihat dari lubang bekas kelingnya. Keling pada Humber biasanya ada 3 lubang, tapi beberapa seri tourist yang saya lihat lubangnya hanya 2, atas dan bawah.

      Salam hangat dari Potorono.

  31. Sekilas tentang sepeda HUMBER

    HUMBER adalah merk sepeda dari Inggris dibuat oleh pabrik mobil HUMBER sekitar 1880-an Salah satu jenisnya adalah HUMBER Sport 3-speed, salah satu ciri khasnya adalah desain fork yang tidak biasa yang disebut “Duplex” dimana di kedua sisi rodanya terdapat dua besi berbentuk bulat panjang secara terpisah, dan gaya gear depan yang mempunyai bentuk sosok lima orang. Pada tahun 1896 HUMBER & Co. mengeluarkan sepeda berkerangka berbentuk intan (diamond frame) yang pertama dan kelak menjadi standar bagi sepeda-sepeda mendatang. Sekitar tahun 1932 perusahaan ini dijual ke RALEIGH yang selanjutnya meneruskan produksi masih dengan merk HUMBER sampai tahun 1970.

    Saya kebetulan punya sepeda merk HUMBER juga dengan nomer seri BW 94068 hanya sampai sekarang belum tahu tahun pembuatannya. Setahu saya ada 2 model. Model yang pertama biasa tanpa kunci stang, model yang kedua dengan kunci stang yang menyerupai sepeda merk RALEIGH, untuk ciri-ciri yang lain tidak ada sesuatu yang mencolok. Nah dari situ mungkin bisa di simpulkan HUMBER sebelum dan sesudah di beli oleh RALEIGH.

    Saya mohon maaf bila terdapat kekurangan, penambahan informasi tentang sepeda ini akan sangat diharapkan untuk melengkapi pengetahuan tentang sepeda tua terutama merk HUMBER.

    Nb : foto2 bisa di liat di stola07.wordpress.com

    • Salam kenal dan terima kasih juga, Pak Yudi. Mohon maaf, komentar yang semula masuk ke halaman info ini saya pindahkan ke sini agar melengkapi informasi pembahasan tentang Humber.

      Salam dari Potorono.

  32. Untuk mas- mas, ngonthel itu memang menyenangkan. Tetapi juga perlu stamina dijaga. Agar juga istri-istri di rumah semakin sayang, karena Anda juga sehat.

  33. yahhhhhhhhhh ….habis ceritane……..kapan “ono tutuge ” ?

    • Hahaha… jadi, idealnya di akhir tulisan selalu dibubuhkan keterangan ” ono tutuge” atau “ono candhake” gitu ya. Seperti bacaan waktu kecil… :-)

  34. mas aku ontelis dari DeFoc…mau nyari simplex atau hymber…masih yang orisinil hihii…dan lengkap…

    • Salam kenal, Mas Iyunk.

      Simplex maupun Humber masih banyak di Jogja. Juga yang orisinil. Tapi hihinya diganti haha aja kali ya? :-)

  35. Bapak 2 yang saya hormati,saya ini orang yang sangat awam dengan sepeda onthel . Di rumah saya punya 2 sepeda HUMBER yang satu serinya BV (sepeda cowok) satunya lagi BZ (sepeda cewek),kalo boleh tau,apakah seri tersebut merupakan urutan tahun produksinya atau kastanya,saya mohon bapak2 sudi memberikan penjelasan kepada saya ,Trims

    • Pak Wahono, mohon maaf, rupanya terlambat direspon. Dengan keterbatasan wawasan saya, setahu saya itu hanya kode/penanda urutan produksi saja. Meskipun begitu, beberapa perubahan kecil yang dilakukan oleh produsen dari tahun ke tahun menyebabkan adanya perbedaan antara “seri” satu dan lainnya. Misalnya pada Humber dames cewek, pada “seri-AF” penyangga pipa lengkungnya masih berupa pipa vertikal, pada seri BZ sudah menggunakan plat berbentuk bulat. Kalau terpaksa sekali harus menggunakan istilah “kasta” dalam konteks selera para onthelis Indonesia, Humber muda yang disebut Humber Singapore juga dipandang “berbeda” dan kurang begitu dinikmati. Dalam hal ini, kedua sepeda Pak Wahyu termasuk seri yang baik.

  36. nuwunsewu badhe nunut cit cit cuit….saya punya Humber Dames seri CD 20770…tahun berapa ya

    • Mas Andre, rasanya kurang afdol kalau ada cit cit cuit tapi tanpa “jreeeng!” Hehe…

      Jika sepeda kita relatif masih “original”, sebenarnya ada cara lain memperkirakan tahun produksi sepeda Humber kita. Misalnya dengan melihat usia tromol presnelingnya (ada kode tahun di sana, misalnya 54, 57, dsb).

      • trma ksh info nya,,bagai mana mengetahuhui tahun produksi pada humber yang tidak ada persnelingnya (rem karet)mohon saran,,

      • wongeres OPOTO

        Bang Damoell, patokan melihat perkiraan tua-mudanya si Humber biasanya dari seri di depan nomor rangka. Saya melihat Humber seri-seri tua banyak yang pakai rem karet, meskipun tidak menutup kemungkinan Humber muda juga pakai rem karet karena semua itu merupakan opsi saat membeli sepeda. Rem karet tentu lebih murah daripada rem tromol, sementara persneling akan lebih mahal lagi.

  37. Mas Nur,

    Salam kenal, saya termasuk pembaca blog inspiratip kreatip ini lho mas. Sampai-sampai saya hampir baca semua tulisan dari awal blog ini ada sampai sekarang hahaha. Buat saya menarik dan menambah wawasan, terutama wawasan nyotonya juga hehehe.

    Alhamdulillah, saya akhirnya bisa punya sepeda onthel, dan pertama kali jatuh hati sama Humber Dames seri CD. Katanya ini sepeda jenis utk perempuan, ah tapi saya cuek saja. Ini sepeda onthel pertama saya. Berhubung bukan kolektor onthel, jadi niatnya si Humber mau saya eman-eman biar awet sampai panjang umur Humbernya. Sayangnya, belum semua part-nya ori, jadi ya sembari ngonthel terus berburu part ori (kalau masih ada dan cocok kantong juga). Oh ya, informasi ttg seri dan tahun pembuatan masih belum saya dapatkan sampai sekarang. Bila berkenan, mudah-mudahan mas Nur dan sahabat2 onthelis disini bisa menjelaskan kebingungan pengetahuan saya terhadap hal-hal dibawah ini:

    1. seri CD itu tahun berapa pembuatannya?
    2. Sepeda saya rem depan belakangnya tromol SA, hanya kenapa ya rem tromol belakangnya single speed dan bukan 3 speed dgn persnelingnya seperti Humber2 lainnya. Apakah Humber ada yg hanya single speed?
    3. besi pengikat dan penghubung rangka melengkung sebagai selongsong pompa bannya retak, apakah bisa di las lagi dan baiknya las jenis apa ya? ada yg menyarankan las karbit, bukan las listrik.
    4. Ternyata, sulit juga untuk mencari dudukan lampu khas Humber yg huruf ‘H’ itu ya. Kalau pun ada, sudah dibeli orang:(
    5. Pedal dan boncengan khas Humber seperti apa ya? penasaran dgn wujudnya.
    6. Stang khas Humber pakai stang Raleigh industries apa Humber memang punya sendiri?

    Hadoh, banyak banget pertanyaannya nih mas. Mohon maaf sekali, karena saya memang masih baru dan sedang belajar tentang sepeda onthel, khususnya sepeda Humber saya.

    Terima kasih banyak untuk pencerahannya mas Nur dan sahabat2 onthel juga.

    • Salam kenal juga, Mas Lutfi. Ikut berbahagia atas sepeda barunya. Humber Lady itu kenyataannya merupakan sepeda unisex. Kemarin kami ngonthel bareng beberapa teman wanita, ternyata sebagian besar dari mereka menganggap sepeda wanita (dengan ukuran roda 28) itu masih terlalu tinggi bagi mereka.

      Humber CD sepertinya sudah produksi tahun 50-an. Dahulu, waktu beli barunya memang ada option untuk pilih rem karet, tromol (single speed), atau tromol presneling. Jadi, itu sah-sah saja. Retaknya selongsong pompa pada Humber/Raleigh/Rudge itu bahkan sudah menjadi karakter khas. Jika dibiarkan saja pun orang akan mahfum. Kalau dilas, setidaknya malah akan ada bekas apinya.

      Tangkai/dudukan lampu “H” khas Humber yang cantik di Jogja masih bisa ditemukan. Bagasi/boncengannya biasanya pakai merek Hopmi. Pedalnya ada seperti sirip hiunya, bagi yang bertelapak kaki lebar kadang agak mengganggu. Untuk seri CD saya kira pakai stang Raleigh industries sudah benar, meskipun kadang saya lihat ada stang (juga gir depan) bertuliskan Humber, terutama untuk seri tua.

      Demikian, Mas Lutfi. Mungkin Mas Aat atau teman-teman lain bisa menambahkan atau meluruskan keterangan saya.

  38. Mas Noer, terima kasih banget untuk pencerahannya. Sangat mencerahkan pastinya!

    Hanya satu yang masih ganjel, mencari dudukan lampu ‘H’ nya di Jogja saya belum tahu dimana, maklum saya di Jakarta dan belum tahu yang jual dudukan lampu tsb. Tapi kalau di Jogja ada dan terjangkau kantong saya, dimana saya bisa belinya yah? apa punya nomor kontaknya, mas?

    Boleh minta no kontak mas Noer via email saya? mudah-mudahan kalau saya ke Jogja siapa tahu bisa silaturahim ke Potorono (tentunya ketemu Mas Noer dulu hehe).

    • Mas Lutfi, Meskipun sepeda Humber bisa saja diberi dudukan lampu “R” (Raleigh), tetapi memang akan lebih cantik kalau pakai “H”. Meskipun makin susah, tapi ada kok Mas. Dahulu kami biasa beli seharga 20rb. Trus jadi 40 rb, 80rb, entah sekarang ini jadi berapa. Tapi kisaran ‘harga pasarannya’ seperti itu. Kontak saya dan Mas Tono silahkan lihat di halaman profil, Mas. Selamat terjangkit virus ganas onthel :-)

  39. salam kenal , mas mohon info tentang onthel yang saya miliki humber , tetera dibawah sadel AL80065 keluaran tahun berapa ya dan apa memang ada seri humber diawalai huruf AL , terima kasih pencerahanya.

  40. Salam kenal juga, Mas. Terus terang saya tidak tahu persisnya tentang frame number Humber. Bisa jadi itu asli Humber. Tetapi, jika hanya mengandalkan pengetahuan saya yang sangat terbatas berdasarkan pengalaman sehari-hari di Potorono, AL sepertinya biasa tertera pada Raleigh tahun 50-an. Karena sepeda Humber, Raleigh, maupun Rudge adalah produk dari Raleigh industry, maka frame ketiga produk tsb boleh dibilang sama, kecuali varian tertentu. Yang membedakan ketiganya hanya fork depannya. Maka, ketika frame Rudge tanpa gondok (kunci fork) diberi fork Humber, sekilas sudah seperti sepeda Humber. Cara lain melihatnya mungkin lewat lubang bekas keling di pipa depannya, apakah sesuai dengan posisi lubang pada emblem merek Humber? Mohon ini hanya dijadikan opini sementara yang belum tentu benar juga. Selamat memecahkan misteri, salah satu bagian yang mengasyikkan dari hobby sepeda onthel ini.

  41. membicarakan sepeda tak kan ada habisnya,termasuk juga humber..saya punya hamber seri BZ, yang saya tanyakan masalah stop lamp yang ori seperti apa ya, kadang saya melihat hanya ditempel punya releigh. dudukan lampu dengan simbul H sedperti kupu emang agak sulit, tapi saya sudah dapatkan di pasar bantul dengan mahar 80 ribu. mahal memang ,
    yang saya tanyakan. apakah dengan kunci gondok atau tidak mencirikan tahun pembuatan sepeda dimaksud telah diakuisisi releigh atau belum.perlu diketahui sepeda saya tanpa kunci stang, tetapi stang dan kayuhan ada atulisan releigh industris. mohon pencerahan.

  42. mas saya jga pnya Humber Dames seri BZ … itu lampu dan dinamo asli BOSCH itu perbaikinya dimana ya? dan ada bagian yang penyok… itu perbaikinya dimana… maaf pemula.

  43. wongeres OPOTO

    Mas Watiamantara dan Mas Falah, semoga suka dengan BZ-nya ya. Itu sepeda bagus. Stop lamp belakang memang sama dengan Raleigh. Biasanya yang disuka adalah produk lama dengan ciri-ciri bagannya dari plastik hitam-keras, bukan dari karet yang lentur. Reflektornya pun lebih tebal/kaku.

    Mas Falah tinggal di mana? Bengkel sepeda tua umumnya bisa mereparasi dinamo. Tapi, kalau di Jogja, silahkan nunggu yang namanya Mbah Kembar, spesialis servis dinamo keliling yang suka mampir di pasar sepeda Barongan dan pasar Imogiri. Lampu penyok suka dikenteng sendiri pelan-pelan, menggunakan kayu lunak yang ujungnya ditumpulkan. Waktu ngenteng lampunya diberi alas karet/kain empuk. Di Godean juga ada yang suka bantu betulin.

  44. mas, klo ngentengnya ada tutornya tidak?, sebenernya sepedanya kondisinya lumayan, cuma itu loh, penyok-penyok,,,, wkwkwk,,, mau ngenteng sendiri tpi gak tau caranya, tolong beri tutor ya mas, maap lho ngrepoti banget,,, =D

  45. Pakai kayu yg ujungnya bulat tidak ada sikut, terus di tekan pelan-pelan dari dalam. lama-lama akan pulih kondisinya yg penyok

  46. salam kenal Pak Nur, saya punya Humber ada masalah tromol SA yang mobeng baik yang depan maupun belakang. Mohon pencerahan bagaimana mereparasinya. Trims, Agus, Godean

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s